MAKASSAR, 06 Januari 2026 (Dotnews) – Upaya pembenahan menyeluruh terus dilakukan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Makassar Raya, di tengah kompleksitas persoalan pasar tradisional yang telah berlangsung bertahun-tahun.
Mulai dari penataan pedagang, perbaikan tata kelola retribusi, seluruh langkah tersebut kini mulai menunjukkan hasil yang signifikan.
Di bawah kepemimpinan Direktur Utama Ali Gauli Arief, Perumda Pasar Makassar Raya tak hanya berfokus pada penegakan aturan, tetapi juga melakukan pendekatan humanis kepada pedagang serta pembenahan sistem manajemen secara menyeluruh.
Transformasi ini dilakukan sebagai respons atas kondisi perusahaan yang sebelumnya sempat mengalami kerugian, sekaligus menjawab tantangan pengelolaan 18 pasar induk dan sejumlah pasar darurat di Kota Makassar.
Direktur Utama Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Makassar Raya, Ali Gauli Arief, memaparkan secara terbuka progres peningkatan pendapatan, kebijakan penarikan retribusi, penataan pedagang pasar tumpah, tradional serta langkah-langkah pembenahan internal perusahaan sejak dirinya memimpin Perumda Pasar Makassar Raya.
“Melalui penerapan digitalisasi, evaluasi sumber daya manusia, serta penguatan koordinasi lintas instansi, kami berupaya meminimalkan kebocoran pendapatan dan menciptakan pasar yang lebih tertib, bersih, dan berdaya saing,” ujarnya, Senin (5/1/2026), di dampingi Direktur Operasional (Dirops) PD Pasar, Rusli Patara.
Di bawah kepemimpinan direksi baru, yang bahkan belum genap satu tahun menjabat, perusahaan daerah Perumda Pasar, berhasil membukukan capaian finansial yang signifikan.
Untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun terakhir Perumda Pasar Makassar Raya mampu menyetor dividen tembus Rp 1,3 miliar, sebuah angka yang menjadi penanda kebangkitan kinerja perusahaan pengelola pasar tradisional tersebut.
Capaian ini bukan sekadar soal angka, tetapi mencerminkan perubahan arah manajemen yang lebih terukur, disiplin, dan berorientasi pada pembenahan internal.
Di tengah tantangan klasik pengelolaan pasar, mulai dari penataan pedagang, optimalisasi retribusi, hingga efisiensi operasional, direksi baru mampu menghadirkan kinerja yang menjanjikan.
Sekaligus mengembalikan kepercayaan publik dan pemerintah daerah terhadap peran strategis Perumda Pasar Makassar Raya sebagai penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD).






