MAKASSAR, 19 Maret 2026 (Dotnews) — Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menutup rangkaian Safari Ramadan Pemerintah Kota Makassar di Pulau Barrang Lompo, Kecamatan Kepulauan Sangkarrang, Rabu (18/3/2026) malam kemarin.
Kegiatan malam ke-29 Ramadan ini menjadi penutup agenda safari setelah hampir sebulan penuh jajaran Pemkot Makassar menyapa masyarakat di seluruh kecamatan, termasuk wilayah kepulauan dengan tantangan geografis tersendiri.
Dalam kunjungan tersebut, Munafri bersama rombongan melaksanakan salat Isya dan Tarawih berjamaah. Ia menegaskan Safari Ramadan bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi sarana mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat.
“Alhamdulillah, kami telah hadir di seluruh kecamatan tanpa terkecuali. Dan malam ini kita tutup di Kepulauan Sangkarrang, khususnya Pulau Barrang Lompo,” ujarnya.
Menurutnya, kehadiran pemerintah di masjid-masjid memberi ruang untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung, sekaligus mengidentifikasi persoalan di lapangan.
Selama Ramadan, Pemkot Makassar juga menggelar berbagai kegiatan keagamaan, mulai dari salat Subuh berjamaah, buka puasa bersama, hingga Tarawih. Khusus 10 malam terakhir, turut dilaksanakan qiyamul lail di Masjid Balai Kota Makassar.
Pada kesempatan itu, Munafri juga menyerahkan bantuan pangan untuk Februari dan Maret bekerja sama dengan Perum Bulog, serta bingkisan bagi marbot dan masyarakat melalui kolaborasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).
Selain itu, ia memaparkan sejumlah program prioritas untuk wilayah kepulauan, salah satunya program “Pete-pete Pulau” berupa layanan kapal gratis antar pulau yang disiapkan Dinas Perhubungan.
“Ini untuk memudahkan mobilitas masyarakat tanpa harus memikirkan biaya transportasi,” jelasnya.
Pemkot Makassar juga menyiapkan insentif tambahan bagi tenaga kesehatan dan pendidik yang bertugas di wilayah kepulauan, dengan skema berdasarkan kategori pulau.
Di sektor infrastruktur, peningkatan jalan dan paving menjadi fokus utama. Sementara untuk kebutuhan dasar, Munafri menargetkan pasokan listrik di Pulau Barrang Lompo dapat menyala 24 jam paling lambat tahun depan.
“Insya Allah tahun depan listrik bisa 24 jam. Ini penting karena banyak aktivitas masyarakat terganggu akibat keterbatasan listrik,” tegasnya.
Munafri berharap komunikasi antara pemerintah dan masyarakat terus terjalin erat, sehingga setiap kebutuhan warga dapat direspons cepat dan tepat.
“Yang kita inginkan adalah kedekatan dan kerja sama yang baik antara pemerintah dan masyarakat,” pungkasnya.






