Pemerintahan

Jelang Mudik Lebaran 2026, Munafri Minta Siskamling di Makassar Diaktifkan

×

Jelang Mudik Lebaran 2026, Munafri Minta Siskamling di Makassar Diaktifkan

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, meminta jajaran pemerintah wilayah hingga tingkat RT/RW meningkatkan pengawasan keamanan lingkungan menjelang arus mudik Lebaran 2026.

MAKASSAR, 03 Maret 2026 (Dotnews) — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, meminta jajaran pemerintah wilayah hingga tingkat RT/RW meningkatkan pengawasan keamanan lingkungan menjelang arus mudik Lebaran 2026.

Imbauan tersebut disampaikan Munafri menyusul potensi meningkatnya rumah kosong selama libur Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, terutama dengan rencana kebijakan Work From Anywhere (WFA) bagi aparatur sipil negara dan sebagian pegawai swasta pada akhir masa libur Lebaran.

Munafri menegaskan pentingnya mengaktifkan kembali sistem keamanan lingkungan (siskamling) guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan di permukiman warga yang ditinggal mudik.

“Ini yang perlu diantisipasi. Karena itu kami minta para lurah hingga RT/RW memantau wilayahnya masing-masing dan siskamling diaktifkan selama masa mudik Lebaran,” kata Munafri di Balai Kota Makassar, Selasa (3/3/2026).

Menurut Munafri, tradisi mudik merupakan momentum tahunan yang selalu terjadi menjelang Idulfitri. Banyak warga meninggalkan rumah untuk pulang ke kampung halaman dan bersilaturahmi dengan keluarga. Namun di sisi lain, kondisi tersebut juga berpotensi menimbulkan kerawanan keamanan.

Karena itu, Munafri yang akrab disapa Appi mengimbau warga yang hendak mudik agar melapor terlebih dahulu kepada pengurus RT atau RW setempat.

“Bagi masyarakat yang akan pulang kampung, sebaiknya menyampaikan kepada RT/RW, apalagi jika rumah ditinggalkan kosong,” ujarnya.

Menurut dia, laporan tersebut penting untuk memudahkan pemantauan lingkungan sekaligus mengantisipasi kemungkinan kejadian yang tidak diinginkan, seperti kebakaran atau tindak kriminal.

“Kalau misalnya terjadi sesuatu, seperti kebakaran, kita bisa mengetahui apakah rumah itu kosong atau ada penghuninya,” jelasnya.

Munafri menilai peran RT dan RW sangat strategis dalam menjaga keamanan lingkungan. Ia berharap aparat wilayah dapat berkoordinasi dengan aparat keamanan untuk memastikan situasi tetap kondusif selama periode mudik.

Selain soal keamanan, Munafri juga mengingatkan warga untuk memastikan kondisi rumah aman sebelum ditinggalkan. Warga diminta mengecek kembali kunci pintu dan jendela serta mematikan peralatan elektronik yang tidak digunakan guna menghindari potensi korsleting listrik.

Di sisi lain, ia juga menyoroti potensi peningkatan volume sampah menjelang Idulfitri. Munafri meminta camat dan lurah mengantisipasi kemungkinan penumpukan sampah, mengingat sebagian petugas kebersihan juga akan menjalankan mudik.

“Jangan sampai saat Lebaran sampah menumpuk sampai tiga atau empat hari. Ini bisa menjadi persoalan baru, jadi harus diantisipasi dari sekarang,” tegasnya.

Munafri berharap koordinasi antara pemerintah kecamatan, kelurahan, serta masyarakat dapat berjalan optimal agar keamanan, ketertiban, dan pelayanan kebersihan tetap terjaga selama masa libur Lebaran.