Tak hanya itu, bus sekolah tersebut juga telah dilengkapi Artificial Intelligence (AI) untuk mendeteksi potensi pelanggaran pengemudi, seperti merokok, mengantuk, keluar jalur, kurang fokus saat mengemudi, hingga kecepatan yang melebihi batas.
“Semua aktivitas bisa kita monitor setiap hari. Termasuk tracking posisi bus secara real time karena sudah berbasis GPS online,” tambah Jusman.
Terkait bus sekolah bantuan terbaru dari pemerintah pusat, Jusman menjelaskan bahwa fitur canggih tersebut merupakan bawaan pada tiga unit bus yang lebih dahulu diterima.
Meski demikian, teknologi serupa berpeluang dipasang pada bus baru, dengan catatan adanya dukungan anggaran.
“Fitur-fitur itu bisa saja kita suntikkan ke bus baru, ke depan bisa kita realisasikan,” pungkasnya.






