GOWA, 12 Februari 2026 (Dotnews) — Satuan Tugas Sapu Bersih Pelanggaran Harga dan Mutu Pangan melakukan inspeksi langsung ke gudang beras dan Rumah Pemotongan Hewan (RPH) di Kabupaten Gowa, Selasa (10/2/2026). Langkah ini dilakukan untuk memastikan pasokan pangan tetap aman sekaligus menjamin mutu produk yang beredar di pasaran.
Tim satgas yang terdiri dari sejumlah OPD Pemprov Sulsel, di antaranya Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian, Dinas Perindustrian, Dinas Peternakan, hingga Dinas PTSP, menyasar gudang beras di wilayah Bajeng.
Direktur Pengawasan Penerapan Standar Keamanan dan Mutu Pangan Badan Pangan Nasional, Brigjen Pol Hermawan, mengatakan hasil pengecekan menunjukkan stok dalam kondisi mencukupi dan kualitas beras terjaga.
“Stok cukup, produksi berjalan, kualitasnya juga baik. Beras yang tidak layak jual sudah dipisahkan dan tidak diedarkan,” ujar Hermawan di lokasi.
Beras medium saat ini dipasarkan seharga Rp12.500 per kilogram dan disalurkan melalui sistem zonasi pedagang. Hermawan menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap kualitas beras yang telah tersertifikasi dan diawasi pemerintah.
Selain gudang beras, satgas juga meninjau RPH Tamarunang. Dari hasil pengamatan, proses pemotongan dan penanganan ayam dinilai telah memenuhi standar kebersihan dan keamanan pangan.
“Setelah dipotong, ayam langsung dibersihkan dan disimpan di freezer. Prosesnya cepat sehingga meminimalkan risiko kontaminasi,” jelasnya.
RPH tersebut memiliki kapasitas produksi hingga 5.000 ekor ayam per hari, dengan harga jual sekitar Rp40 ribu per kilogram. Kapasitas itu dinilai cukup menopang kebutuhan protein hewani masyarakat di wilayah sekitar.
Inspeksi lapangan ini merupakan bagian dari pengawasan berkala pemerintah untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di Sulawesi Selatan, sekaligus memastikan produk yang dikonsumsi masyarakat memenuhi standar keamanan dan mutu.






