Ia menjelaskan, Kementerian Perhubungan menegaskan bahwa bus tersebut dikelola sepenuhnya oleh Pemerintah Daerah dan dikhususkan untuk mendukung program Sekolah Rakyat.
Dalam operasionalnya, Dishub Makassar juga diminta untuk melaporkan pemanfaatan bus tersebut setiap tiga bulan. Bus ini dikelola oleh Pemerintah Daerah.
“Alhamdulillah, sejalan dengan program pak Wali Kota (Pak Munafri) bus gratis membantu siswa sekolah, bisa membantu siswa kalangan masyarakat bawa,” tuturnya.
Terkait pola operasional, Jusman menuturkan bahwa bus bantuan tersebut akan dioperasikan dengan skema yang sama seperti layanan bus sekolah gratis yang sudah berjalan sebelumnya.
Dengan tambahan satu unit ini, jumlah armada bus sekolah gratis yang dikelola Dishub Makassar kini menjadi enam unit atau enam trayek.
“Kita akan evaluasi trayek yang sudah ada. Bisa jadi bus ini kita tempatkan pada trayek yang load factor-nya sudah di atas 100 persen, atau kita desain trayek baru sesuai kebutuhan masyarakat,” katanya.
Namun demikian, operasional penuh bus sekolah rakyat tersebut direncanakan mulai tahun depan, mengingat saat ini sudah memasuki masa libur sekolah.
Meski begitu, Dishub Makassar akan terlebih dahulu melakukan survei trayek untuk menentukan penempatan armada yang paling efektif.
“Kalau arahan pimpinan menggunakan trayek lama, kita bisa langsung bundling dengan bus sekolah gratis sebelumnya. Tapi tetap akan kita sesuaikan dengan kebutuhan,” tambahnya.
Mengenai sasaran pengguna, Jusman menyebutkan bahwa pihaknya masih akan mengkaji apakah bus sekolah rakyat ini khusus melayani siswa dari sekolah rakyat atau juga dapat dimanfaatkan oleh siswa umum.
Namun pada prinsipnya, bus tersebut ditujukan untuk membantu mobilitas anak-anak sekolah. Sementara itu, Jusman mengungkapkan tingginya animo masyarakat terhadap layanan bus sekolah gratis yang telah berjalan.
Saat ini, lima unit bus sekolah yang beroperasi kerap mengalami kelebihan penumpang.
“Antusias siswa sangat tinggi. Bahkan dalam operasional sehari-hari, jumlah penumpang sering melebihi kapasitas tempat duduk. Ini menandakan kebutuhan masyarakat sangat besar,” ungkapnya.






