Bisnis

Penutupan Jalur Trans Sulawesi Hambat Distribusi Energi ke Luwu Raya

×

Penutupan Jalur Trans Sulawesi Hambat Distribusi Energi ke Luwu Raya

Sebarkan artikel ini
PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memastikan upaya distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) ke wilayah Luwu Raya terus dilakukan, meski menghadapi kendala akses jalan yang belum sepenuhnya normal.

LUWU, 27 Januari 2026 (Dotnews) — PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memastikan upaya distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) ke wilayah Luwu Raya terus dilakukan, meski menghadapi kendala akses jalan yang belum sepenuhnya normal. Hambatan distribusi terjadi akibat penutupan sejumlah titik di jalur Trans Sulawesi yang dipicu oleh penyampaian aspirasi masyarakat, sehingga menyebabkan kemacetan panjang dan menghambat pergerakan armada logistik, termasuk mobil tangki Pertamina.

Sejak akhir pekan lalu, Pertamina telah mengirimkan armada distribusi yang terdiri dari tujuh mobil tangki LPG dan lima mobil tangki BBM menuju wilayah Luwu, Luwu Timur, dan Luwu Utara. Namun, dalam pelaksanaannya, armada tersebut terjebak antrean kendaraan dalam waktu cukup lama. Bahkan, pada kondisi tertentu, sebagian kendaraan terpaksa kembali ke Fuel Terminal demi menjaga keselamatan operasional karena akses belum memungkinkan untuk dilalui.

Kondisi tersebut berdampak pada belum optimalnya penyaluran BBM dan LPG ke sejumlah titik layanan di wilayah Luwu Raya. Meski demikian, Pertamina menegaskan bahwa langkah penyaluran tetap dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan situasi di lapangan.

Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, T. Muhammad Rum, mengatakan pihaknya terus melakukan evaluasi dan pengaturan ulang pola distribusi agar pasokan energi dapat segera tersalurkan ketika akses kembali terbuka.

“Armada BBM dan LPG sudah kami siapkan dan bergerak ke wilayah tujuan. Namun, karena masih adanya antrean dan penutupan jalan di beberapa titik, penyaluran belum dapat berjalan maksimal. Kami terus menyesuaikan skema distribusi agar penyaluran bisa dilakukan segera setelah kondisi memungkinkan,” ujarnya.

Di sisi lain, Pertamina memastikan bahwa ketersediaan BBM dan LPG di Fuel Terminal serta Terminal LPG dalam kondisi aman dan mencukupi. Stok tersebut telah disiapkan untuk mendukung percepatan distribusi begitu jalur distribusi kembali normal.

Sebagai bagian dari langkah percepatan, Pertamina juga memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta instansi terkait lainnya. Koordinasi ini dilakukan untuk mendorong pembukaan akses distribusi sekaligus memastikan aspek keamanan dan keselamatan selama proses penyaluran berlangsung.

Pertamina berharap dukungan penuh dari pemerintah daerah dan aparat keamanan dalam mengawal pergerakan armada mobil tangki BBM dan skidtank LPG, khususnya saat melintasi jalur yang masih terdampak gangguan.

Melalui berbagai upaya tersebut, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menegaskan komitmennya untuk menjaga keandalan pasokan energi bagi masyarakat. Perusahaan berupaya agar distribusi BBM dan LPG ke wilayah Luwu, Luwu Timur, dan Luwu Utara dapat segera pulih sehingga aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat kembali berjalan normal.