Dotnews.co.id, Makassar – Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol. M. Awal Chairuddin meminta jajaran Satuan Brigade Mobil (Satbrimob) Polda Sulsel memperkuat kesiapsiagaan operasional, menjaga kemampuan tempur, serta meningkatkan koordinasi lintas fungsi. Ia juga mengingatkan agar tidak terjadi gesekan antarsatuan di tengah tuntutan masyarakat terhadap profesionalisme Polri.
Penegasan itu disampaikan Awal Chairuddin saat mengunjungi Mako Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Sulsel di Jalan Sultan Alauddin Nomor 75, Makassar, Kamis (15/10/2026) pagi.
Kunjungan yang dimulai sekitar pukul 06.50 Wita tersebut dirangkaikan dengan apel bersama personel Makosatbrimob, Detasemen Gegana, dan Batalyon A Pelopor. Kedatangan Kapolda disambut Dansat Brimob Polda Sulsel Kombes Pol. Muhammad Ridwan beserta jajaran.
Dalam arahannya, Awal menekankan bahwa Brimob memiliki peran strategis dalam menghadapi eskalasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), terutama di wilayah dengan dinamika keamanan tinggi seperti Kota Makassar.
Karena itu, personel diminta tidak hanya menjaga kesiapan fisik, tetapi juga terus mengasah keterampilan melalui latihan rutin dan berkelanjutan.
“Keterampilan dan kemampuan yang sudah dimiliki personel Satbrimob Polda Sulsel harus terus dipelihara dan diasah. Jangan sampai kemampuan tempur, penanggulangan huru-hara (PHH), dan pencarian serta pertolongan atau search and rescue (SAR) yang selama ini dilatih justru menurun,” tegas Awal.
Minta Informasi Intelijen Diperkuat
Kapolda juga menyoroti pentingnya dukungan informasi yang cepat dan akurat dalam menentukan langkah penanganan gangguan keamanan. Menurut dia, kesiapan personel harus ditopang koordinasi yang baik dengan seluruh fungsi kepolisian.
Ia meminta fungsi intelijen, reserse kriminal, pembinaan masyarakat, dan satuan terkait lainnya aktif berbagi informasi dengan Satbrimob. Dengan begitu, potensi ancaman dapat diidentifikasi lebih awal dan respons di lapangan dilakukan secara terukur sesuai kebutuhan.
Selain kesiapan operasional, Awal memberi perhatian khusus terhadap soliditas internal Polri. Ia mengingatkan agar tidak ada perselisihan maupun persaingan yang menghambat kerja sama antarsatuan.
“Saya tidak ingin melihat ada perselisihan atau gesekan antara Satbrimob Polda Sulsel dengan satuan tugas Polri lainnya. Kita semua adalah satu keluarga besar Polri, harus solid dan saling mendukung, bukan saling bersaing,” ujarnya.
Pesan tersebut, kata dia, penting di tengah sorotan masyarakat terhadap kinerja kepolisian. Setiap tindakan anggota di lapangan akan memengaruhi penilaian publik terhadap institusi Polri.
“Kepercayaan publik terhadap Polri sedang diuji. Setiap tindakan kita di lapangan akan dinilai oleh masyarakat. Karena itu, jaga sikap dan profesionalisme,” kata Awal.
Dansat Brimob Siapkan Latihan Berkelanjutan
Dansat Brimob Polda Sulsel Kombes Pol. Muhammad Ridwan menyatakan arahan Kapolda menjadi penguatan bagi jajarannya untuk meningkatkan kemampuan, disiplin, dan kesiapan menghadapi berbagai situasi kamtibmas.
Ia menegaskan, pemeliharaan kemampuan personel akan dilakukan melalui latihan berkelanjutan. Setiap penugasan juga harus dijalankan secara profesional dan bertanggung jawab.
Ridwan turut menekankan pentingnya koordinasi dengan satuan lain di lingkungan Polri serta menjaga hubungan harmonis dengan TNI.
Menurut dia, soliditas dan sinergi menjadi faktor penting agar penanganan situasi keamanan berlangsung efektif dan terkoordinasi, sekaligus mendukung pelayanan kepada masyarakat.
Kunjungan tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat utama Polda Sulsel, antara lain Dirbinmas Kombes Pol. Anang Triarsono dan Kapolrestabes Makassar Kombes Pol. Arya Perdana, bersama jajaran pejabat utama Polda Sulsel dan Satbrimob.
Usai apel dan penyampaian arahan, kegiatan dilanjutkan dengan doa, perkenalan bersama para pejabat dan perwira Satbrimob, serta silaturahmi. Kapolda dan rombongan meninggalkan Mako Batalyon A Pelopor sekitar pukul 09.15 Wita.
Kunjungan ini menjadi momentum bagi Polda Sulsel untuk menegaskan kembali pentingnya kesiapan operasional, koordinasi lintas fungsi, dan disiplin personel. Ketiga aspek tersebut menjadi penopang pelaksanaan tugas kepolisian agar tetap profesional dan berorientasi pada keamanan masyarakat.






