Pemerintahan

Refleksi Akhir Tahun 2025, Pemkot Makassar Jadikan Kepuasan Publik Kompas Pembenahan Layanan

×

Refleksi Akhir Tahun 2025, Pemkot Makassar Jadikan Kepuasan Publik Kompas Pembenahan Layanan

Sebarkan artikel ini
Refleksi Akhir Tahun 2025, Pemkot Makassar Jadikan Kepuasan Publik Kompas Pembenahan Layanan.

MAKASSAR, 17 Desember 2025 (Dotnews) – Di penghujung tahun 2025, Pemerintah Kota Makassar memilih berhenti sejenak untuk bercermin. Setelah 11 bulan perjalanan pemerintahan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin–Aliyah Mustika Ilham (MULIA), ruang evaluasi dibuka seluas-luasnya.

Bukan hanya untuk menilai capaian, tetapi juga untuk mendengar suara publik secara jujur dan terbuka. Melalui Refleksi Akhir Tahun 2025, Pemkot Makassar tidak sekadar memaparkan kinerja, tetapi menghadirkan Survei Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM). Ini hasil Kepuasan Publik sebagai kompas utama pembenahan tata kelola pemerintahan dalam pelayanan.

Suara masyarakat ditempatkan sebagai pijakan, apa yang perlu diperkuat, apa yang harus diperbaiki, dan apa yang sudah saatnya ditinggalkan. Refleksi ini menjadi penegasan bahwa arah pembangunan Kota Makassar tidak berjalan sepihak.

Pemerintahan MULIA menempatkan warga sebagai mitra, sekaligus pengawas, dalam memastikan pelayanan publik yang semakin responsif, transparan, dan berdampak nyata bagi keseharian masyarakat.

Refleksi Akhir Tahun Pemerintah Kota Makassar tahun 2025 menjadi ruang strategis untuk menakar sejauh mana kebijakan dan program berjalan seiring dengan harapan publik.

Kegiatan yang menghadirkan Direktur Eksekutif Parameter Publik Indonesia, Ras MD, ini digelar pada Rabu, 17 Desember 2025, bertempat di Hotel Novotel Makassar.

Hasil survei menunjukkan bahwa kepuasan publik Kota Makassar berada pada kategori baik, menjadi gambaran objektif atas kerja pelayanan pemerintah sekaligus penanda arah pembenahan ke depan.

Lebih dari sekadar angka, IKM 2025 merekam persepsi warga tentang layanan yang SKPD terima, apa yang sudah tepat, apa yang perlu diperkuat, dan bagian mana yang masih harus dibenahi.

Pemaparan IKM ini menjadi komitmen Pemkot Makassar untuk menghadirkan pemerintahan yang terbuka, responsif, dan berpihak pada kebutuhan masyarakat, dengan menjadikan suara publik sebagai pijakan utama perbaikan berkelanjutan.