Munafri menambahkan bahwa kerja sama kini memasuki fase kedua dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk RS Hermina, untuk memastikan intervensi yang sudah berjalan dapat dilanjutkan dan diperkuat.
Menutup sambutannya, ia berharap kemitraan antara Pemkot Makassar dan PT Nusantara Infrastructure dapat terus memberikan manfaat yang berkelanjutan.
“Atas nama Pemerintah Kota Makassar, kami ucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya atas kerja sama dan komitmen untuk saling berbagi,” pungkasnya.
Program Nusantara Peduli Stunting Fase 1, dimulai sejak Oktober 2024, dengan penerima manfaat mencakup anak-anak di RW 3 Kelurahan Pannampu.
Seluruh anak dalam program tersebut dinyatakan telah keluar dari status stunting oleh dokter spesialis anak RS Hermina Makassar setelah menerima intervensi dan pendampingan intensif.
Tak hanya itu, hampir seratus ibu hamil di wilayah layanan tiga puskesmas di Kecamatan Tallo juga telah menerima pemantauan kesehatan rutin, edukasi gizi, serta deteksi dini risiko kehamilan.
Sejumlah kondisi kehamilan berisiko tinggi yang sebelumnya tidak teridentifikasi, berhasil ditemukan dan ditangani tepat waktu melalui program ini.
Kinerja ini mendapat apresiasi tingkat nasional. Program NPS meraih Genting Award 2025 dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Masyarakat pada 10 Desember 2025 sebagai pengakuan atas kontribusi signifikan perusahaan dalam mendukung penurunan stunting di Makassar.
Direktur Utama PT Nusantara Infrastructure Tbk, M. Ramdani Basri, menyebut keberhasilan fase pertama menjadi fondasi penting bagi penguatan kolaborasi lintas sektor.
“Program ini menjadi bukti komitmen kami dalam mendukung Pemerintah Kota Makassar menekan angka stunting sekaligus membangun generasi yang lebih sehat dan kuat. Terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung,” ungkap Ramdani.
Ia berharap pelaksanaan Fase 2 dapat memberikan manfaat yang lebih luas serta menjadi model kolaborasi yang bisa direplikasi di daerah lain.






