<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>tni polri Arsip - Dot NEWS</title>
	<atom:link href="https://dotnews.co.id/tag/tni-polri/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://dotnews.co.id/tag/tni-polri/</link>
	<description>Informatif. Edukatif. Inspiratif</description>
	<lastBuildDate>Wed, 19 Nov 2025 17:46:43 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://dotnews.co.id/wp-content/uploads/2025/02/cropped-Picsart_25-02-07_02-33-09-031-32x32.png</url>
	<title>tni polri Arsip - Dot NEWS</title>
	<link>https://dotnews.co.id/tag/tni-polri/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Alat Perang Disita, Pemkot–TNI–Polri Intensif Redakan Bentrokan di Utara Makassar</title>
		<link>https://dotnews.co.id/alat-perang-disita-pemkot-tni-polri-intensif-redakan-bentrokan-di-utara-makassar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 Nov 2025 17:46:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Aliyah Mustika Ilham]]></category>
		<category><![CDATA[Munafri Arifuddin]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot Makassar]]></category>
		<category><![CDATA[tni polri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://dotnews.co.id/?p=4837</guid>

					<description><![CDATA[<p>MAKASSAR, 19 November 2025 (Dotnews) — Pemerintah Kota...</p>
<p>Artikel <a href="https://dotnews.co.id/alat-perang-disita-pemkot-tni-polri-intensif-redakan-bentrokan-di-utara-makassar/">Alat Perang Disita, Pemkot–TNI–Polri Intensif Redakan Bentrokan di Utara Makassar</a> pertama kali tampil pada <a href="https://dotnews.co.id">Dot NEWS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>MAKASSAR, 19 November 2025 (Dotnews)</strong></em> — Pemerintah Kota Makassar terus bergerak menangani konflik antarwarga di wilayah utara kota, khususnya kawasan Kecamatan Tallo, yang sebelumnya sempat dilanda bentrokan antarkelompok pemuda hingga menimbulkan korban jiwa dan kerusakan rumah warga.</p>
<p>Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, terus memantau situasi. Lewat Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Makassar, juga memperkuat koordinasi dengan jajaran TNI dan Polri.</p>
<p>Sejak Selasa hingga Rabu dini hari, langkah-langkah pengamanan dan pemantauan intensif terus dilakukan di lokasi rawan bentrokan tersebut. Dan kini, situasi mulai berangsur mereda.</p>
<p>Kepala Badan Kesbangpol Kota Makassar, Fatur Rahim, mengatakan bahwa seluruh unsur keamanan dan perwakilan pemerintah Kota, bergerak cepat melakukan penyisiran di titik-titik yang dicurigai menjadi tempat penyimpanan alat perang, sejak malam hingga pagi dini hari.</p>
<p>&#8220;Dengan berbagai kegiatan di lapangan, termasuk pembersihan, tadi malam juga dari Polrestabes dan TNI turun semua membersihkan. Dan kami hadir mewakili Pemerintah Kota di lokasi,&#8221; ujarnya, Rabu (19/11/2025).</p>
<p>&#8220;Beberapa tempat terindikasi ditemukan alat-alat perang atau tawuran. Ada samurai, parang, bom molotov, hingga alat pembuat busur. Ini sangat mereduksi potensi perkelahian yang bisa terjadi di lapangan,&#8221; lanjutanya.</p>
<p>Alat Perang Disita, Pemkot–TNI–Polri Intensif Redakan Bentrokan di Utara Makassar</p>
<p># Gejolak di Sapiria Mulai Mereda, Pemkot Makassar Turunkan Tim Gabungan Siang Malam</p>
<p># Konflik Antarkelompok di Tallo Ditangani Total, Pemkot &amp; TNI-Polri Fokus Jaga Keamanan</p>
<p>MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar terus bergerak menangani konflik antarwarga di wilayah utara kota, khususnya kawasan Kecamatan Tallo, yang sebelumnya sempat dilanda bentrokan antarkelompok pemuda hingga menimbulkan korban jiwa dan kerusakan rumah warga.</p>
<p>Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, terus memantau situasi. Lewat Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Makassar, juga memperkuat koordinasi dengan jajaran TNI dan Polri.</p>
<p>Sejak Selasa hingga Rabu dini hari, langkah-langkah pengamanan dan pemantauan intensif terus dilakukan di lokasi rawan bentrokan tersebut. Dan kini, situasi mulai berangsur mereda.</p>
<p>Kepala Badan Kesbangpol Kota Makassar, Fatur Rahim, mengatakan bahwa seluruh unsur keamanan dan perwakilan pemerintah Kota, bergerak cepat melakukan penyisiran di titik-titik yang dicurigai menjadi tempat penyimpanan alat perang, sejak malam hingga pagi dini hari.</p>
<p>&#8220;Dengan berbagai kegiatan di lapangan, termasuk pembersihan, tadi malam juga dari Polrestabes dan TNI turun semua membersihkan. Dan kami hadir mewakili Pemerintah Kota di lokasi,&#8221; ujarnya, Rabu (19/11/2025).</p>
<p>&#8220;Beberapa tempat terindikasi ditemukan alat-alat perang atau tawuran. Ada samurai, parang, bom molotov, hingga alat pembuat busur. Ini sangat mereduksi potensi perkelahian yang bisa terjadi di lapangan,&#8221; lanjutanya.</p>
<p>Ketika disinggung apakah kawasan Sapiria yang sejak lama disebut rawan narkoba memiliki kaitan dengan konflik kelompok, Fatur menyebut kemungkinan itu terbuka.</p>
<p>&#8220;Bisa jadi, baik perang kelompok, narkoba, semua kejahatan bisa terkait. Makanya sinergi kita dilakukan untuk penyelesaian secara menyeluruh,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Fatur juga memastikan bahwa seluruh SKPD dilibatkan sesuai fungsi masing-masing. Dinas Kesehatan, Satpol PP, disiagakan di sekitar lokasi, armada pemadam kebakaran ditempatkan untuk respons cepat, dan berbagai OPD lain siap bergerak bila diperlukan.</p>
<p>&#8220;Kemarin ketika terjadi bentrokan susulan, pemadam dan polisi sudah berada dekat lokasi sehingga bisa bergerak cepat. Kesehatan pun standby. Semua bekerja sesuai fungsi dalam sinergi bersama,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Saat ditanya mengenai rencana mempertemukan dua kelompok yang terlibat bentrok, Fatur menyebut hal itu akan dibahas sebagai bagian dari penanganan konflik.</p>
<p>Ia menegaskan, pasti ada solusi, salah satu langkah penanganan itu mempertemukan kedua pihak. Tapi saat ini fokus dulu adalah mengurangi risiko, khususnya alat-alat perang di lokasi.</p>
<p>Serta memeriksa rumah-rumah yang berpotensi menyimpan barang berbahaya.</p>
<p>&#8220;Karena dari hasil penyisiran, ditemukan bom molotov, parang, busur, hingga badik,&#8221; tutupnya.</p>
<p>Artikel <a href="https://dotnews.co.id/alat-perang-disita-pemkot-tni-polri-intensif-redakan-bentrokan-di-utara-makassar/">Alat Perang Disita, Pemkot–TNI–Polri Intensif Redakan Bentrokan di Utara Makassar</a> pertama kali tampil pada <a href="https://dotnews.co.id">Dot NEWS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>MUI Sulsel Desak Pemerintah Segera Bentuk Satgas Passobis</title>
		<link>https://dotnews.co.id/mui-sulsel-desak-pemerintah-segera-bentuk-satgas-passobis/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 May 2025 05:58:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukrim]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[majelis ulama indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[mui sulsel]]></category>
		<category><![CDATA[pemerintah indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Prabowo subianto]]></category>
		<category><![CDATA[Presiden RI]]></category>
		<category><![CDATA[tni polri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://dotnews.co.id/?p=1880</guid>

					<description><![CDATA[<p>MAKASSAR, 27 Mei 2025 (Donews) &#8211; Majelis Ulama...</p>
<p>Artikel <a href="https://dotnews.co.id/mui-sulsel-desak-pemerintah-segera-bentuk-satgas-passobis/">MUI Sulsel Desak Pemerintah Segera Bentuk Satgas Passobis</a> pertama kali tampil pada <a href="https://dotnews.co.id">Dot NEWS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>MAKASSAR, 27 Mei 2025 (Donews) &#8211; Majelis Ulama Indonesia ( MUI) Sulsel mendesak pemerintah segera membentuk satgas untuk mencegah kegiatan Passobis (penipuan sosial bisnis online).</p>
<p>Hal ini ditegaskan Sekertaris Umum MUI Sulsel Prof Muammar Bakry pada acara Talk Show Umat dan Digital MUI Sulsel.Ia menegaskan satgas ini akan melibatkan MUI, Kemenag,TNI,Polri, BI ,OJK dan instansi terkait lainya.</p>
<p>&#8220;Jadi MUI tak hanya keluarkan fatwa tapi juga menindaklanjuti sampai kegiatan Passobis atau judi online dan lainya teratasi dengan baik&#8221; kata Prof Muammar pada acara Talk Show di Aloha Pool Eatery Cafe, Ahad 25 Juni 2025.</p>
<p>Dalam sambutannya Ketua Umum MUI Sulsel Prof Nadjamuddin juga berharap adanya fatwa haram sobis bisa berdampak pada menurunnya kegiatan passobis terutama di Sulsel.</p>
<p>Ia juga berharap MUI terus berperan aktif untuk menyampaikan fatwa ini ke masyarakat.</p>
<p>&#8220;Jadi MUI terus aktif memberikan pelayanan manakala ada masyakarat yang membutuhkan.MUI memberikan pelayanan sesuai dengan kewenangannya selebihnya mengenai proses hukum diserahkan kepada yang berwenang&#8221;, katanya.</p>
<p>Sambutan mewakili Kakanwil Kemenag Sulsel H Aminuddin Natsir juga mengapresiasi keseriusan MUI dalam menangani perkara passobis.</p>
<p>Ia mengatakan kementrian agama siap terlibat untuk membentuk satgas bersama MUI Sulsel dan instansi lainya untuk menangani passobis.</p>
<p>&#8220;kami punya KU dan penyuluhan yang tersebar di seluruh Indonesia teruskan di Sulsel sehingga ini bisa dimaksimalkan untuk menangani Passobis,&#8221; katanya.</p>
<p>Sementara acara dilanjutkan dengan sesi diskusi dari , Kementrian Informasi dan Komunikasi ,Bank Indonesia , Kemenag ,MUI Sulsel dan media.</p>
<p>Turut hadir sebagai pemateri, Wijaya kusumawardhana (Staf Ahli Kominfo),Dwi Tjahja K Wardono (BI Sulsel) ,H Aminuddin Natsir ( Kemenag Sulsel) , Prof Arfin Hamid (MUI Sulsel) dan AS Kambie (Editor Tribun Timur).</p>
<p>Wijaya kusumawardhana mewakili Kementrian Informasi dan Komunikasi (Kominfo) menghimbau agar masyarakat selalu menjaga data dan sistem agar tidak terkena penipuan.</p>
<p>Ia juga sependapat dengan fatwa MUI dan berharap pelaku harus di hukum sesuai UU yang berlaku.</p>
<p>Kepada masyarakat yang terkena penipuan agar segere melaporkan agar ditindaklanjuti oleh aparat dan pihak BI.</p>
<p>Sementara Prof Arfin Hamid mewakili MUI Sulsel juga ikut mendorong pembentukan satgas.Ia juga memaparkan hukum jual beli dalm Islam yang diharamkan dan dihalalkan .</p>
<p>Sementara Dwi Tjahja K Wardono mewakili BI Sulsel mengatakan Fatwa Passobis sangat membantu BI untuk mencegah masyarakat dari bahaya Passobis.</p>
<p>Ia juga berharap BI dan MUI selalu bekerjasama dalam mencegah Passobis dan judi online dan lainya.</p>
<p>AS Kambie juga menganjurkan agar MUI juga bekerjasama juga DPRI untuk menangani perkara Passobis ini.</p>
<p>Ia memaparkan pengalaman saat wawancara langsung dengan pelaku passobis selama menggeluti dunia jurnalis sehingga banyak mengetahui aktivitas atau pelaku passobis dalam menjalankan aksinya.</p>
<p>Artikel <a href="https://dotnews.co.id/mui-sulsel-desak-pemerintah-segera-bentuk-satgas-passobis/">MUI Sulsel Desak Pemerintah Segera Bentuk Satgas Passobis</a> pertama kali tampil pada <a href="https://dotnews.co.id">Dot NEWS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
