Appi juga mendorong agar kejuaraan-kejuaraan besar PORDI dapat digelar di Kota Makassar.
Menurutnya, Makassar memiliki banyak komunitas domino yang aktif dan antusias, serta siap menjadi tuan rumah berbagai event berskala besar, termasuk kejuaraan nasional.
“Kalau nanti mau bikin pertandingan besar, saya harap bisa dimulai di Makassar. Kita ingin menunjukkan bahwa domino bukan hanya sekadar permainan, tetapi olahraga yang mengasah otak dan strategi,” imbuh Munafri.
Mantan bos PSM itu juga menyinggung, peran domino dalam memperkuat interaksi sosial di masyarakat. Menurutnya, pertandingan domino kerap menjadi sarana berkumpul yang positif, mempererat kebersamaan, serta menjaga lingkungan tetap hidup dan aman.
Lanjut dia, domino ini unik. Permainannya sering terus dibahas bahkan setelah pulang ke rumah. Dari satu kesalahan kecil saja bisa jadi bahan diskusi panjang.
Ini menunjukkan betapa serius dan strategisnya olahraga ini. Di akhir sambutan, Appi menegaskan komitmen Pemerintah Kota Makassar untuk mendukung upaya PORDI menghapus stigma negatif terhadap domino dan menjadikannya sebagai olahraga prestasi yang mampu melahirkan atlet-atlet berdaya saing, baik di tingkat nasional maupun internasional.
“Saya berharap PORDI ke depan bisa mengangkat harkat dan martabat para pemain domino, serta melahirkan atlet-atlet berprestasi. Sekali lagi, selamat kepada seluruh pengurus yang baru dilantik. Semoga PORDI semakin jaya,” tutupnya.
Sementara itu, Ketua Pengprov PORDI Sulawesi Selatan, Ilham Arief Sirajuddin, menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemerintah Kota Makassar. Ia berkomitmen untuk membawa PORDI Sulsel menjadi organisasi olahraga yang profesional, inklusif, dan berorientasi pada prestasi.
Pelantikan ini menjadi momentum penting bagi pengembangan olahraga domino di Sulawesi Selatan, sekaligus memperkuat kolaborasi antara organisasi olahraga dan pemerintah daerah dalam pembinaan atlet dan penyelenggaraan kejuaraan.
IAS menegaskan komitmennya untuk memperkuat konsolidasi organisasi serta menjadikan Sulawesi Selatan sebagai barometer perkembangan olahraga domino di Indonesia.
Dia menyampaikan rasa syukur atas selesainya seluruh rangkaian agenda organisasi, meskipun sebelumnya sempat menghadapi sejumlah kendala.
Ia menyebut proses tersebut akhirnya dapat dituntaskan hingga pengukuhan kepengurusan yang baru.
“Alhamdulillah, seluruh rangkaian agenda organisasi hari ini dapat kita selesaikan, semuanya bisa dituntaskan sampai dengan pengukuhan pengurus,” ujar IAS.
Dia berharap PORDI Sulsel dapat menjadi bagian dari organisasi olahraga yang secara resmi berada di bawah pembinaan KONI Sulawesi Selatan.
Menurut IAS, secara mekanisme dan tahapan organisasi, PORDI telah memperoleh rekomendasi dari KONI Pusat, sehingga diharapkan tidak ada kendala bagi KONI daerah untuk memberikan pembinaan dan dukungan.
Dalam kesempatan tersebut, IAS juga mengakui bahwa proses penyusunan kepengurusan dilakukan dalam waktu yang relatif singkat.
Oleh karena itu, ia membuka peluang untuk melakukan penyesuaian struktur kepengurusan ke depan agar sesuai dengan latar belakang, kompetensi, dan keahlian masing-masing pengurus.
“Penyusunan kepengurusan dalam waktu yang sangat terbatas. Ke depan, setelah rapat pleno, kami akan melakukan penyesuaian agar struktur organisasi benar-benar sesuai dengan kompetensi dan keahlian masing-masing,” jelasnya.






