MAKASSAR, 17 Maret 2026 (Dotnews) — Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin memimpin rapat persiapan Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS) Diplomatic Tour Makassar 2026 bersama jajaran perangkat daerah di Rumah Jabatan Wali Kota, Selasa (17/3/2026).
Rapat tersebut digelar untuk memastikan kesiapan Kota Makassar sebagai tuan rumah ajang berskala internasional yang diproyeksikan menghadirkan puluhan delegasi dari negara-negara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).
Munafri menegaskan pentingnya sinergi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) agar pelaksanaan kegiatan berjalan optimal dan mampu memberikan kesan positif bagi para tamu internasional.
“Sekitar 31 negara anggota OKI kemungkinan akan hadir. Kita harus menyiapkan konsep yang tidak hanya seremonial, tetapi juga mampu menampilkan potensi Makassar,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa momentum ini harus dimanfaatkan untuk mempromosikan peluang investasi, sektor pariwisata, hingga kekuatan kuliner lokal kepada para delegasi.
“Kita harus bisa menunjukkan apa yang bisa dilihat dan dilakukan di Makassar, termasuk peluang kerja sama yang bisa dibangun,” tegasnya.
Munafri juga meminta seluruh OPD bergerak cepat menyiapkan program sesuai bidang masing-masing, mulai dari investasi, UMKM, hingga pariwisata dan ekonomi kreatif.
Selain itu, ia memberi perhatian khusus pada aspek teknis pelaksanaan, seperti kesiapan akomodasi, pelayanan tamu, penyusunan agenda kegiatan yang menonjolkan ciri khas Makassar, hingga pengaturan lalu lintas dan keamanan.
“Kita harus pastikan semua berjalan sesuai tugas dan fungsi masing-masing, sehingga saat pelaksanaan nanti Makassar benar-benar siap,” katanya.
Untuk memperkuat koordinasi, Munafri menunjuk Asisten III Setda Kota Makassar Firman Pagarra sebagai koordinator lintas perangkat daerah dalam mempersiapkan kegiatan tersebut.
Sementara itu, Firman Pagarra mengungkapkan bahwa Pemkot Makassar tengah menyusun sejumlah konsep kegiatan yang akan diajukan ke Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia.
Beberapa agenda yang disiapkan antara lain forum investasi, kunjungan ke pelaku UMKM, eksplorasi kuliner khas daerah, hingga city tour untuk memperkenalkan potensi Kota Makassar secara langsung kepada delegasi.
“Yang penting saat ini kita siapkan dulu seluruh konsepnya. Nanti akan kita sounding ke Kemenlu untuk ditentukan mana yang bisa dilaksanakan,” jelasnya.
Ia menambahkan, seluruh rencana kegiatan masih akan disesuaikan dengan arahan Kementerian Luar Negeri yang dijadwalkan melakukan kunjungan ke Makassar pada 30 Maret mendatang.
Diketahui, IGS merupakan agenda tahunan yang digelar di berbagai daerah di Indonesia. Pada tahun 2026, Kota Makassar dipercaya menjadi tuan rumah, dengan pelaksanaan yang direncanakan berlangsung pada akhir Mei hingga awal Juni.






