Makassar, 28 Februari 2026 (Dotnews) — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga harus menjadi pusat pembinaan umat dan ruang interaksi sosial masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Munafri saat melaksanakan Salat Isya dan Tarawih berjamaah dalam rangka Safari Ramadan Pemerintah Kota Makassar di Masjid Baburrahman, Perumahan Bukit Delta Mas, Jalan Berua Raya, Kecamatan Biringkanaya, Sabtu (28/2/2026) malam.
Dalam sambutannya, Munafri yang akrab disapa Appi mengatakan momentum Ramadan harus dimanfaatkan untuk menghidupkan fungsi masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan, sosial, dan edukasi masyarakat.
“Masjid tidak hanya dijadikan tempat ritual salat lima waktu, tetapi juga harus menjadi tempat kajian dan ruang melakukan berbagai kegiatan kebaikan,” kata Appi.
Menurutnya, masjid memiliki peran strategis dalam memperkuat hubungan sosial masyarakat sekaligus menjadi tempat mencari solusi terhadap berbagai persoalan sosial yang terjadi di lingkungan sekitar.
“Masjid harus menjadi ruang interaksi masyarakat dan tempat menyelesaikan persoalan-persoalan sosial yang ada,” ujarnya.
Appi juga menilai masjid memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda yang berlandaskan nilai-nilai keislaman dan Al-Qur’an. Hal itu dinilai menjadi fondasi penting dalam menyiapkan generasi emas Indonesia menuju 2045.
“Masjid adalah tempat membentuk dan mencetak generasi Islami serta generasi Qurani yang akan menjadi pondasi masa depan bangsa,” jelasnya.
Ia menambahkan, kegiatan Safari Ramadan yang dilakukan Pemerintah Kota Makassar bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan bagian dari upaya mempererat silaturahmi sekaligus membuka ruang komunikasi langsung antara pemerintah dan masyarakat.
“Kami ingin hadir di tengah masyarakat, membangun silaturahmi, memperkuat ukhuwah, dan membuka ruang komunikasi. Karena apa pun yang dilakukan pemerintah tidak akan berarti jika tidak dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Munafri juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun Kota Makassar. Menurutnya, seluruh program pemerintah harus memberikan manfaat nyata bagi warga.
“Program pemerintah harus berdampak langsung kepada masyarakat. Itu yang ingin kita bangun dalam sistem pemerintahan ini,” katanya.
Ia juga mengingatkan agar umat Islam tidak menyia-nyiakan bulan Ramadan yang hanya datang sekali dalam setahun. Menurutnya, Ramadan harus dimanfaatkan untuk meningkatkan ibadah dan kepedulian sosial.
“Jangan sampai Ramadan hanya dianggap sebagai bulan istirahat. Ini adalah momentum untuk memperbanyak amal dan memperkuat kebersamaan,” ucapnya.
Munafri turut menegaskan pentingnya peran RT dan RW sebagai perpanjangan tangan pemerintah dalam memantau kondisi masyarakat di tingkat lingkungan.
“RT dan RW adalah mata dan telinga pemerintah. Mereka yang paling dekat dengan masyarakat dan mengetahui persoalan warga yang perlu segera direspons,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, kegiatan Safari Ramadan juga dirangkaikan dengan penyerahan paket bantuan Ramadan dari Bosowa Peduli kepada masyarakat kurang mampu dan pengurus masjid sebagai bentuk kepedulian sosial selama bulan suci.






