Pemerintahan

Refleksi Akhir Tahun 2025, Pemkot Makassar Jadikan Kepuasan Publik Kompas Pembenahan Layanan

×

Refleksi Akhir Tahun 2025, Pemkot Makassar Jadikan Kepuasan Publik Kompas Pembenahan Layanan

Sebarkan artikel ini
Refleksi Akhir Tahun 2025, Pemkot Makassar Jadikan Kepuasan Publik Kompas Pembenahan Layanan.

Dalam kategori sangat baik, Ras MD menyebut Kecamatan Ujung Tanah meraih nilai tertinggi dengan 96,366, disusul Kecamatan Tallo dengan nilai 92,280, serta Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Daerah dengan nilai 89,802.

“Nilai ini sebenarnya bisa dipasang di kantor camat sebagai bentuk apresiasi dan motivasi. Ujung Tanah, Tallo, dan Badan Kesbangpol Daerah layak menjadi contoh bagi yang lain,” imbuh Ras MD.

Sementara itu, pada kategori baik, Ras MD menyebut Kecamatan Makassar yang hanya membutuhkan tambahan sekitar tiga poin untuk masuk kategori sangat baik. Selain itu, kecamatan lain yang berada pada kategori baik antara lain Kecamatan Wajo.

Selanjutnya, Kecamatan Mariso, Kecamatan Kepulauan Sangkarrang, Kecamatan Mamajang, Kecamatan Ujung Pandang, Kecamatan Bontoala, Kecamatan Rappocini, dan Kecamatan Panakkukang.

Meski berada pada kategori baik, Ras MD mengingatkan bahwa sejumlah kecamatan tersebut berada dalam kondisi rawan jika tidak segera melakukan pembenahan sistem pelayanan.

“Ini baik, tetapi rawan. Kalau tidak dibenahi, bisa turun,” imbuh pengamat politik itu, secara tegas.

Untuk kategori kurang baik, Ras MD menyampaikan bahwa penilaian ini tidak ditujukan pada individu camat, melainkan pada sistem pelayanan yang berjalan. Kecamatan yang masuk kategori kurang baik antara lain Kecamatan Biringkanaya.

Berikutnya, Kecamatan Tamalate, Kecamatan Manggala, serta Kecamatan Biringkanaya. Sementara itu, Kecamatan Tamalanrea menjadi yang paling rawan.

“Ini bukan camatnya yang kurang baik, tetapi sistem pelayanannya yang perlu dibenahi,” saran Ras MD.

Ras MD juga menegaskan bahwa secara keseluruhan penilaian IKM 2025 telah mencakup 110 unit layanan, meliputi dinas, badan, bagian, kecamatan, hingga puskesmas.

Dari hasil pengujian terhadap sembilan unsur pelayanan, unsur biaya atau tarif menjadi satu-satunya yang masuk kategori sangat baik, sementara delapan unsur lainnya masih memerlukan perhatian serius.

“Terutama soal sarana dan prasarana serta waktu pelayanan. Dua unsur ini masih menjadi pekerjaan rumah bersama,” ungkapnya.

Berdasarkan hasil kolektif, nilai IKM Kota Makassar Tahun 2025 mencapai 81,761 dengan mutu pelayanan berada pada kategori baik. Jika dibandingkan dengan survei terakhir pada tahun 2022 yang mencatat nilai 80,470, terjadi tren kenaikan sebesar 1,291 poin.

“Ini nilai kolektif, hasil kerja semua pihak di Pemkot Makassar,” katanya.

Ia juga memaparkan perkembangan nilai IKM Kota Makassar sejak tahun 2018 hingga 2025 yang menunjukkan tren fluktuatif, namun kembali mengalami peningkatan pada tahun 2025.

Pada bagian akhir pemaparan, Ras MD menyampaikan sejumlah rekomendasi kolektif hasil survei, di antaranya menegaskan bahwa setiap pimpinan perangkat daerah bertanggung jawab terhadap nilai kolektif IKM.

Selain itu, perlu menjamin sarana dan prasarana yang layak, nyaman, aman, serta mendukung pelayanan digital dan akses disabilitas.