Palu, 01 Maret 2026 (Dotnews)— Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memastikan distribusi LPG 3 kilogram di Provinsi Sulawesi Tengah tetap berjalan normal dan bahkan diperkuat selama Ramadan 1447 Hijriah. Penguatan pasokan dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi masyarakat menjelang dan selama bulan suci.
Sales Branch Manager (SBM) Sulteng IV Gas, Yera Ichsana, mengatakan peningkatan kebutuhan LPG subsidi mulai terlihat di sejumlah wilayah seperti Kota Palu, Kabupaten Donggala, hingga Morowali menjelang awal Ramadan.
Kondisi tersebut sempat memicu antrean di beberapa pangkalan dan menimbulkan persepsi kelangkaan di tengah masyarakat.
“Distribusi LPG 3 kg di seluruh kabupaten/kota di Sulawesi Tengah tetap berjalan setiap hari. Untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan menjelang Ramadan, penyaluran telah kami tingkatkan hingga 125 persen dari rata-rata penyaluran harian reguler,” kata Yera, Sabtu (1/3/2026).
Menurutnya, tambahan pasokan tersebut sudah direalisasikan dan disalurkan melalui agen serta pangkalan resmi Pertamina di berbagai wilayah.
Selain peningkatan hingga 125 persen, Pertamina juga menyiapkan skema tambahan distribusi secara bertahap hingga 50 persen dari baseline penyaluran reguler. Penambahan tersebut disesuaikan dengan tren konsumsi di masing-masing daerah.
Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas pasokan sekaligus mengantisipasi potensi gangguan distribusi di tingkat pangkalan.
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi juga terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta lembaga penyalur guna memastikan LPG subsidi 3 kilogram benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak.
Pengawasan distribusi juga diperketat guna mencegah potensi penyimpangan yang dapat memicu kelangkaan maupun penjualan di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, menegaskan pengendalian distribusi dan komunikasi publik menjadi fokus utama selama periode Ramadan.
“Kami mengimbau masyarakat membeli LPG 3 kg sesuai kebutuhan dan melalui pangkalan resmi. Tambahan pasokan sudah kami jalankan untuk mengantisipasi peningkatan konsumsi. Tidak ada kebijakan pengurangan kuota di Sulawesi Tengah,” ujar Lilik.
Ia menegaskan distribusi LPG subsidi tetap berjalan normal dan penguatan suplai dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan di lapangan.
Selain itu, Pertamina juga membuka kanal pengaduan melalui Call Center 135 bagi masyarakat yang menemukan indikasi penjualan LPG di atas HET atau kendala distribusi di lapangan.
Informasi dari masyarakat, menurutnya, menjadi bagian penting dalam memperkuat pengawasan distribusi LPG subsidi.
Dengan penguatan suplai dan pengawasan yang diperketat, Pertamina memastikan kebutuhan LPG 3 kilogram masyarakat Sulawesi Tengah selama Ramadan tetap aman dan terpenuhi.






