JAKARTA, 31 Maret 2026 (Dotnews) — Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menghadiri Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) bersama Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan terkait percepatan implementasi Proyek Strategis Nasional (PSN) Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL), Selasa (31/3/2026).
Rapat yang digelar di Gedung Kemenko Bidang Pangan itu diikuti sejumlah kepala daerah dari wilayah yang masuk dalam daftar proyek PSEL. Forum ini bertujuan memastikan progres pembangunan berjalan sesuai target yang ditetapkan pemerintah pusat.
Munafri menyebut, rapat tersebut membahas perkembangan serta roadmap proyek PSEL yang kini tengah didorong percepatannya secara nasional.
Menurutnya, percepatan ini merupakan arahan langsung Presiden RI Prabowo Subianto agar proyek PSEL dapat berjalan lebih cepat dan masif di 33 lokasi di Indonesia, termasuk Kota Makassar, khususnya untuk daerah dengan timbunan sampah di atas 1.000 ton per hari.
“Ini adalah perintah langsung Presiden agar proyek ini bisa berjalan lebih cepat dan lebih masif,” ujar Munafri.
Dalam forum tersebut, Munafri juga menegaskan kesiapan Pemerintah Kota Makassar untuk mendukung pembangunan PSEL. Salah satu strategi yang diusulkan adalah optimalisasi lahan di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang, Kecamatan Manggala.
Ia menilai, pembangunan PSEL di dalam area TPA Antang akan lebih efisien karena tidak memerlukan pemindahan sampah ke lokasi baru yang berpotensi membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Selain itu, lokasi tersebut dinilai lebih aman secara sosial dan lingkungan karena telah lama difungsikan sebagai TPA, sehingga meminimalisir potensi penolakan dari masyarakat di wilayah baru.
Munafri menambahkan, kawasan TPA Antang juga berada pada zona yang memungkinkan pengembangan fasilitas industri pendukung PSEL. Jika disepakati, pemerintah kota hanya perlu menuntaskan proses pembebasan lahan.
Ia berharap proyek PSEL di Makassar dapat segera terealisasi sebagai solusi jangka panjang dalam penanganan sampah sekaligus menghasilkan energi listrik yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Ini diharapkan menjadi investasi yang mampu menyelesaikan persoalan sampah sekaligus memberi nilai tambah bagi Kota Makassar,” pungkasnya.






