Pemerintahan

Pemprov Sulsel Gaspol Benahi Jalan Luwu Raya, Tujuh Ruas Strategis Masuk Paket Lelang

×

Pemprov Sulsel Gaspol Benahi Jalan Luwu Raya, Tujuh Ruas Strategis Masuk Paket Lelang

Sebarkan artikel ini
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) mempercepat pembangunan infrastruktur jalan di wilayah Luwu Raya. Melalui Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK), sedikitnya dua paket proyek perbaikan jalan strategis tengah diproses, termasuk akses ekstrem menuju Kecamatan Seko, Kabupaten Luwu Utara.

MAKASSAR, 29 Januari 2026 (Dotnews) — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) mempercepat pembangunan infrastruktur jalan di wilayah Luwu Raya. Melalui Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK), sedikitnya dua paket proyek perbaikan jalan strategis tengah diproses, termasuk akses ekstrem menuju Kecamatan Seko, Kabupaten Luwu Utara.

Berdasarkan data Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE), Paket VI perbaikan jalan mencakup tujuh ruas penghubung antarwilayah yang selama ini menjadi tulang punggung mobilitas masyarakat dan distribusi logistik di Luwu Raya.

Ruas-ruas tersebut meliputi jalan Batas Kabupaten Toraja Utara–Pantilang–Bua sepanjang 3 kilometer dan Tedong Bonga–Buntao–Batas Kabupaten Luwu sepanjang 25,96 kilometer. Selain itu, proyek juga menyasar ruas Pantilang–Bonglo–Batas Kota Palopo (17,43 km) serta Batas Kabupaten Luwu–Latuppa sepanjang 5,17 kilometer.

Di wilayah Kota Palopo, tiga ruas jalan turut masuk daftar perbaikan, yakni Jalan Samiun (0,25 km), Jalan Opu Tosappaile (1,35 km), dan Jalan Pong Simpin sepanjang 4,82 kilometer.

Kepala Dinas BMBK Sulsel, Andi Ihsan, mengatakan proses lelang Paket VI saat ini telah memasuki tahap pembukaan dokumen. Pemerintah menargetkan pekerjaan fisik bisa segera berjalan agar dampak perbaikan jalan dapat dirasakan masyarakat secepatnya.

“Informasi terakhir masih tahap pembukaan dokumen lelang. Insyaallah dipercepat, mudah-mudahan bisa dikerjakan akhir Februari,” ujar Andi Ihsan.

Untuk mengejar target tersebut, Dinas BMBK terus berkoordinasi intensif dengan Biro Pengadaan Barang dan Jasa (Barjas) Pemprov Sulsel agar proses administrasi tidak berlarut-larut.

Selain Paket VI, Pemprov Sulsel juga memprioritaskan pembukaan dan perbaikan akses jalan menuju Kecamatan Seko, wilayah terpencil di Luwu Utara yang berjarak sekitar 550 kilometer dari Makassar. Hingga kini, akses ke Seko masih didominasi jalan berlumpur, berbatu, serta jembatan kayu, dengan kendaraan roda empat hanya mampu mencapai Dusun Paladoan.

Untuk menuntaskan persoalan tersebut, Pemprov Sulsel menggandeng Kementerian Pekerjaan Umum (KemenPU) melalui skema pembiayaan bersama. KemenPU mengalokasikan anggaran Rp48 miliar, sementara Pemprov Sulsel menyiapkan Rp20 miliar dari APBD.

“Itu juga sedang kita proses, secepatnya kita lelang,” kata Andi Ihsan. Ia menambahkan, paket yang bersumber dari KemenPU telah memiliki pemenang, sementara lelang dari APBD Sulsel dilakukan secara terpisah.

Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Jufri Rahman, menegaskan berbagai proyek infrastruktur tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah provinsi dalam memperkuat konektivitas kawasan Luwu Raya yang selama ini menghadapi tantangan geografis.

“Paket-paket infrastruktur di wilayah Luwu Raya ini adalah bentuk atensi Pemprov Sulsel terhadap pembangunan dan pemerataan akses di Luwu Raya,” ujar Jufri Rahman.

Pemprov Sulsel berharap percepatan proyek jalan ini mampu memperlancar arus barang dan jasa, menekan biaya logistik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan Luwu Raya secara berkelanjutan.