Sebagai bentuk pendekatan kepada pedagang, Perumda Pasar Makassar Raya secara rutin menggelar kerja bakti di seluruh pasar setiap hari Jumat. Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak untuk meningkatkan kebersihan dan kenyamanan pasar.
Saat ini, Perumda Pasar Makassar Raya mengelola 18 pasar induk, ditambah beberapa pasar darurat dan kawasan PKL. Ia menjelaskan bahwa terdapat beberapa kategori pasar, mulai dari pasar induk, pasar darurat, hingga pasar lingkungan atau pasar kelurahan.
“Pasar lingkungan itu diperbolehkan secara aturan. Biasanya inisiatif warga atau koperasi yang memiliki lahan. Kehadiran kami hanya untuk menarik retribusi, sementara sewa tempat diambil oleh pengelola lahan,” terangnya.
Pada tahun 2025 perusahaan daerah ini mencatatkan peningkatan pendapatan dan mampu kembali memberikan kontribusi dividen kepada Pemerintah Kota Makassar, dengan nilai tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.
Ali Gauli menyebut, secara keseluruhan kinerja Perumda Pasar Makassar Raya berada on the track sesuai program yang dicanangkan pada 2025.
Hal ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan pendapatan dan kemampuan perusahaan untuk kembali memberikan kontribusi kepada Pemerintah Kota Makassar.
“Indikatornya jelas, di tahun 2025 kami mengalami peningkatan pendapatan dan bisa kembali memberikan sharing dividen kepada pemerintah kota,” ungkapnya.
Ia mengungkapkan, sebelum dirinya menjabat, Perumda Pasar Makassar Raya mengalami kerugian selama dua tahun berturut-turut. Bahkan hingga April 2025, kondisi perusahaan masih tercatat merugi.
“Saya masuk sekitar tanggal 20 April sebagai Plt. Saat itu kondisi perusahaan masih negatif. Setelah itu kami lakukan pembenahan internal secara menyeluruh,” ujarnya.
Pembenahan dilakukan melalui penguatan manajemen, kerja sama dengan tim ahli, serta digitalisasi sistem pembayaran. Perumda Pasar kini menerapkan sistem barcode dan digitalisasi untuk memetakan potensi pendapatan di setiap pasar.
“Kami ingin potensi itu ter-update dan kebocoran bisa diminimalkan. Pembayaran bisa cash atau cashless, tapi yang terpenting adalah transparansi dan pengendalian,” jelasnya.
Selain itu, Ali Gauli juga mengungkapkan, persoalan klasik di tubuh Perumda Pasar, yakni jumlah pegawai yang terlalu besar. Dari total awal 511 pegawai, kini jumlahnya telah berkurang menjadi 377 orang, dan masih akan dievaluasi pada tahap selanjutnya.
Dari jumlah tersebut, sekitar 130–140 orang merupakan tenaga kebersihan dan keamanan. Meski idealnya dikelola oleh pihak ketiga atau vendor, keterbatasan keuangan membuat Perumda Pasar masih menanganinya secara internal.
“Ini pertimbangan keuangan, gaji, BPJS, dan tanggung jawab sebagai BUMD. Kami terus melakukan terbaik,” tuturnya.






