MAKASSAR, 11 Februari 2026 (Dotnews) — Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menilai Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menunjukkan langkah progresif di awal masa kepemimpinannya. Penilaian itu disampaikan Bima saat menghadiri bedah buku terbarunya bertajuk Babad Alas di Gedung Teater Universitas Negeri Makassar (UNM), Rabu (11/2/2026).
Dalam forum yang diikuti civitas akademika UNM, pejabat Pemkot Makassar, dan ratusan mahasiswa, Bima mengaku mengikuti perkembangan pemerintahan Makassar meski Munafri belum genap setahun menjabat.
“Belum lama memimpin, tapi sudah banyak cerita positif tentang gebrakan yang dilakukan. Fondasi awal itu penting untuk perjalanan jangka panjang,” ujar Bima.
Ia bahkan berkelakar berharap suatu saat akan lahir buku yang merekam perjalanan satu dekade kepemimpinan Munafri di Makassar. Pernyataan itu disambut tepuk tangan peserta yang hadir.
Dalam diskusi tersebut, Bima juga berbagi pengalamannya selama dua periode memimpin Kota Bogor. Melalui buku Babad Alas, ia menggambarkan kepemimpinan sebagai proses panjang yang menuntut konsistensi, daya tahan, dan kemampuan menjaga keseimbangan antara harapan publik dan realitas birokrasi.
Menurutnya, kepala daerah harus mampu mengelola ekspektasi masyarakat secara bertahap, sekaligus merawat dukungan dari berbagai elemen, baik di tingkat akar rumput maupun elite.
Menanggapi hal itu, Munafri menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan dari pemerintah pusat. Ia menegaskan, sejumlah pembenahan yang tengah dilakukan di Makassar difokuskan pada reformasi birokrasi dan peningkatan kualitas layanan publik.
“Ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus berbenah dan memastikan kebijakan yang diambil benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” kata Munafri.
Ia berharap forum bedah buku tersebut tidak sekadar menjadi ajang literasi, tetapi juga ruang refleksi kepemimpinan bagi mahasiswa dan aparatur sipil negara, sekaligus memperkuat semangat kolaborasi dalam pembangunan Kota Makassar.






