Pemerintahan

LONTARA+ Bawa Makassar ke Panggung Nasional: Wali Kota Munafri Paparkan Inovasi Digital di Top Digital Awards 2025

×

LONTARA+ Bawa Makassar ke Panggung Nasional: Wali Kota Munafri Paparkan Inovasi Digital di Top Digital Awards 2025

Sebarkan artikel ini
Pemkot Makassar tampil di ajang bergengsi Top Digital Awards 2025, yang digelar secara nasional oleh IT Works, Senin (3/11/2025).

MAKASSAR, 03 November 2025 (Dotnews) — Pemerintah Kota Makassar kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan layanan publik yang mudah, cepat, dan terintegrasi. Melalui inovasi unggulannya LONTARA+ (Layanan Online Terintegrasi Warga Makassar), Pemkot Makassar tampil di ajang bergengsi Top Digital Awards 2025, yang digelar secara nasional oleh IT Works, Senin (3/11/2025).

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin memaparkan langsung keunggulan dan dampak nyata aplikasi Makassar Super Apps LONTARA+ dalam sesi penjurian virtual yang berlangsung sekitar 75 menit. Dalam kesempatan itu, ia didampingi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Makassar, Dr. Muhammad Roem.

“Kami membangun sistem terpadu yang menggabungkan ratusan aplikasi pemerintah kota ke dalam satu platform bernama LONTARA+. Saat ini sudah ada 358 aplikasi yang terintegrasi,” jelas Munafri.

Nama LONTARA, diambil dari aksara tradisional Makassar yang bersejarah, menjadi simbol pelestarian budaya sekaligus semangat digitalisasi daerah.

Transformasi Digital Menuju Kota Cerdas

Dalam paparannya, Munafri menegaskan bahwa LONTARA+ bukan sekadar aplikasi, melainkan tonggak perubahan menuju pemerintahan yang efisien, transparan, dan akuntabel. Aplikasi ini menyatukan berbagai layanan publik, mulai dari administrasi kependudukan, perizinan usaha, pengaduan infrastruktur, pendidikan, bantuan sosial, hingga informasi publik secara real time.

“Melalui satu aplikasi, masyarakat bisa mengakses berbagai layanan tanpa birokrasi berbelit. Pemerintah juga bisa memantau proses pembangunan secara langsung,” ujar politisi Golkar yang akrab disapa Appi itu.

Data Aduan Jadi Ukuran Respons Pemerintah

Sejak diluncurkan pada Juli 2025, fitur aduan masyarakat menjadi sorotan utama. Berdasarkan data Pemkot Makassar, terdapat 820 laporan masuk, dengan 746 aduan telah ditindaklanjuti, 71 masih dalam proses, dan 3 ditangguhkan.

“Sebelum ada aplikasi ini, kami tidak bisa menghitung secara pasti berapa banyak laporan warga yang sudah ditangani. Sekarang semuanya terukur dan transparan,” kata Munafri.

LONTARA+ kini telah berkembang ke versi 2.0, memungkinkan warga memberikan umpan balik langsung yang diteruskan otomatis ke dinas terkait. Mekanisme ini mempercepat respons dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap pemerintah kota.

Dorong Akuntabilitas dan Cegah Korupsi

Selain mempercepat pelayanan, LONTARA+ juga memperkuat sistem transparansi dan keamanan data, sekaligus menutup celah praktik pungutan liar.

“Kami berharap LONTARA+ menjadi instrumen untuk mendorong akuntabilitas dan mencegah praktik korupsi dalam pelayanan publik,” tegas Munafri.

Ia menambahkan, pengembangan aplikasi ini akan terus dilakukan secara bertahap hingga empat tahun ke depan agar seluruh layanan publik benar-benar dapat diakses hanya melalui satu platform.

Apresiasi Nasional untuk Inovasi Daerah

Sebelumnya, LONTARA+ juga telah mendapatkan apresiasi di CNN Indonesia Award 2025, sebagai bentuk pengakuan atas dedikasi Makassar dalam membangun kota yang cerdas, inklusif, dan berbasis digital.

Ajang Top Digital Awards 2025 sendiri merupakan penghargaan tertinggi bagi instansi pemerintah dan korporasi yang berhasil mengimplementasikan teknologi digital dalam meningkatkan kinerja dan kualitas layanan publik.

Kegiatan ini melibatkan Dewan TIK Nasional, Aptikom, Aspekindo, serta sejumlah akademisi dan pakar teknologi nasional. Penjurian dilakukan secara virtual melalui Zoom Meeting dan disiarkan terbatas di kanal YouTube internal IT Works untuk keperluan evaluasi.

Dengan keikutsertaan di ajang ini, Pemerintah Kota Makassar menegaskan visinya menjadikan Makassar sebagai kota digital yang humanis, adaptif, dan inovatif — tempat teknologi digunakan bukan sekadar alat, tetapi jembatan antara pemerintah dan warganya.