Pemerintahan

Munafri Arifuddin Tegaskan APBD Makassar untuk Lindungi dan Ringankan Beban Warga

×

Munafri Arifuddin Tegaskan APBD Makassar untuk Lindungi dan Ringankan Beban Warga

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyampaikan bahwa fokus utama pemerintah kota yang dipimpin adalah pemberian jaminan sosial kepada seluruh lapisan masyarakat.

Dalam arahannya kepada aparatur sipil negara (ASN), Munafri Arifuddin menegaskan bahwa komitmen sebagai pelayan publik adalah bekerja dengan sepenuh hati, meskipun beban kerja ke depan semakin besar.

Ia juga menuturkan, pentingnya empati dan simpati dalam pelayanan publik agar kerja birokrasi tidak bersifat administratif semata, melainkan berdampak nyata bagi kehidupan warga.

“Kita bekerja bukan hanya sebagai pegawai, tetapi untuk menghadirkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Selain pendidikan dan kesehatan, Pemkot Makassar turut menyatkaan bahwa perhatian terhadap penyandang disabilitas sebagai bagian dari komitmen membangun kota inklusif, terkait Kota ramah bagi difabel.

Pemerintah berkomitmen mulai tahun 2026 menghadirkan infrastruktur yang ramah disabilitas, mulai dari desain panggung kegiatan, pedestrian, hingga akses transportasi umum.

“Kita harus memastikan saudara-saudara difabel bisa berpartisipasi penuh dalam setiap kegiatan,” ujarnya.

Komitmen terhadap inklusivitas tersebut telah dimasukkan secara tegas dalam visi pembangunan Kota Makassar dan menjadi tanggung jawab moral pemerintah kepada publik untuk mewujudkannya secara nyata.

Di sektor kesehatan, Pemkot Makassar juga menyiapkan langkah pembenahan besar-besaran, khususnya pada pelayanan Puskesmas dan rumah sakit.

Pelayanan kesehatan, menurut Wali Kota, harus menjadi standar utama dan tidak boleh justru menimbulkan masalah baru bagi masyarakat.

“Jangan sampai orang datang sehat, pulang sakit karena pola pelayanan yang salah,” tegasnya lagi.

Fungsi Puskesmas akan dikembalikan pada peran pelayanan luar ruang dan pencegahan penyakit, dengan dukungan kegiatan dan anggaran yang lebih besar.

Selain itu, sejumlah bangunan mangkrak dan fasilitas terlantar akan diaktifkan kembali untuk mendukung layanan kesehatan masyarakat.

“Kita akan menambah dan mengaktifkan kembali fasilitas kesehatan yang selama ini terbengkalai. Pelayanan masyarakat adalah komitmen kami,” ungkapnya.

Menutup arahannya, Wali Kota Makassar menegaskan pentingnya perencanaan yang matang dalam setiap proses pembangunan. Ia menolak praktik perencanaan yang tidak terukur dan hanya bersifat formalitas.

“Tidak boleh lagi ada perencanaan ugal-ugalan. Perencanaan adalah dasar dari segalanya untuk memastikan bahwa kita benar-benar peduli dan bertanggung jawab terhadap pembangunan Kota Makassar,” demikian pesan Munafri.