<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>bpbd kota makassar Arsip - Dot NEWS</title>
	<atom:link href="https://dotnews.co.id/tag/bpbd-kota-makassar/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://dotnews.co.id/tag/bpbd-kota-makassar/</link>
	<description>Informatif. Edukatif. Inspiratif</description>
	<lastBuildDate>Mon, 05 Jan 2026 00:51:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://dotnews.co.id/wp-content/uploads/2025/02/cropped-Picsart_25-02-07_02-33-09-031-32x32.png</url>
	<title>bpbd kota makassar Arsip - Dot NEWS</title>
	<link>https://dotnews.co.id/tag/bpbd-kota-makassar/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>BPBD Makassar Tembus Medan Berbahaya, 13 Warga Selamat dari Terjangan Air Bah di Gowa</title>
		<link>https://dotnews.co.id/bpbd-makassar-tembus-medan-berbahaya-13-warga-selamat-dari-terjangan-air-bah-di-gowa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Jan 2026 00:51:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Aliyah Mustika Ilham]]></category>
		<category><![CDATA[bpbd kota makassar]]></category>
		<category><![CDATA[fadli]]></category>
		<category><![CDATA[Munafri Arifuddin]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot Makassar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://dotnews.co.id/?p=5549</guid>

					<description><![CDATA[<p>MAKASSAR, 05 Januari 2026 (Dotnews) — Hujan deras...</p>
<p>Artikel <a href="https://dotnews.co.id/bpbd-makassar-tembus-medan-berbahaya-13-warga-selamat-dari-terjangan-air-bah-di-gowa/">BPBD Makassar Tembus Medan Berbahaya, 13 Warga Selamat dari Terjangan Air Bah di Gowa</a> pertama kali tampil pada <a href="https://dotnews.co.id">Dot NEWS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>MAKASSAR, 05 Januari 2026 (Dotnews)</strong></em> — Hujan deras yang mengguyur kawasan hulu Sungai Jeneberang berubah menjadi ancaman serius dalam hitungan menit. Air bah yang datang secara tiba-tiba memutus jalur penyeberangan dan menjebak 13 warga Kota Makassar di kawasan wisata alam Air Terjun Barayya, Sungai Jeneberang, Kabupaten Gowa.</p>
<p>Menerima laporan kejadian tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar langsung bergerak cepat melakukan operasi penyelamatan terhadap seluruh korban yang terjebak.</p>
<p>“Mereka terjebak akibat banjir bandang di kawasan wisata alam Air Terjun Barayya, Sungai Jeneberang, Kabupaten Gowa,” ungkap Kepala BPBD Kota Makassar, Dr. Fadli Tahar, Minggu malam (4/1/2026).</p>
<p>Peristiwa ini dipicu oleh cuaca ekstrem yang melanda wilayah hulu sungai. Saat kejadian, rombongan warga Makassar tengah melakukan aktivitas wisata alam bersama komunitasnya dengan menjelajahi kawasan air terjun. Namun hujan deras yang turun di hulu menyebabkan debit Sungai Jeneberang meningkat drastis dalam waktu singkat.</p>
<p>Arus sungai yang tiba-tiba deras memutus jalur penyeberangan yang sebelumnya dilalui rombongan. Akibatnya, 13 orang terjebak dan tidak mampu melintas karena kondisi arus yang sangat berbahaya. Para korban terpaksa bertahan di dataran yang lebih tinggi sambil menunggu bantuan.</p>
<p>Meski lokasi kejadian berada di luar wilayah administratif Kota Makassar, BPBD Makassar tetap merespons cepat setelah menerima informasi bahwa para korban merupakan warga Kota Makassar. Tim evakuasi langsung diterjunkan ke lokasi dengan membawa ambulans serta perlengkapan penyelamatan lengkap.</p>
<p>Operasi evakuasi berlangsung dalam kondisi yang cukup menantang. Selain hujan yang masih turun, medan terjal, arus sungai yang kuat, serta keterbatasan pencahayaan karena hari mulai gelap menambah risiko bagi tim penyelamat.</p>
<p>Dalam proses evakuasi, BPBD Makassar mengerahkan berbagai peralatan pendukung, seperti perlengkapan mountaineering, life jacket, peralatan medis, perlengkapan rescue, serta logistik darurat berupa jaket penghangat dan makanan.</p>
<p>“Satu per satu korban kami jangkau menggunakan teknik evakuasi khusus, dengan tetap mengutamakan keselamatan semua pihak,” jelas Fadli.</p>
<p>Seluruh korban yang terdiri dari 5 perempuan dan 8 laki-laki berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Setelah berhasil keluar dari lokasi kejadian, para korban langsung dibawa menggunakan ambulans dan kendaraan operasional BPBD menuju Kota Makassar untuk mendapatkan penanganan lanjutan.</p>
<p>Fadli Tahar menegaskan bahwa keselamatan warga merupakan tanggung jawab moral dan kemanusiaan yang tidak dibatasi oleh wilayah administratif.</p>
<p>“Semua yang kami evakuasi adalah warga Kota Makassar. Di mana pun mereka berada, keselamatan mereka tetap menjadi tanggung jawab kami. Medan sangat berat dan berisiko, namun itu tidak boleh menghalangi tugas kemanusiaan,” tegasnya.</p>
<p>Selain proses evakuasi, BPBD Makassar juga memastikan kebutuhan dasar para korban terpenuhi, termasuk penanganan medis awal, jaket penghangat, serta makanan untuk menjaga kondisi fisik dan psikologis mereka.</p>
<p>Fadli turut mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat melakukan aktivitas wisata alam, khususnya di musim penghujan. Menurutnya, potensi banjir bandang di kawasan sungai dan air terjun dapat terjadi secara tiba-tiba dan sulit diprediksi.</p>
<p>Keberhasilan operasi ini kembali menegaskan peran BPBD Kota Makassar sebagai garda terdepan dalam penanggulangan bencana dan penyelamatan kemanusiaan. BPBD hadir bekerja dalam senyap, menembus batas wilayah administratif, dan mempertaruhkan keselamatan demi menyelamatkan nyawa.</p>
<p>“Keselamatan warga adalah amanah. BPBD Kota Makassar berkomitmen untuk selalu mendahulukan penyelamatan kemanusiaan,” pungkas Fadli.</p>
<p>Adapun 13 warga yang berhasil dievakuasi masing-masing bernama Faisal, Anis, Rini, Dini, Sety, Titi, Ahmad, Tini, Dayat, Ikram, Ikhsan, Edo, dan Ical.</p>
<p>Sebelumnya, respons cepat BPBD Kota Makassar juga berhasil mengevakuasi lima nelayan yang terombang-ambing di perairan Barrang Lompoa akibat kerusakan mesin kapal pada Kamis malam, 1 Januari 2026.</p>
<p>Artikel <a href="https://dotnews.co.id/bpbd-makassar-tembus-medan-berbahaya-13-warga-selamat-dari-terjangan-air-bah-di-gowa/">BPBD Makassar Tembus Medan Berbahaya, 13 Warga Selamat dari Terjangan Air Bah di Gowa</a> pertama kali tampil pada <a href="https://dotnews.co.id">Dot NEWS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cuaca Ekstrem Ancam Perairan Makassar, BPBD Intensifkan Patroli dan Imbauan Keselamatan</title>
		<link>https://dotnews.co.id/cuaca-ekstrem-ancam-perairan-makassar-bpbd-intensifkan-patroli-dan-imbauan-keselamatan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 28 Dec 2025 19:42:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Aliyah Mustika Ilham]]></category>
		<category><![CDATA[bpbd kota makassar]]></category>
		<category><![CDATA[Munafri Arifuddin]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot Makassar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://dotnews.co.id/?p=5394</guid>

					<description><![CDATA[<p>MAKASSAR, 28 Desember 2025 (Dotnews) — Pemerintah Kota...</p>
<p>Artikel <a href="https://dotnews.co.id/cuaca-ekstrem-ancam-perairan-makassar-bpbd-intensifkan-patroli-dan-imbauan-keselamatan/">Cuaca Ekstrem Ancam Perairan Makassar, BPBD Intensifkan Patroli dan Imbauan Keselamatan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://dotnews.co.id">Dot NEWS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>MAKASSAR, 28 Desember 2025 (Dotnews)</strong></em> — Pemerintah Kota Makassar, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus meningkatkan kesiapsiagaan dan koordinasi lintas sektor dalam menghadapi potensi bencana akibat cuaca ekstrem yang diprediksi meningkat di wilayah Kota Makassar, baik di daratan maupun perairan laut.</p>
<p>Kepala BPBD Kota Makassar, Muhammad Fadli, menuturkan bahwa sebagai langkah antisipatif, BPBD Kota Makassar secara aktif melakukan patroli laut sekaligus menyampaikan imbauan dan peringatan dini kepada masyarakat terkait potensi cuaca ekstrem yang dapat membahayakan keselamatan.</p>
<p>&#8220;Kami lakukan juga patroli laut, siaga menyampaikan imbauan, khususnya bagi nelayan, pelaku wisata bahari, serta pengguna transportasi laut dan aktivitas wisata perairan. Dan petugas BPBD tetap siaga di pesisir,&#8221; jelas Muhammad Fadli, Minggu (28/12/2025).</p>
<p>Ia menyampaikan bahwa berdasarkan informasi cuaca terbaru, wilayah perairan selat Makassar berpotensi mengalami kondisi cuaca ekstrem yang cukup berisiko.</p>
<p>Potensi tersebut meliputi angin kencang dengan kecepatan hingga ±14 knot serta gelombang laut tinggi yang dapat mencapai ±3 meter.</p>
<p>Lanjut dia, kondisi cuaca ini sangat berbahaya dan berpotensi mengancam keselamatan jiwa serta sarana pelayaran.</p>
<p>&#8220;Oleh karena itu, kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya nelayan, pelaku wisata bahari, dan pengguna jasa transportasi laut, untuk sementara waktu menghindari aktivitas di wilayah perairan,&#8221; imbuh Fadli.</p>
<p>BPBD Kota Makassar juga mengingatkan masyarakat agar tidak memaksakan diri untuk melaut maupun melakukan kegiatan wisata di perairan selama cuaca ekstrem berlangsung.</p>
<p>Selain itu, warga pesisir diminta untuk mengamankan perahu, kapal kecil, dan perlengkapan melaut lainnya agar terhindar dari kerusakan akibat gelombang tinggi dan angin kencang.</p>
<p>&#8220;Masyarakat diharapkan terus memantau informasi cuaca resmi dari instansi terkait serta mengikuti arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Sebagai bentuk kesiapan menghadapi kemungkinan situasi darurat, BPBD Kota Makassar telah menyiapkan dua unit perahu karet rescue standar BPBD yang siap digunakan untuk operasi penyelamatan dan evakuasi apabila dibutuhkan.</p>
<p>BPBD Kota Makassar juga membuka layanan darurat dan pengaduan bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan atau ingin melaporkan kondisi darurat akibat cuaca ekstrem.</p>
<p>Layanan tersebut dapat diakses melalui nomor darurat 112, aplikasi Lontara+, serta layanan BPBD Kota Makassar di nomor 081551121112.</p>
<p>&#8220;Pemerintah Kota Makassar mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, mengutamakan keselamatan, serta bersama-sama mengantisipasi dampak cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi,&#8221; pungkasnya.</p>
<p>Diketahui, berdasarkan rilis resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sebanyak 12 kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan berpotensi mengalami curah hujan tinggi dalam beberapa waktu ke depan.</p>
<p>Daerah tersebut meliputi Kabupaten Bantaeng, Barru, Bone, Bulukumba, Gowa, Jeneponto, Maros, Pangkep, Sinjai, Soppeng, Takalar, serta Kota Makassar.</p>
<p>Dari wilayah yang diprediksi terdampak, sebagian telah masuk dalam kategori waspada, siaga, hingga awas, sehingga memerlukan perhatian dan langkah antisipasi yang serius.</p>
<p>Kondisi cuaca ekstrem ini dinilai sangat rawan memicu terjadinya bencana hidrometeorologi, seperti banjir bandang dan tanah longsor, terutama di daerah dengan topografi perbukitan dan kawasan aliran sungai.</p>
<p>Oleh karena itu, sejumlah daerah yang masuk status siaga patut mendapatkan kewaspadaan lebih, baik dari pemerintah daerah maupun masyarakat.</p>
<p>Kesiapsiagaan dini, koordinasi lintas sektor, serta peningkatan kesadaran masyarakat menjadi kunci utama dalam meminimalkan risiko dan dampak yang ditimbulkan akibat cuaca ekstrem tersebut.</p>
<p>Artikel <a href="https://dotnews.co.id/cuaca-ekstrem-ancam-perairan-makassar-bpbd-intensifkan-patroli-dan-imbauan-keselamatan/">Cuaca Ekstrem Ancam Perairan Makassar, BPBD Intensifkan Patroli dan Imbauan Keselamatan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://dotnews.co.id">Dot NEWS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
