MAKASSAR, 13 Februari 2026 (Dotnews) — Pembina Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) se-Kota Makassar, yang juga Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyampaikan sejumlah pesan penting kepada para camat dan ketua TP PKK, penuh makna.
Dalam arahannya, orang nomor satu di Kota Makassar itu menekankan pentingnya komitmen kinerja, dukungan keluarga, hingga pembentukan generasi emas melalui ketahanan rumah tangga.
Munafri Arifuddin mengawali pesannya dengan menyinggung soal perjanjian kinerja para camat yang baru saja ditandatangani.
“Saya hanya menitipkan beberapa pesan. Pak Camat tadi bertanda tangan menyangkut masalah perjanjian kinerja. Perjanjian kinerja ini akan sangat mempengaruhi karir ke depan,” ujarnya, dalam proses pelantikan Ketua TP PKK se-Kota Makassar, berlangsung di Baruga Anging Mamiri (Rujab Wali Kota) Makassar, Jumat (13/2/2026).
Pada kesempatan ini, hadir Melinda Aksa yang juga Ketua TP-PKK Kota Makassar, Ketua Dekranasda dan Bunda Paud Kota Makassar Periode 2025-2030. Serta Camat se-Kota Makassar.
Dihadapan emak-emak, Appi berpesan, para istri camat yang tergabung dalam PKK dapat menjadi pendukung utama dalam pencapaian target kerja suami di tingkat Kecamatan.
“Saya berharap Ibu PKK inilah menjadi supporting utama dalam kegiatan bapak camat ke depan,” lanjutnya.
Appi sapaan akrab Munafri Arifuddin, menyadari bahwa para camat menghadapi banyak persoalan di wilayah tugasnya.
Karena itu, ia secara khusus meminta agar persoalan rumah tangga tidak menjadi beban tambahan.
“Pak Camat ini punya tugas ada di wilayah masing-masing, pasti banyak sekali persoalan yang didapatkan di setiap tugas. Saya memohon dengan sangat kepada Ibu-Ibu PKK ini, tolong jangan ditambah lagi persoalan di rumah untuk Bapak-Bapak Camat ini,” canda Munafri disambut tawa di forum.
“Relakan camat bekerja, saya sangat yakin Bapak camat ini tidak akan mempertaruhkan jabatan dan nama baiknya hanya untuk bermain-main di dalam pekerjaannya,” lanjut Appi, disambut tepuk tangan.
Mantan CEO PSM itu juga menyinggung soal dinamika media sosial yang kerap memicu kesalahpahaman dalam rumah tangga.
“Jadi tolong kalau ada saja yang foto-foto, biarkan. Karena terlalu banyak juga ditanya, nanti Bapak-Bapak juga terlalu banyak lupa, siapa ini? Kenapa ini? Kenapa itu? Akhirnya tidak bisa dijawab dengan baik,” katanya.
Menurutnya, fondasi keluarga yang kuat terletak pada sikap saling mendukung dan memahami. Di dalam keluarga ini tidak ada yang lebih baik kecuali saling support, saling mengerti, saling memahami.
Lanjut Appi, inilah bentuk keutuhan keluarga. Memperlihatkan kemesraan kita di depan anak-anak ini menjadi sangat penting.
Ia menegaskan bahwa keluarga adalah titik awal pembentukan karakter dan kualitas generasi.
Dalam kesempatan itu, Munafri juga menekankan, peran strategis PKK dan Bunda PAUD dalam membangun fondasi generasi emas 2045.
Melihat bagaimana tumbuh kembang anak, bagaimana memberikan contoh dan teladan, bagaimana memberikan makanan yang baik dan bergizi.
“Menyangkut masalah kesehatan. PKK ini beserta Bunda PAUD, saya berharap ini menjadi fondasi awal yang harus kuat untuk menciptakan generasi emas di tahun 2045 yang akan datang, bahkan generasi emas di tahun-tahun yang akan datang. Karena dari keluarga semuanya dimulai,” imbuh Appi.
Orang nomor satu Kota Makassar itu mengaku selalu menyampaikan pesan serupa dalam setiap pertemuan dengan kader PKK maupun istri-istri pegawai.
“Tak ada rumah tangga tanpa persoalan, namun komunikasi menjadi kunci utama,” pesan Munafri, menutup sambutan.






