MAKASSAR, 21 November 2025 (Dotnews) – Pemerintah Kota Makassar kembali menegaskan komitmennya meningkatkan kualitas hidup para lansia melalui kegiatan senam massal bertema “Lansia Sehat, Bahagia, dan Produktif untuk Makassar Mulia”, yang digelar Dinas PP dan KB di Lapangan Karebosi, Jumat (21/11/2025).
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa pemberdayaan lansia harus menjadi perhatian serius, mulai dari pemenuhan gizi hingga pendampingan aktivitas sehari-hari bersama keluarga.
Pesan itu disampaikan Wali Kota Munafri saat membuka kegiatan senam massal bersama ribuan lansia dalam acara bertema “Lansia Sehat, Bahagia, dan Produktif untuk Makassar Mulia”.
Hadir pula Kepala DPP dan KB Makassar, Andi Irwan Bangsawan, serta Kepala Perwakilan BKKBN Sulsel, Shodiqin, yang ikut memberikan dukungan penuh terhadap upaya Pemkot menjadikan lansia sebagai kelompok masyarakat yang tetap aktif dan produktif.
Pada kesempatan ini, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyampaikan rasa bahagia dan haru saat bertemu langsung dengan ribuan kader Keluarga Berencana dan para lansia dalam kegiatan senam massal.
Di hadapan lebih dari 1.500 peserta, Appi menegaskan bahwa pemerintah wajib memberikan perhatian maksimal kepada para lansia, terutama mereka yang masih aktif dan sehat menjalani kesehariannya.
“Saya sangat bahagia melihat para lansia kita hari ini masih sehat, masih semangat. Pemerintah harus memberikan perhatian yang maksimal kepada mereka,” kata Appi.
“Pada keseharian, lansia telah berjuang menghadirkan dan membesarkan keluarga yang sehat. Jika lansianya sehat, tentu keluarga-keluarga lainnya juga bisa sehat,” tambah Wali eks Bos PSM itu.
Ia menekankan bahwa lansia perlu terus diberdayakan melalui berbagai program yang membuat aktivitas fisik dan sosial mereka tetap berjalan.
Menurutnya, keluarga juga berperan penting untuk mengingatkan orang tua agar aktif bergerak dan tidak terlalu banyak menghabiskan waktu menonton atau bermain handphone.
Apalagi, di usia sekarang, metabolisme dan peredaran darah tidak sama seperti waktu muda. Terlalu banyak duduk justru bisa mengundang penyakit.
“Tolong jangan terlalu banyak diberikan kesempatan untuk nonton-nonton atau main handphone. Itu membuat malas bergerak,” imbuh Appi.






