SIDRAP, 06 Januari 2026 (Dotnews) Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas infrastruktur daerah melalui bantuan keuangan kepada pemerintah kabupaten/kota.
Pada Tahun Anggaran 2025, Pemprov Sulsel mengalokasikan bantuan keuangan sebesar Rp 17 miliar untuk penanganan infrastruktur jalan di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap). Bantuan tersebut kini telah dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.
Salah satu ruas jalan yang mendapat penanganan yakni ruas Amparita–Teteaji di Kecamatan Tellu Limpoe sepanjang 2,1 kilometer. Jalan yang sebelumnya mengalami kerusakan cukup parah kini telah diperbaiki, sehingga memberikan kenyamanan dan keamanan bagi pengguna jalan.
Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan apresiasi kepada Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif beserta jajaran atas rampungnya pengerjaan jalan tersebut.
“Alhamdulillah bantuan keuangan Provinsi Sulawesi Selatan sebesar Rp 17 miliar ke Kabupaten Sidrap pada Tahun Anggaran 2025 untuk penanganan perbaikan jalan telah dilaksanakan. Ruas bantuan termasuk jalan Amparita–Teteaji dan beberapa ruas jalan di dalam kota. Semoga dapat bermanfaat bagi masyarakat serta memudahkan mobilitas barang dan jasa,” ujar Andi Sudirman, Selasa (6/1/2026).
Warga setempat, Lamappe’, mengungkapkan kondisi jalan sebelum diperbaiki sangat memprihatinkan. Ia menyebut jalan berlubang dan membahayakan pengendara, khususnya pengendara sepeda motor.
“Dulu jalannya banyak yang berlubang, bahkan rusak parah. Kalau bawa penumpang sering jatuh dari motor karena lubang di mana-mana. Sekarang setelah diperbaiki sudah bagus dan nyaman dilalui,” ungkap Lamappe’.
Ia berharap perhatian pemerintah terhadap pembangunan infrastruktur, khususnya jalan, dapat terus berlanjut. “Terima kasih kepada Bapak Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman. Semoga Kabupaten Sidrap bisa terus dibangun dengan baik,” tambahnya.
Selain ruas Amparita–Teteaji, Pemprov Sulsel juga menuntaskan perbaikan sejumlah ruas jalan di dalam Kota Rappang. Di antaranya Jalan Andi Sulolipu, Jalan Andi Noni, Jalan Lanuman, dan Jalan Pramuka dengan total panjang mencapai 5,3 kilometer.
Ibu Sulis, warga Rappang, mengatakan kondisi jalan tersebut sebelumnya tidak pernah mengalami perbaikan sejak bertahun-tahun lalu. Ia mengaku warga kerap mengeluhkan kondisi jalan, terutama saat hujan.
“Sejak saya tinggal di sini tahun 2018, jalannya masih berlubang dan berdebu. Kalau hujan air menggenang dan becek. Sekarang jalannya sudah bagus, mulus, dan lancar dilewati kendaraan,” tuturnya.
Hal senada disampaikan Ibu Wati, warga lainnya. Ia mengaku aktivitas masyarakat kini semakin lancar setelah jalan diperbaiki.
“Sebelum diperbaiki susah dilewati karena banyak lubang. Alhamdulillah sekarang jalannya sudah bagus. Terima kasih kepada Bapak Gubernur dan Ibu Wakil Gubernur,” ujarnya.






