Peristiwa

Aksi Spontan Kabag Ops Brimob di Gowa, Hentikan Kayuhan demi Tolong Korban Kecelakaan

×

Aksi Spontan Kabag Ops Brimob di Gowa, Hentikan Kayuhan demi Tolong Korban Kecelakaan

Sebarkan artikel ini
AKBP Nur Ichsan, S.Sos., M.Si., menghentikan kayuhan sepedanya untuk menolong dua pengendara sepeda motor yang bertabrakan di Jalan Sultan Hasanuddin, Sungguminasa, Kabupaten Gowa, Selasa (13/10/2026) pagi.

Dotnews.co.id, Gowa – Perjalanan menuju tempat tugas berubah menjadi aksi kemanusiaan. AKBP Nur Ichsan, S.Sos., M.Si., menghentikan kayuhan sepedanya untuk menolong dua pengendara sepeda motor yang bertabrakan di Jalan Sultan Hasanuddin, Sungguminasa, Kabupaten Gowa, Selasa (13/10/2026) pagi.

Kabag Ops Sat Brimob Polda Sulawesi Selatan itu sedang bersepeda menuju Markas Komando (Mako) Sat Brimob Polda Sulsel ketika melihat kecelakaan sekitar pukul 06.25 WITA. Tanpa menunggu lama, ia menghampiri lokasi dan membantu pengendara yang terlibat insiden tersebut.

Di tengah arus aktivitas pagi, Nur Ichsan memilih berhenti untuk memberikan pertolongan kepada sesama pengguna jalan yang mengalami musibah.

“Kalau melihat ada orang yang mengalami kecelakaan, sebisa mungkin kita harus membantu. Keselamatan dan kemanusiaan harus menjadi perhatian kita bersama. Jangan hanya lewat begitu saja ketika ada orang yang membutuhkan pertolongan,” tuturnya.

Dua Pengendara Ternyata Paman dan Ponakan

Berdasarkan kronologi kejadian, salah satu pengendara yang mengenakan baju merah bergerak dari arah utara dan hendak berbelok ke kanan. Pada saat bersamaan, pengendara lain yang mengenakan pakaian dengan garis putih di bagian bahu melaju dari arah selatan menuju utara.

Kedua sepeda motor itu kemudian bertabrakan di jalan tersebut.

Insiden ini menyimpan fakta yang tak disangka: kedua pengendara ternyata masih memiliki hubungan keluarga, yakni paman dan ponakan. Setelah kejadian, keduanya memilih menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan.

Meski berakhir dengan kesepakatan damai, insiden tersebut menjadi pengingat bahwa kecelakaan dapat menimpa siapa saja. Kelalaian atau kesalahan saat bermanuver di jalan berpotensi membahayakan pengendara, tanpa memandang hubungan maupun kedekatan antarsesama.

Keselamatan Jangan Kalah oleh Ketergesaan

Peristiwa di Jalan Sultan Hasanuddin itu kembali menyoroti pentingnya kewaspadaan saat berkendara, terutama pada pagi hari ketika masyarakat bergegas menuju tempat kerja dan sekolah.

Pengendara perlu memastikan kondisi jalan aman sebelum berbelok, memperhatikan kendaraan dari arah lain, memberikan isyarat dengan jelas, serta mematuhi rambu dan marka jalan. Penggunaan helm berstandar, menjaga jarak aman, dan mengendalikan kecepatan juga menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko kecelakaan.

Di sisi lain, kepedulian masyarakat saat menemukan kecelakaan dapat membantu korban memperoleh pertolongan lebih cepat. Namun, bantuan harus diberikan dengan tetap memperhatikan keselamatan diri dan kondisi korban. Jika diperlukan, segera hubungi layanan darurat atau petugas berwenang.

Aksi spontan Nur Ichsan menunjukkan bahwa kepedulian tidak selalu harus menunggu instruksi atau persiapan. Dalam situasi tertentu, kesediaan untuk berhenti dan membantu bisa menjadi langkah awal yang berarti bagi orang yang sedang membutuhkan pertolongan.

Pagi itu, perjalanan menuju Mako Sat Brimob memang sempat terhenti. Namun, kejadian tersebut menyampaikan pesan sederhana: tertib berlalu lintas dan peduli terhadap sesama merupakan dua hal yang sama-sama penting di jalan raya.

Sebab, tujuan perjalanan bukan sekadar tiba lebih cepat, melainkan sampai dengan selamat.