MAKASSAR, 15 Januari 2026 (Dotnews) – Akademi Keperawatan (Akper) Mappaoudang Makassar resmi bertransformasi menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Bhayangkara Makassar atau disingkat STIKBHARA. Perubahan status tersebut ditetapkan melalui Surat Keputusan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 1125/E/B/2025 tentang perubahan bentuk perguruan tinggi.
Penyerahan Surat Keputusan dilakukan langsung oleh Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IX Sultanbatara, Dr. Drs. H. Andi Lukman, M.Si, kepada Ketua Yayasan Bhata Utama Bhayangkara Makassar, Kombes Pol dr. Bambang Triambodo, Sp.B., FINACS, didampingi Ketua STIKES Bhayangkara Makassar Kompol Dardin, S.Kep., Ns., M.Kep, serta jajaran pejabat utama RS Bhayangkara Makassar, dosen, dan staf civitas akademika.
Prosesi penyerahan dan penandatanganan berita acara berlangsung di Aula Tibrata RS Bhayangkara Makassar, Jalan Letjen Pol Andi Mappaoudang, Rabu (14/1/2026).
Ketua Yayasan Bhata Utama Bhayangkara Makassar, Kombes Pol dr. Bambang Triambodo, menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh civitas akademika atas kerja keras dan komitmen yang telah mengantarkan perubahan status institusi tersebut.
“Perubahan ini adalah buah dari semangat, dedikasi, dan kerja keras seluruh pihak. Semoga STIKES Bhayangkara Makassar semakin maju dan berkontribusi besar dalam mencetak tenaga kesehatan yang profesional,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala LLDIKTI Wilayah IX Sultanbatara, Andi Lukman, menyebut perubahan status ini sebagai momentum penting untuk mendorong peningkatan kualitas pendidikan tinggi kesehatan di Sulawesi Selatan.
“Perubahan dari Akper menjadi STIKES harus menjadi pemicu semangat bagi dosen dan seluruh civitas akademika untuk terus berkembang. LLDIKTI Wilayah IX akan terus mendoakan, memfasilitasi, dan melakukan akselerasi agar STIKES Bhayangkara Makassar semakin maju,” ungkapnya.
Ia menilai, dengan disiplin dan sistem pendidikan yang diterapkan, STIKES Bhayangkara Makassar memiliki potensi besar melahirkan lulusan tenaga kesehatan yang siap kerja dan mampu bersaing di era saat ini.
Dalam Surat Keputusan perubahan bentuk tersebut, STIKES Bhayangkara Makassar juga memperkenalkan dua program studi, yakni Program Sarjana (S1) Administrasi Rumah Sakit (ARS) serta Program Diploma III Keperawatan.
Ketua STIKES Bhayangkara Makassar, Kompol Dardin, S.Kep., Ns., M.Kep, mengungkapkan rasa syukur atas capaian tersebut. Ia berharap, transformasi ini mampu melahirkan lulusan unggul, baik secara akademik maupun non-akademik.
“STIKES Bhayangkara Makassar berkomitmen memperkuat layanan pendidikan kesehatan, khususnya di Sulawesi Selatan, sesuai motto kami: Disiplin, Terampil, dan Berdaya Saing,” kata Dardin.
Ia menambahkan, STIKES Bhayangkara Makassar mengedepankan pengembangan keperawatan forensik serta keperawatan yang terampil dan siap kerja di dunia kesehatan. Menurutnya, capaian ini merupakan hasil kerja keras civitas akademika dengan dukungan penuh dari Ketua Yayasan, LLDIKTI Wilayah IX Sultanbatara, orang tua mahasiswa, serta masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Dardin juga menginformasikan bahwa STIKES Bhayangkara Makassar telah membuka pendaftaran mahasiswa baru Tahun Akademik 2026 melalui laman resmi dan media sosial STIKES Bhayangkara Makassar.
“Ini menjadi awal baru bagi kami untuk terus berkontribusi dalam mencetak tenaga kesehatan yang profesional dan berdaya saing,” tutupnya.






