<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>amran sulaiman Arsip - Dot NEWS</title>
	<atom:link href="https://dotnews.co.id/tag/amran-sulaiman/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://dotnews.co.id/tag/amran-sulaiman/</link>
	<description>Informatif. Edukatif. Inspiratif</description>
	<lastBuildDate>Thu, 09 Oct 2025 11:26:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://dotnews.co.id/wp-content/uploads/2025/02/cropped-Picsart_25-02-07_02-33-09-031-32x32.png</url>
	<title>amran sulaiman Arsip - Dot NEWS</title>
	<link>https://dotnews.co.id/tag/amran-sulaiman/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Bertemu Mentan Amran Sulaiman, Munafri Paparkan Program Green House Dukung Ketahanan Pangan</title>
		<link>https://dotnews.co.id/bertemu-mentan-amran-sulaiman-munafri-paparkan-program-green-house-dukung-ketahanan-pangan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Oct 2025 11:26:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Aliyah Mustika Ilham]]></category>
		<category><![CDATA[amran sulaiman]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian Pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[Menteri pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[Munafri Arifuddin]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot Makassar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://dotnews.co.id/?p=4256</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA, 09 Oktober 2025 (Dotnews) &#8211; Wali Kota...</p>
<p>Artikel <a href="https://dotnews.co.id/bertemu-mentan-amran-sulaiman-munafri-paparkan-program-green-house-dukung-ketahanan-pangan/">Bertemu Mentan Amran Sulaiman, Munafri Paparkan Program Green House Dukung Ketahanan Pangan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://dotnews.co.id">Dot NEWS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>JAKARTA, 09 Oktober 2025 (Dotnews)</strong></em> &#8211; Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menargetkan Kota Makassar menjadi salah satu daerah penopang pangan nasional melalui pengembangan urban farming atau pertanian di lahan sempit perkotaan.</p>
<p>Langkah ini diambil sebagai upaya strategis dalam mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan, meskipun Makassar bukan wilayah dengan lahan pertanian luas.</p>
<p>Hal tersebut disampaikan Munafri usai mengikuti Rapat Koordinasi Ketersediaan Pangan Nasional bersama Menteri Pertanian RI, Amran Sulaiman, dan sejumlah kepala daerah di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Kamis (9/10/2025).</p>
<p>Dalam keterangannya, Munafri menegaskan bahwa meski Makassar adalah kota metropolitan dengan lahan pertanian terbatas, namun potensi pengembangan pertanian lahan sempit cukup besar jika didukung teknologi modern.</p>
<p>&#8220;Kami dari Kota Makassar ini tidak punya banyak lahan pertanian. Karena itu, kami menyampaikan kepada Pak Menteri agar Kementerian bisa memberikan dukungan terhadap pengembangan pertanian lahan sempit di perkotaan,&#8221; ujar Munafri di kantor Kementan RI.</p>
<p>Sebagai langkah awal, Pemerintah Kota Makassar mendorong pembangunan minimal tiga green house percontohan di sejumlah titik strategis.</p>
<p>Menurutnya, kehadiran green house tersebut diharapkan dapat menjadi trigger atau pemantik minat masyarakat perkotaan untuk terlibat dalam kegiatan pertanian modern.</p>
<p>&#8220;Di Kota Makassar kami butuh ada percontohan green house, minimal tiga unit, untuk memberikan minat kepada masyarakat kota agar mau melakukan pertanian lahan sempit dengan teknologi yang tepat,&#8221; jelasnya, saat memberikan keterangan kepada media nasional.</p>
<p>Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Appi itu mengungkapkan, bahwa potensi pengembangan pertanian perkotaan di Makassar cukup besar, terutama dengan adanya sekitar 5.000 lorong yang dapat dimanfaatkan sebagai basis kegiatan lorong pangan.</p>
<p>Program ini selaras dengan kebijakan Kementerian Pertanian terkait tanaman pekarangan bergizi, yang akan diadopsi oleh Pemkot Makassar untuk menciptakan lapangan kerja baru sekaligus memperkuat ketahanan pangan lokal.</p>
<p>&#8220;Saya berharap program tanaman pekarangan bergizi dari Kementerian bisa kami adopsi. Selain membuka peluang kerja, ini juga membantu memperkuat ketahanan pangan di tingkat kota,&#8221; harap politisi Golkar itu.</p>
<p>Selain urban farming, mantan Bos PSM itu juga menilai keberadaan lahan persawahan yang tersisa di wilayahnya. Saat ini, sekitar 30 persen lahan sawah di Makassar masih berfungsi sebagai daerah irigasi tadah hujan.</p>
<p>Oleh sebab itu, Appi menuturkan perlu adanya dukungan peralatan dan infrastruktur pertanian dari pemerintah pusat agar lahan tersebut tidak beralih fungsi menjadi kawasan pembangunan.</p>
<p>&#8220;Harapan kami ada bantuan alat pertanian bagi masyarakat, seperti kontraktor atau mesin pengolah lahan, agar lahan pertanian yang tersisa bisa dimaksimalkan dan tidak terkonversi menjadi kawasan pembangunan,&#8221; tutur Appi.</p>
<p>Ia juga menyambut baik respon positif dari Menteri Pertanian yang berkomitmen memberikan dukungan teknis melalui jajaran direktorat jenderal terkait.</p>
<p>Pemkot Makassar, lanjutnya, segera menyiapkan usulan teknis secara lebih rinci untuk disampaikan kepada Kementerian Pertanian.</p>
<p>&#8220;Alhamdulillah, Pak Menteri merespons dengan baik. Dalam waktu dekat, kami akan koordinasi dengan Dirjen yang lebih teknis untuk mematangkan seluruh program yang akan dijalankan, termasuk dukungan anggaran dari Kementan,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Munafri menegaskan bahwa strategi penguatan ketahanan pangan di Kota Makassar akan dijalankan secara terpadu, dengan mengintegrasikan berbagai sektor seperti pengelolaan sampah dan pertanian urban.</p>
<p>Dua menambahakan, sistem ini akan melahirkan siklus ekonomi sirkular di mana hasil pengelolaan sampah organik dapat dimanfaatkan kembali sebagai pupuk untuk urban farming.</p>
<p>&#8220;Kami akan terapkan sistem terintegrasi pengelolaan sampah yang ujung-ujungnya mendukung pertanian lahan sempit seperti urban farming. Komunitas sayur-sayuran, termasuk tomat dan tanaman hortikultura lainnya, akan kami support penuh,&#8221; jelas Munafri.</p>
<p>Dengan pendekatan tersebut, Munafri optimistis Makassar dapat menjadi contoh kota besar yang berhasil memadukan inovasi perkotaan dengan kemandirian pangan, sekaligus menjawab tantangan keterbatasan lahan di tengah pertumbuhan kota.</p>
<p>&#8220;Ini cara kami menjaga ketahanan pangan di tengah kota metropolitan. Makassar bisa menjadi contoh bahwa keterbatasan lahan bukan alasan untuk tidak berdaulat pangan,&#8221; pungkasnya.</p>
<p>Dalam pertemuan ini, hadir mendampingi Wali Kota Munafri, Sekretaris Daerah Kota Makassar, Andi Zulkifly Nanda, Ketua Tim Ahli Pemkot, Andi Hudli Huduri, Kepala Dinas Perikanan dan Pertanian (DP2) Kota Makassar, Aulia Arsyad, Kepala Bapenda, Asminullah.</p>
<p>Sedangkan, Kepala Dinas Perikanan dan Pertanian (DP2) Kota Makassar, Aulia Arsyad, mengatakan bahwa dalam rapat koordinasi bersama Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, pihak Pemkot menyampaikan sejumlah usulan bantuan yang dibutuhkan Pemkot Makassar untuk memperkuat ketahanan pangan masyarakat di wilayah perkotaan.</p>
<p>&#8220;Pak Menteri merespon permintaan kami terkait bantuan Pekarangan Pangan Berkelanjutan (P2L) untuk lorong-lorong, pengembangan green house, serta alat dan mesin pertanian seperti combine harvester, traktor roda dua (TR2), dan traktor roda empat (TR4),&#8221; ujar Aulia.</p>
<p>Menurutnya, langkah ini merupakan bagian dari upaya Pemkot Makassar untuk mengoptimalkan lahan terbatas di perkotaan agar tetap produktif, sejalan dengan program Lorong Wisata dan gerakan Urban Farming yang terus digencarkan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin.</p>
<p>Aulia menambahkan, bantuan yang diusulkan akan difokuskan untuk mendukung masyarakat lorong dan kelompok tani perkotaan agar mampu memproduksi kebutuhan pangan secara mandiri.</p>
<p>&#8220;Kami berharap dukungan dari Kementan ini bisa segera terealisasi, sehingga masyarakat kota bisa merasakan manfaat langsung dari pengembangan pertanian perkotaan yang berkelanjutan,&#8221; tutupnya.</p>
<p>Artikel <a href="https://dotnews.co.id/bertemu-mentan-amran-sulaiman-munafri-paparkan-program-green-house-dukung-ketahanan-pangan/">Bertemu Mentan Amran Sulaiman, Munafri Paparkan Program Green House Dukung Ketahanan Pangan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://dotnews.co.id">Dot NEWS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Capaian Spektakuler 4 Juta Ton Cadangan Beras, Mentan Amran Sulaiman Ucapkan Terima Kasih Kepada Petani Dan Seluruh Stakeholders</title>
		<link>https://dotnews.co.id/capaian-spektakuler-4-juta-ton-cadangan-beras-mentan-amran-sulaiman-ucapkan-terima-kasih-kepada-petani-dan-seluruh-stakeholders/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 May 2025 04:40:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[amran sulaiman]]></category>
		<category><![CDATA[menteri pertanian ri]]></category>
		<category><![CDATA[Prabowo subianto]]></category>
		<category><![CDATA[Presiden RI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://dotnews.co.id/?p=1921</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, 30 Mei 2025 (Dotnews) – Pemerintah mencatatkan...</p>
<p>Artikel <a href="https://dotnews.co.id/capaian-spektakuler-4-juta-ton-cadangan-beras-mentan-amran-sulaiman-ucapkan-terima-kasih-kepada-petani-dan-seluruh-stakeholders/">Capaian Spektakuler 4 Juta Ton Cadangan Beras, Mentan Amran Sulaiman Ucapkan Terima Kasih Kepada Petani Dan Seluruh Stakeholders</a> pertama kali tampil pada <a href="https://dotnews.co.id">Dot NEWS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Jakarta, 30 Mei 2025 (Dotnews) – Pemerintah mencatatkan sejarah baru dalam tata kelola pangan nasional. Untuk pertama kalinya sejak Perum Bulog berdiri pada 1969, stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) menembus angka fantastis 4 juta ton.</p>
<p>Berdasarkan laporan real-time per Kamis, 29 Mei 2025 pukul 21.41 WIB, serapan setara beras oleh Bulog telah mencapai 2.407.257 ton, dan total stok beras nasional resmi tercatat sebesar 4.001.059 ton. Angka ini menjadi simbol konkret keberhasilan kolaborasi nasional dalam memperkuat ketahanan pangan dan mensejahterakan petani Indonesia.</p>
<p>Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi terhadap capaian ini.</p>
<p>“Saya menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh petani Indonesia, Komisi IV DPR RI, TNI, Polri, Kejaksaan,, Gubernur, Bupati, Kepala Dinas Pertanian, PIHC, Perum Bulog, para pengamat, akademisi, pelaku usaha penggilingan, penyuluh pertanian lapangan (PPL), dan para media. Semua pihak telah bekerja bahu-membahu hingga Indonesia mencapai cadangan beras terbesar dalam sejarah,” ungkap Mentan Amran di Jakarta, Jumat (30/5/2025).</p>
<p>Mentan menyebut bahwa capaian spektakuler ini tak lepas dari gagasan besar Presiden Prabowo Subianto, yang secara konsisten mendorong berbagai terobosan strategis melalui penerbitan Instruksi Presiden (Inpres) untuk memperkuat produksi dan memudahkan petani dalam berusaha tani.</p>
<p>“Presiden Prabowo memberi perhatian luar biasa pada pertanian. Penetapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Gabah Kering Panen sebesar Rp6.500/kg dan penghapusan sistem rafaksi menjadi bukti nyata. Petani kini menikmati harga jual yang menguntungkan, bahkan di saat panen raya,” tambahnya.</p>
<p>Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras nasional pada Januari–Mei 2025 diperkirakan mencapai 16,55 juta ton, meningkat tajam 11, 95% dari tahun sebelumnya.</p>
<p>Capaian tersebut juga sejalan dengan kinerja serapan Bulog yang mencatat rekor tertinggi dalam 57 tahun terakhir. Hingga akhir Mei 2025, Bulog telah menyerap lebih dari 2,4 juta ton beras lokal, melonjak lebih dari 400% dibandingkan rata-rata serapan dalam periode sama 5 tahun terakhir yang hanya berada di kisaran 1,2 juta ton.</p>
<p>“Ini menunjukkan bahwa produksi dalam negeri tidak hanya meningkat, tapi juga diserap secara masif langsung dari petani. Langkah ini efektif memperkuat cadangan nasional dan menjaga kestabilan harga di tingkat petani,” terang Mentan Amran.</p>
<p>Mentan Amran menegaskan bahwa pencapaian 4 juta ton bukan sekadar angka statistik, melainkan simbol kuat dari meningkatnya kesejahteraan petani dan kemandirian bangsa.</p>
<p>“Dulu saat panen raya, harga gabah kerap anjlok dan petani merugi. Kini, mayoritas petani bisa menjual GKP minimal Rp6.500 per kg sesuai HPP, bahkan lebih. Ini buah dari kebijakan yang berpihak pada petani,” katanya.</p>
<p>Ia juga memberikan apresiasi khusus pada strategi agresif jemput bola yang dilakukan oleh Bulog dalam menyerap gabah petani secara langsung.</p>
<p>“Langkah Bulog menjemput hasil panen langsung dari petani sangat efektif. Ini bukan hanya memperkuat cadangan beras pemerintah, tapi juga memberikan kepastian harga dan pasar bagi petani kita,” jelas Mentan.</p>
<p>Dengan kolaborasi lintas sektor yang kuat dan kebijakan strategis yang tepat sasaran, pemerintah optimistis bahwa ketahanan pangan Indonesia bukan lagi impian, tetapi realitas yang terus dibangun dan dijaga.</p>
<p>Artikel <a href="https://dotnews.co.id/capaian-spektakuler-4-juta-ton-cadangan-beras-mentan-amran-sulaiman-ucapkan-terima-kasih-kepada-petani-dan-seluruh-stakeholders/">Capaian Spektakuler 4 Juta Ton Cadangan Beras, Mentan Amran Sulaiman Ucapkan Terima Kasih Kepada Petani Dan Seluruh Stakeholders</a> pertama kali tampil pada <a href="https://dotnews.co.id">Dot NEWS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>LSI Denny JA: Prabowo Butuh Sosok &#8220;Mr Clean&#8221; Seperti Amran Sulaiman</title>
		<link>https://dotnews.co.id/lsi-denny-ja-prabowo-butuh-sosok-mr-clean-seperti-amran-sulaiman/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 May 2025 10:18:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[amran sulaiman]]></category>
		<category><![CDATA[lembaga survei indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[mentan ri]]></category>
		<category><![CDATA[Prabowo subianto]]></category>
		<category><![CDATA[Presiden RI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://dotnews.co.id/?p=1816</guid>

					<description><![CDATA[<p>BANDUNG, 22 Mei 2025 (Dotnews) &#8211; Direktur Eksekutif...</p>
<p>Artikel <a href="https://dotnews.co.id/lsi-denny-ja-prabowo-butuh-sosok-mr-clean-seperti-amran-sulaiman/">LSI Denny JA: Prabowo Butuh Sosok &#8220;Mr Clean&#8221; Seperti Amran Sulaiman</a> pertama kali tampil pada <a href="https://dotnews.co.id">Dot NEWS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>BANDUNG, 22 Mei 2025 (Dotnews) &#8211; Direktur Eksekutif Citra Komunikasi Lembaga Survei Indonesia (LSI) Denny JA, Toto Izul Fatah, menyatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto perlu lebih banyak sosok seperti Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di kabinetnya.</p>
<p>Ia menilai sosok yang dijuluki &#8220;Mr Clean&#8221; ini sangat dibutuhkan untuk menjaga efektivitas pemerintahan Prabowo dan meningkatkan dukungan serta kepercayaan publik.</p>
<p>Toto mengemukakan pandangannya tersebut sebagai respons terhadap pernyataan Presiden Prabowo mengenai melimpahnya stok beras dan tingginya produksi jagung di Indonesia.</p>
<p>&#8220;Menurut saya, apa yang disampaikan Pak Prabowo soal keberhasilan swasembada pangan, khususnya beras dan jagung, itu sebagai bentuk apresiasi terhadap kinerja Menteri Pertanian, Amran Sulaiman. Apalagi, dilakukan dalam waktu kurang dari satu tahun,&#8221; ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima media, Rabu (21/5/2025).</p>
<p>Ia menjelaskan bahwa keberhasilan Amran dalam meningkatkan produksi pertanian beras dan jagung di Tanah Air tidak terlepas dari latar belakang pendidikan yang dimilikinya, yaitu lulusan Ilmu Pertanian dari jenjang sarjana hingga doktoral.</p>
<p>Kompetensi tersebut menjadikan Amran seorang ahli di bidangnya, memungkinkan dia untuk bekerja secara efektif, tulus, tegas, dan tanpa beban. Toto juga menekankan bahwa Amran dikenal sebagai sosok yang tegas dan tidak ragu untuk memecat pejabat di bawahnya yang terlibat dalam praktik korupsi atau tidak kompeten.</p>
<p>&#8220;Mr Clean berkinerja sangat baik dan dinilai bersih dari praktik korupsi yang saat ini sudah berada di level akut,&#8221; ungkapnya. Oleh karena itu, Toto menilai wajar jika Amran Sulaiman mendapatkan julukan tersebut di kabinet Presiden Prabowo. Ia berpendapat, untuk mencapai pemerintahan yang efektif, Prabowo perlu memperbanyak menteri yang memiliki kinerja seperti &#8220;Mr Clean&#8221;. &#8220;Artinya, para menteri yang ada di jajaran kabinet tidak berpikir lagi untuk memperkaya diri sendiri karena sudah selesai dengan urusan pribadinya,&#8221; kata Toto. Terkait dengan potensi Amran dalam radar politik untuk Pilpres 2029, Toto tidak ingin berspekulasi terlalu jauh.</p>
<p>Namun, ia menegaskan bahwa jika kinerja Amran sebagai Menteri Pertanian konsisten dan semakin baik dalam tiga tahun ke depan, maka tidak mustahil Amran akan menjadi tokoh yang diperhitungkan.</p>
<p>&#8220;Minimal, pada Pilpres 2029 mendatang, Pak Amran menjadi gadis cantik yang punya magnet untuk dilamar siapa saja, baik sebagai capres maupun cawapres. Dan Pak Amran sudah cukup punya modal baik popularitas maupun elektabilitas sebagai hukum besi keterpilihan,&#8221; pungkas Toto.</p>
<p>Artikel <a href="https://dotnews.co.id/lsi-denny-ja-prabowo-butuh-sosok-mr-clean-seperti-amran-sulaiman/">LSI Denny JA: Prabowo Butuh Sosok &#8220;Mr Clean&#8221; Seperti Amran Sulaiman</a> pertama kali tampil pada <a href="https://dotnews.co.id">Dot NEWS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
