<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>pemerintah provinsi sumatera utara Arsip - Dot NEWS</title>
	<atom:link href="https://dotnews.co.id/tag/pemerintah-provinsi-sumatera-utara/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://dotnews.co.id/tag/pemerintah-provinsi-sumatera-utara/</link>
	<description>Informatif. Edukatif. Inspiratif</description>
	<lastBuildDate>Fri, 05 Dec 2025 11:52:07 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://dotnews.co.id/wp-content/uploads/2025/02/cropped-Picsart_25-02-07_02-33-09-031-32x32.png</url>
	<title>pemerintah provinsi sumatera utara Arsip - Dot NEWS</title>
	<link>https://dotnews.co.id/tag/pemerintah-provinsi-sumatera-utara/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Gubernur Sulsel Update Penanganan Tim Medis di Sumatera-Aceh</title>
		<link>https://dotnews.co.id/gubernur-sulsel-update-penanganan-tim-medis-di-sumatera-aceh/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Dec 2025 11:52:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[andi sudirman sulaiman]]></category>
		<category><![CDATA[banjir bandang]]></category>
		<category><![CDATA[Gubernur Sulsel]]></category>
		<category><![CDATA[longsor]]></category>
		<category><![CDATA[pemerintah provinsi aceh]]></category>
		<category><![CDATA[pemerintah provinsi sumatera utara]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatera barat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://dotnews.co.id/?p=5050</guid>

					<description><![CDATA[<p>MAKASSAR, 05 Desember 2025 (Dotnews) &#8211; Gubernur Sulsel...</p>
<p>Artikel <a href="https://dotnews.co.id/gubernur-sulsel-update-penanganan-tim-medis-di-sumatera-aceh/">Gubernur Sulsel Update Penanganan Tim Medis di Sumatera-Aceh</a> pertama kali tampil pada <a href="https://dotnews.co.id">Dot NEWS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>MAKASSAR, 05 Desember 2025 (Dotnews</strong></em>) &#8211; Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman membeberkan perkembangan terbaru aktivitas Tim Medis dan Tim Kedaruratan Pemprov Sulsel yang dikerahkan ke wilayah terdampak banjir dan longsor di Sumbar, Sumut, dan Aceh.</p>
<p>Tim yang berangkat sejak 2 Desember 2025 itu terus memberikan layanan kesehatan dari rumah ke rumah hingga ke sejumlah titik pengungsian yang masih terisolir.</p>
<p>“Tenaga kesehatan dan tim kedaruratan sudah tersebar di berbagai lokasi. Mereka bergerak cepat memberikan layanan medis, termasuk tindakan bedah lapangan,” kata Andi Sudirman, Jumat (5/12/2025).</p>
<p><strong>Penanganan di Sumbar</strong></p>
<p>Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, dr Evi Mustikawati Arifin, menjelaskan tim yang bertugas di Sumbar berisi enam tenaga kesehatan, termasuk dokter spesialis bedah, penyakit dalam, dan saraf. Mereka melayani pengungsi di tiga titik di Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya.</p>
<p>Akses menuju lokasi sangat berat. Jalan tertutup lumpur dan longsor membuat tim harus berjalan kaki sambil mengangkut peralatan medis.</p>
<p>Meski situasi sulit, mereka melayani 129 pasien dengan keluhan ISPA, penyakit kulit, dan sakit kepala. Tim juga melakukan bedah minor seperti drainase abses dan ekstraksi kuku.</p>
<p><strong>Penanganan di Sumut</strong></p>
<p>Di Sumut, lima personel termasuk spesialis bedah vaskuler dan anestesi, memberikan layanan di posko Kecamatan Hinai. Jalan yang masih tergenang banjir menghambat mobilisasi, namun tim tetap melayani 102 pasien dengan keluhan ISPA, demam, dispepsia, hingga low back pain.</p>
<p>Tim juga melakukan tindakan bedah minor berupa debridement.</p>
<p>Evi memastikan pemantauan lapangan terus dilakukan. Jika kondisi masih darurat, penambahan personel menjadi opsi.</p>
<p><strong>Penanganan di Aceh</strong></p>
<p>Tim Sulsel di Aceh juga aktif bergerak di tiga wilayah terdampak. Mereka bekerja sama dengan tim Universitas Hasanuddin (Unhas) untuk menangani operasi ortopedi bagi korban cedera.</p>
<p>Total layanan yang sudah diberikan mencakup 38 pasien anak, 104 pasien dewasa, dan 3 pasien trauma yang dijadwalkan menjalani operasi ortopedi.</p>
<p>“Tim juga membantu evakuasi pasien ke rumah sakit rujukan. Kami akan terus memantau dan mengevaluasi perkembangan tim di lapangan,” tutup Evi.</p>
<p>Artikel <a href="https://dotnews.co.id/gubernur-sulsel-update-penanganan-tim-medis-di-sumatera-aceh/">Gubernur Sulsel Update Penanganan Tim Medis di Sumatera-Aceh</a> pertama kali tampil pada <a href="https://dotnews.co.id">Dot NEWS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sengketa Empat Pulau antara Aceh dan Sumut, Wamendagri: Semua Pihak Duduk Bersama</title>
		<link>https://dotnews.co.id/sengketa-empat-pulau-antara-aceh-dan-sumut-wamendagri-semua-pihak-duduk-bersama/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Jun 2025 08:44:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bima arya]]></category>
		<category><![CDATA[pemerintah provinsi aceh]]></category>
		<category><![CDATA[pemerintah provinsi sumatera utara]]></category>
		<category><![CDATA[wamendagri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://dotnews.co.id/?p=2108</guid>

					<description><![CDATA[<p>MAKASSAR, 13 Juni 2025 (Dotnews) – Sengketa wilayah...</p>
<p>Artikel <a href="https://dotnews.co.id/sengketa-empat-pulau-antara-aceh-dan-sumut-wamendagri-semua-pihak-duduk-bersama/">Sengketa Empat Pulau antara Aceh dan Sumut, Wamendagri: Semua Pihak Duduk Bersama</a> pertama kali tampil pada <a href="https://dotnews.co.id">Dot NEWS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>MAKASSAR, 13 Juni 2025 (Dotnews) – Sengketa wilayah antara Pemerintah Provinsi Aceh dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara kembali mencuat, terkait empat pulau kecil di Samudera Hindia yang diklaim kedua belah pihak.</p>
<p>Keempat pulau tersebut adalah Pulau Panjang, Pulau Lipan, Pulau Mangkir Gadang, dan Pulau Mangkir Ketek. Ini menjadi polemik perebutan.</p>
<p>Menanggapi hal ini, Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya menyampaikan bahwa persoalan ini merupakan sengketa yang telah berlangsung cukup lama dan menjadi perhatian serius pemerintah pusat.</p>
<p>Ia menegaskan bahwa penanganan permasalahan tersebut harus dilakukan secara hati-hati dan komprehensif.</p>
<p>&#8220;Persoalan ini sudah panjang dan lama menjadi sengketa. Karena itu harus benar-benar ditangani secara serius, dengan mengumpulkan informasi, data, dan fakta dari semua pihak,&#8221; ujar Bima Arya, Jumat (13/6/2025).</p>
<p>Menurutnya, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, yang secara undang-undang akan memimpin Tim Nasional Penamaan &#8216;Rupa Bumi&#8217; untuk upaya penyelesaian sengketa pulau tersebut. Tim ini akan menentukan secara legal nama-nama pulau dan batas-batas wilayah.</p>
<p>&#8220;Pak Menteri (Mendagri) Tito Karnavian, akan menggelar rapat khusus pada hari Selasa mendatang dengan mengundang semua Kementerian dan lembaga terkait,&#8221; tuturnya.</p>
<p>&#8220;Seperti Kementerian Kelautan dan Perikanan serta Badan Informasi Geospasial. Unsur internal Kemendagri yang selama ini menangani sengketa serupa juga akan dilibatkan,&#8221; tambah Bima Arya.</p>
<p>Lebih lanjut, pada hari Rabu pekan depan, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, juga dijadwalkan mengundang tokoh-tokoh masyarakat dan para pemimpin daerah dari kedua provinsi, baik dari Sumatera Utara maupun Aceh, termasuk perwakilan dari Tapanuli Utara dan Aceh Singkil.</p>
<p>&#8220;Semua pihak akan diminta menyampaikan pandangan, masukan, serta fakta sejarah yang dimiliki. Proses ini akan menjadi dasar untuk melakukan review total terhadap status wilayah keempat pulau tersebut,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Sengketa wilayah ini menjadi penting mengingat sensitivitas identitas dan batas administratif antardaerah. Pemerintah berharap solusi damai dan adil dapat segera dicapai melalui dialog dan pendekatan berbasis data yang kuat.</p>
<p>Bima Arya menegaskan bahwa penyelesaian sengketa batas wilayah, seperti yang terjadi antara Aceh dan Sumatera Utara, harus dilakukan berdasarkan data menyeluruh dan pendekatan dialog.</p>
<p>Menurut Bima Arya, sengketa batas wilayah bukan hanya terjadi di satu daerah, melainkan juga di berbagai wilayah lainnya di Indonesia, seperti di Sangatta. Karena itu, kata dia, pendekatan yang digunakan harus mencakup data geografis, kultural, hingga historis.</p>
<p>&#8220;Banyak sebetulnya kasus-kasus seperti ini, misalnya di Sangatta soal batas wilayah. Kita harus mengumpulkan semua data, tidak hanya data geografis, tapi juga aspek kultural dan historis yang juga penting,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Bima menekankan bahwa proses dialog menjadi kunci utama dalam mengurai sengketa yang telah berlangsung lama. Tujuannya agar semua pihak dapat menyampaikan perspektif dan data masing-masing secara terbuka dan obyektif.</p>
<p>&#8220;Proses dialog itu penting untuk mengumpulkan semua perspektif dan data. Artinya, tidak boleh ada kepentingan lain yang bermain. Semua harus dikembalikan pada data, fakta, dan keputusan hukum,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Artikel <a href="https://dotnews.co.id/sengketa-empat-pulau-antara-aceh-dan-sumut-wamendagri-semua-pihak-duduk-bersama/">Sengketa Empat Pulau antara Aceh dan Sumut, Wamendagri: Semua Pihak Duduk Bersama</a> pertama kali tampil pada <a href="https://dotnews.co.id">Dot NEWS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
