Pemerintahan

Ditangani Tanpa BPJS, RSUD Daya Makassar Jadi Harapan Warga Kurang Mampu

×

Ditangani Tanpa BPJS, RSUD Daya Makassar Jadi Harapan Warga Kurang Mampu

Sebarkan artikel ini
Ditangani Tanpa BPJS, RSUD Daya Makassar Jadi Harapan Warga Kurang Mampu.

Ikram mulai merasakan nyeri di bagian perut, namun tidak berani mengeluh langsung kepada pengasuh.

Informasi kondisi Ikram justru disampaikan oleh teman-temannya di panti, lantaran Ikram merasa takut untuk bercerita.

“Kami baru tahu sakitnya dari temannya. Mungkin dia takut menyampaikan. Itu hari tanggal 21 November,” jelas Yuni.

Lanjut dia, seharusnya, Ikram hanya memikirkan pendidikan dan masa depannya, bukan berjuang menahan rasa sakit yang luar biasa.

Kondisinya semakin memburuk ketika cairan dan gumpalan darah ditemukan di bagian dadanya, disertai usus yang mengalami diduga alami sakit akibat kronis.

Dalam kondisi kritis tersebut, Yuni membawa Ikram bersama pengurus panti sempat berkeliling mencari pertolongan medis.

Namun, sejumlah rumah sakit menolak memberikan penanganan dengan alasan, Ikram katanya, tidak memiliki kartu BPJS.

Melihat kondisi Ikram yang terus memburuk, Yuni mengaku mencoba lagi membawa Ikram berobat ke sebuah klinik. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil.

Bahkan, Ikram sempat dibawa ke klinik hingga tiga kali, namun rasa sakit yang dialaminya tidak kunjung tertangani secara maksimal.

“Sudah tiga kali kami bawa ke klinik, dikasih obat, tapi sakitnya tetap ada. Di klinik juga bilang tidak tertangani sakitnya,” terangnya.

Tak menyerah, Yuni bersama pengurus panti kemudian membawa Ikram ke beberapa rumah sakit swasta dan Pemerintah kembali.

Namun, upaya itu kembali menemui jalan buntu. Tercatat, Ikram sempat dibawa ke tiga rumah sakit berbeda, namun tidak mendapatkan penanganan medis yang dibutuhkan.

“Yang paling sedih, di rumah sakit pertama kami ditanya soal BPJS. Mereka bilang tidak bisa dilayani karena hanya melayani pasien BPJS,” kenangnya dengan suara bergetar.

Penolakan serupa kembali dialami di rumah sakit berikutnya. Ketiadaan kartu BPJS menjadi alasan utama Ikram tidak mendapat penanganan, meski kondisinya saat itu sudah sangat membutuhkan pertolongan medis.

Dalam kondisi kebingungan dan putus asa, Yuni akhirnya menghubungi salah satu kerabatnya. Dari sanalah ia mendapat saran untuk membawa Ikram ke RSUD Daya Makassar, rumah sakit milik Pemerintah Kota Makassar.

“Waktu itu tante saya bilang, kalau tidak ada BPJS ini, bawa saja ke RSUD Daya. Saya sempat ragu tapi saya beranikan diri kesana,” tuturnya.

Di tengah keputusasaan itu, harapan akhirnya muncul ketika Ikram diarahkan ke RSUD Daya Makassar. Di rumah sakit inilah ia mendapat penanganan medis yang layak, tanpa diskriminasi administratif.

Ikram akhirnya dirawat di RSUD Daya pada hari Minggu lalu. Setibanya di rumah sakit tersebut, Yuni mengaku terkejut sekaligus terharu karena Ikram langsung mendapatkan pelayanan tanpa ditanya soal administrasi.

“Kami langsung dilayani. Tidak ditanya BPJS atau apa. Petugas langsung ambilkan kursi roda, dicek tensinya, dan langsung ditangani,” ungkapnya.

Bahkan, ketika sempat ditanya terkait BPJS di loket, pelayanan medis tetap berjalan tanpa penolakan. Petugas RSUD Daya tetap memprioritaskan kondisi pasien.

“Walaupun belum bawa BPJS, tetap dilayani. Mereka (tim medis) bilang, sudah ibu, yang penting ditangani dulu,” lanjut Yuni, mengenang awal mengantar Ikram di RS Daya.