MAKASSAR, 05 Maret 2026 (Dotnews) — Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, memberikan sejumlah catatan strategis kepada Pemerintah Kota Makassar dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Makassar Tahun 2027.
Forum yang digelar oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Makassar itu berlangsung di Hotel Claro Makassar, Kamis (5/3/2026).
Dalam arahannya, Andi Sudirman menyoroti sejumlah isu strategis pembangunan kota, mulai dari penataan pelaku usaha mikro hingga persoalan lingkungan seperti pengelolaan sampah dan penanganan banjir yang dinilai masih menjadi tantangan utama di Makassar.
Pada kesempatan tersebut, ia juga memberikan apresiasi kepada Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, atas langkah penertiban dan penataan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta pedagang kaki lima (PKL) di sejumlah titik kota.
“Saya mengapresiasi Pak Wali Kota yang sudah melakukan penertiban di bahu jalan dan trotoar. Kita perlu bekerja sama dalam penataan UMKM,” ujar Andi Sudirman.
Menurutnya, langkah pemberian surat peringatan kepada pedagang yang berjualan di lokasi tidak semestinya merupakan bagian dari proses penataan agar aktivitas ekonomi tetap berjalan tanpa mengganggu ketertiban kota.
“Dengan pemberian SP1 kepada lapak jualan, itu menjadi pegangan teguran. Saya tidak bisa menyalahkan Wali Kota karena memang penataan itu harus dilakukan,” tambahnya.
Andi Sudirman juga menilai penataan kawasan penting untuk meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan sekaligus memperbaiki wajah Makassar sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di kawasan Indonesia Timur.
Ia menyebut masih terdapat sejumlah kawasan kumuh di Makassar yang perlu mendapatkan perhatian serius melalui program penataan yang terencana.
“Kota Makassar ini masih memiliki banyak kawasan kumuh. Ke depan kita akan lihat lokasi-lokasi yang bisa dilakukan penataan. Pemerintah provinsi siap membantu Wali Kota,” katanya.
Menurutnya, Makassar memiliki posisi strategis dalam perekonomian Sulawesi Selatan. Sekitar 30 persen aktivitas ekonomi provinsi tersebut berputar di kota ini, sehingga pembangunan Makassar menjadi prioritas penting.
“Hampir 30 persen sentra ekonomi ada di Makassar, maka tidak mungkin saya meninggalkan Makassar dalam hal pembangunan,” tegasnya.
Selain penataan kawasan dan ekonomi, Andi Sudirman juga menekankan pentingnya perhatian serius terhadap persoalan lingkungan, khususnya pengelolaan sampah yang kini menjadi perhatian pemerintah pusat.
Ia menyebut persoalan persampahan juga menjadi salah satu pesan dari Prabowo Subianto kepada pemerintah daerah.
Menurutnya, penanganan sampah memang tidak mudah, namun harus dilakukan melalui kerja sama antara pemerintah provinsi dan pemerintah kota.
“Kami tentu akan terus membantu karena ini juga menjadi tanggung jawab kami bersama,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan pemerintah pusat melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia telah memasukkan Makassar sebagai salah satu dari sekitar sembilan kota di Indonesia yang akan mendapatkan program pembangunan sistem pengelolaan sampah.
Program tersebut dinilai penting mengingat Makassar merupakan kota strategis di kawasan Indonesia Timur. Namun demikian, ia mengingatkan pemerintah daerah untuk memastikan seluruh persyaratan kesiapan program atau readiness criteria dapat dipenuhi agar program tersebut bisa direalisasikan.
Karena itu, ia meminta Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar untuk segera menyiapkan seluruh dokumen dan persyaratan yang diperlukan.
Selain penguatan sistem pengelolaan sampah, Andi Sudirman juga mendorong edukasi kepada masyarakat sejak dari hulu, termasuk membiasakan pemilahan sampah berdasarkan jenisnya.
Menurutnya, kampanye pemilahan sampah berbasis warna dapat menjadi salah satu solusi efektif dalam membangun kebiasaan masyarakat.
“Misalnya hijau untuk sampah organik atau yang bisa didaur ulang, kuning untuk jenis tertentu, dan merah untuk sampah berbahaya. Kalau masyarakat sudah terbiasa, mereka akan langsung mengenali jenis sampah hanya dengan melihat warna tempat sampah,” jelasnya.






