MAKASSAR, 19 Februari 2026 (Dotnews) — Tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin dan Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham mencapai 80,1 persen pada tahun pertama masa kepemimpinan. Angka ini menjadi indikator kuat penerimaan masyarakat terhadap pemerintahan pasangan yang dikenal dengan akronim MULIA sejak dilantik pada 20 Februari 2025.
Hasil tersebut diungkap Lembaga Parameter Publik Indonesia (PPI) dalam paparan survei kepuasan masyarakat yang digelar di Hotel Mercure Makassar, Kamis (19/2/2026).
Direktur Eksekutif PPI Ras MD mengatakan mayoritas warga Makassar memberikan penilaian positif terhadap kinerja pemerintah kota selama satu tahun terakhir.
“Satu tahun kepemimpinan Bapak Munafri dan Ibu Aliyah, hasilnya 80,1 persen warga puas atas kinerja pasangan MULIA,” ujar Ras dalam pemaparannya.
Menurut dia, capaian tersebut mencerminkan tingkat kepercayaan publik yang tinggi terhadap kebijakan dan program yang dijalankan pemerintah kota, sekaligus memperkuat legitimasi kepemimpinan untuk melanjutkan agenda pembangunan ke depan.
Metodologi Survei
Survei PPI menggunakan metode multi-stage random sampling dengan melibatkan 600 responden yang tersebar di seluruh wilayah Kota Makassar. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka menggunakan kuesioner terstruktur.
Survei ini memiliki tingkat kepercayaan 95 persen dengan margin of error sebesar 4,08 persen. PPI menyebut metodologi tersebut dirancang untuk memastikan hasil riset merepresentasikan pandangan masyarakat secara proporsional.
Secara umum, indikator penilaian mencakup pelayanan publik, penataan kota, stabilitas sosial, hingga respons pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat.
“Dengan tingkat kepuasan di atas 80 persen, pemerintah kota dinilai berada pada jalur yang tepat dalam menjalankan visi pembangunan,” kata Ras.
Program Seragam Gratis Paling Memuaskan
Survei juga memotret tingkat pengetahuan (awareness) dan kepuasan masyarakat terhadap sejumlah program prioritas Pemkot Makassar.
Program seragam sekolah gratis menjadi salah satu yang paling diapresiasi. Meski tingkat awareness baru sekitar 60 persen, tingkat kepuasan publik mencapai 89,5 persen.
“Hampir 90 persen warga yang mengetahui program ini memberikan apresiasi tinggi,” ujarnya.
Sementara itu, program iuran sampah gratis memiliki tingkat awareness tertinggi, di atas 80 persen. Namun tingkat kepuasan publik tercatat 62,2 persen, menunjukkan masih adanya ruang perbaikan dalam implementasi program tersebut.
Adapun program sambungan PDM gratis menghadapi tantangan dari sisi sosialisasi. Tingkat awareness publik baru mencapai 34,8 persen, dengan tingkat kepuasan 57,9 persen di antara warga yang mengetahui program tersebut.
Kepercayaan Publik ke Proyek Stadion Baru
Rencana pembangunan stadion baru juga mendapat perhatian publik. Sebanyak 54 persen responden mengetahui rencana tersebut, dan 73,1 persen di antaranya mengetahui lokasi stadion direncanakan di kawasan Untia.
Menariknya, 59,3 persen responden menyatakan yakin proyek stadion baru akan terealisasi, mencerminkan tingkat kepercayaan publik terhadap komitmen pemerintah kota.
Aplikasi Lontara Plus Dinilai Efektif dan Transparan
Survei juga menyoroti penggunaan aplikasi layanan publik Lontara Plus. Tingkat awareness aplikasi ini masih relatif rendah, yakni 22 persen. Namun, dari pengguna yang sudah mengaksesnya, tingkat kepuasan mencapai 87,5 persen.
Sebanyak 92,5 persen responden menilai aplikasi tersebut mempermudah akses layanan pemerintah, sementara 87,5 persen menyebut aplikasi meningkatkan transparansi pemerintahan.
Fitur yang paling banyak digunakan adalah layanan pengaduan masyarakat, dengan tingkat penggunaan mencapai 77,5 persen. Mayoritas responden juga menilai respons pemerintah terhadap aduan tergolong cepat.
PR Sosialisasi Program Masih Besar
Meski tren kepuasan publik tergolong tinggi, survei ini juga mencatat masih rendahnya tingkat awareness terhadap sejumlah program, seperti Makassar Mulia Berjasa yang hanya diketahui 12,1 persen responden.
Namun menariknya, seluruh responden yang mengetahui program tersebut menyatakan puas terhadap pelaksanaannya.
PPI menilai hasil survei ini menjadi modal sekaligus bahan evaluasi bagi Pemerintah Kota Makassar untuk meningkatkan efektivitas sosialisasi dan implementasi program.
“Tingkat kepuasan yang tinggi menunjukkan kepercayaan publik terjaga. Namun sosialisasi program perlu diperkuat agar manfaat kebijakan dirasakan lebih luas,” kata Ras.






