Kini, Gedung baru MCH lima lantai, bukan sekadar bangunan megah, tapi simbol dari semangat baru anak muda Makassar untuk berkreasi, berinovasi, dan berkolaborasi. Di sinilah ide-ide segar tumbuh, mimpi anak muda diolah, dan karya lokal menemukan panggungnya.
Sementara di bidang pendidikan, Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pendidikan, bekerja sama dengan Universitas Negeri Makassar (UNM), meluncurkan Kurikulum Muatan Lokal untuk jenjang Sekolah Dasar.
Sebuah langkah besar untuk memastikan generasi muda tumbuh tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berakar kuat pada budaya dan karakter Makassar yang santun, beretika, dan berdaya saing global.
Tak kalah menyentuh, di sisi sosial, hadir program bedah rumah bagi warga berpenghasilan rendah. Sebanyak 62 unit rumah direnovasi, sebagian melalui APBD, sebagian lagi melalui CSR dari berbagai pihak.
Rumah-rumah yang dulu reyot kini berdiri lebih layak, menjadi simbol bahwa keberpihakan pemerintah kepada rakyat kecil bukan sekadar slogan, melainkan nyata di lapangan.
Di bidang ekonomi kreatif dan pemberdayaan, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Makassar menghadirkan Makassar Craft Expo 2025.
Selain memamerkan karya perajin lokal, kegiatan ini juga memperkuat kapasitas pelaku usaha lewat pelatihan, pemberian bantuan mesin jahit, hingga dorongan legalitas usaha.
Semua diarahkan agar pelaku UMKM naik kelas dan produk lokal Makassar mampu bersaing lebih luas. Sementara dari sisi sosial dan hukum, Dinas Sosial Kota Makassar menggelar Isbat Nikah Massal bagi 33 pasangan dari 15 kecamatan.
Program ini bukan sekadar legalisasi, tapi juga bentuk penghormatan terhadap martabat warga, agar setiap keluarga Makassar memiliki kepastian hukum dan pengakuan negara atas pernikahannya.
Rangkaian aksi kepedulian sosial juga turut mewarnai perayaan HUT kali ini. Di Lapangan Karebosi, ribuan warga mengikuti kegiatan sunatan massal, donor darah, dan pemasangan gigi tiruan massal yang bahkan mencatat Rekor MURI.
Semua layanan ini diberikan gratis oleh Dinas Kesehatan Kota Makassar sebagai bentuk perhatian terhadap kesehatan masyarakat.
Tak ketinggalan, Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Makassar menegaskan keseriusan Pemkot dalam memberikan perlindungan sosial bagi para pekerja melalui program Makassar Berjasa.
Lebih dari 263 ribu pekerja kini terlindungi, dengan total manfaat klaim mencapai ratusan miliar rupiah, melampaui target nasional.
Dalam aspek mitigasi bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menghadirkan inovasi baru berupa Early Warning System (EWS) banjir di tiga sungai utama Makassar.
Sistem ini pertama kali diterapkan di kota ini dan menjadi langkah strategis dalam membangun kota yang lebih tangguh terhadap risiko bencana.






