Pemerintahan

Isra Mi’raj di Makassar, Wali Kota Dorong ASN Siapkan Mental dan Spiritual Sambut Ramadan

×

Isra Mi’raj di Makassar, Wali Kota Dorong ASN Siapkan Mental dan Spiritual Sambut Ramadan

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mengajak aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Makassar menjadikan peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW sebagai titik refleksi untuk memperkuat disiplin ibadah, terutama konsistensi menjalankan salat lima waktu, menjelang datangnya bulan suci Ramadan.

MAKASSAR, 31 Januari 2025 (Dotnews) – Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mengajak aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Makassar menjadikan peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW sebagai titik refleksi untuk memperkuat disiplin ibadah, terutama konsistensi menjalankan salat lima waktu, menjelang datangnya bulan suci Ramadan.

Pesan tersebut disampaikan Munafri saat menghadiri peringatan Isra Mi’raj 1447 Hijriah tingkat Pemerintah Kota Makassar yang digelar di Masjid Rahmatul Ilham, Jumat (30/1/2026). Kegiatan itu diikuti jajaran ASN dari berbagai perangkat daerah.

Munafri menegaskan, Isra Mi’raj tidak boleh dimaknai sebatas peristiwa sejarah keagamaan, melainkan sebagai pengingat atas perintah mendasar dalam Islam, yakni kewajiban salat lima waktu yang menjadi penopang utama kehidupan seorang muslim.

“Peristiwa Isra Mi’raj membawa pesan penting tentang salat sebagai tiang agama. Nilai ini tidak hanya berdampak pada hubungan manusia dengan Tuhan, tetapi juga membentuk kedisiplinan, rasa tanggung jawab, dan integritas, termasuk dalam menjalankan amanah sebagai pelayan publik,” ujar Munafri.

Ia juga mengingatkan bahwa umat Islam saat ini berada di bulan Sya’ban, fase transisi menuju Ramadan yang seharusnya dimanfaatkan untuk memperbaiki kualitas ibadah dan kesiapan spiritual. Menurutnya, Sya’ban merupakan waktu untuk membangun fondasi agar Ramadan dapat dijalani secara maksimal.

“Sya’ban itu ibarat masa persiapan sebelum panen. Kalau dari sekarang kita tidak membenahi diri, maka Ramadan akan lewat begitu saja tanpa makna yang mendalam,” katanya.

Munafri turut mendorong seluruh perangkat daerah agar tetap menghadirkan kegiatan keagamaan secara berkelanjutan di lingkungan kerja. Ia menilai peringatan hari-hari besar Islam memiliki nilai strategis dalam menanamkan etika, moral, dan spiritualitas di tubuh birokrasi.

“Kegiatan keagamaan bukan sekadar seremoni tahunan. Ini ruang untuk saling mengingatkan dan memperkuat nilai keimanan, yang pada akhirnya berdampak pada kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Munafri juga mengajak jamaah memanfaatkan momentum hari Jumat sebagai waktu yang penuh keberkahan untuk memanjatkan doa, khususnya bagi kemajuan dan kesejahteraan Kota Makassar.

Peringatan Isra Mi’raj ini diisi dengan tausiah oleh Ustaz Rahmat Qayyum yang mengulas makna spiritual perjalanan Nabi Muhammad SAW, sekaligus relevansinya dalam membangun kehidupan pribadi, sosial, dan tata kelola pemerintahan yang berlandaskan integritas.