<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Universitas hasanuddin makassar Arsip - Dot NEWS</title>
	<atom:link href="https://dotnews.co.id/tag/universitas-hasanuddin-makassar/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://dotnews.co.id/tag/universitas-hasanuddin-makassar/</link>
	<description>Informatif. Edukatif. Inspiratif</description>
	<lastBuildDate>Tue, 08 Jul 2025 14:44:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://dotnews.co.id/wp-content/uploads/2025/02/cropped-Picsart_25-02-07_02-33-09-031-32x32.png</url>
	<title>Universitas hasanuddin makassar Arsip - Dot NEWS</title>
	<link>https://dotnews.co.id/tag/universitas-hasanuddin-makassar/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Wali Kota Makassar Dorong Aksi Nyata Mahasiswa Unhas, Inovasi Sampah hingga UMKM</title>
		<link>https://dotnews.co.id/wali-kota-makassar-dorong-aksi-nyata-mahasiswa-unhas-inovasi-sampah-hingga-umkm/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Jul 2025 14:44:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Aliyah Mustika Ilham]]></category>
		<category><![CDATA[Munafri Arifuddin]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot Makassar]]></category>
		<category><![CDATA[unhas makassar]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas hasanuddin makassar]]></category>
		<category><![CDATA[Wakil Wali Kota Makassar]]></category>
		<category><![CDATA[wali kota makassar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://dotnews.co.id/?p=2658</guid>

					<description><![CDATA[<p>MAKASSAR, 8 Juli 2025 (Dotnews) &#8211; Universitas Hasanuddin...</p>
<p>Artikel <a href="https://dotnews.co.id/wali-kota-makassar-dorong-aksi-nyata-mahasiswa-unhas-inovasi-sampah-hingga-umkm/">Wali Kota Makassar Dorong Aksi Nyata Mahasiswa Unhas, Inovasi Sampah hingga UMKM</a> pertama kali tampil pada <a href="https://dotnews.co.id">Dot NEWS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>MAKASSAR, 8 Juli 2025 (Dotnews) &#8211; Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar melalui Subdirektorat Pendidikan Berbasis Pengabdian Kepada Masyarakat, menawarkan kerja sama penempatan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Prestasi di wilayah Kota Makassar.</p>
<p>Tawaran tersebut disampaikan langsung Kepala Subdirektorat, Dr. Syarifuddin Mabe Parenreng, saat beraudiensi dengan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, di Kantor Balai Kota Makassar, Selasa (8/7/2025).</p>
<p>Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menerima audiensi perwakilan Universitas Hasanuddin (Unhas) terkait rencana pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mahasiswa Prestasi di wilayah Kota Makassar,</p>
<p>Dalam pertemuan tersebut, Munafri menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh atas inisiatif mahasiswa yang akan ikut terlibat langsung dalam program pemberdayaan masyarakat.</p>
<p>&#8220;Saya sangat mengapresiasi kehadiran dan keterlibatan adik-adik mahasiswa untuk mengawal berbagai program di Makassar,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Menurutnya, ini menjadi bagian penting dari proses pemberdayaan masyarakat agar mereka punya tambahan income rumah tangga dan penguatan daya diri.</p>
<p>Lanjut Ketua IKA FH Unhas itu, salah satu fokus utama pelaksanaan KKN tahun ini adalah pengelolaan sampah rumah tangga. Mahasiswa akan dilibatkan dalam berbagai skema.</p>
<p>Mulai dari pengumpulan, pendistribusian sampah plastik, pengolahan kompos, hingga pembinaan Badan Usaha Milik Kelurahan dan Masyarakat.</p>
<p>&#8220;Sampah itu kan terbagi-bagi jenisnya. Ada yang akan didistribusikan dan di-collecting sampah plastik, ada yang fokus mengolah komposting, dan seterusnya. Yang penting, pembinaan BUMKM supaya masyarakat makin mandiri,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Appi menilai kawasan kepulauan memiliki potensi besar, terutama sektor kelautan, yang perlu dioptimalkan melalui pendampingan dan edukasi langsung di lapangan.</p>
<p>&#8220;Kalau di Kepulauan potensinya besar sekali. Bagaimana kita bisa mencerahkan masyarakat di sana agar bisa memaksimalkan keunggulan kelautan Kota Makassar,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Wali Kota juga meminta jajaran pemerintah kota untuk mendukung kelancaran program KKN Unhas, mulai dari distribusi lokasi penempatan, koordinasi dengan camat dan lurah, hingga penyediaan posko interaksi dengan masyarakat.</p>
<p>Ia berharap nanti ada posko awal supaya mahasiswa bisa berinteraksi langsung dengan warga.</p>
<p>&#8220;Saya minta teman-teman bidang teknis membantu distribusi ini, kemudian dihubungkan dengan camat dan lurah supaya menjadi tanggung jawab bersama,&#8221; harap Munafri.</p>
<p>Sedangkan, Kepala Subdirektorat Unhas, Dr. Syarifuddin Mabe Parenreng menjelaskan, KKN Prestasi merupakan program pemberdayaan masyarakat berbasis pendidikan dengan peserta mahasiswa-mahasiswa terbaik dari berbagai fakultas di Unhas.</p>
<p>&#8220;Tujuan kami menawarkan kerja sama ini untuk membantu program-program yang sudah direncanakan pemerintah kota. Jadi bukan membuat program baru, tetapi mendukung dan memperkuat apa yang sudah ada,&#8221; ujar Syarifuddin.</p>
<p>Dalam pertemuan tersebut, Wali Kota Munafri Arifuddin juga menitipkan empat fokus utama yang diharapkan menjadi prioritas pengabdian mahasiswa.</p>
<p>Diantaranya yakni, pengelolaan sampah rumah tangga, percepatan penanganan stunting, pengembangan urban farming (pertanian perkotaan), dan pemberdayaan UMKM.</p>
<p>&#8220;Pak Wali sangat merespon dengan baik, bahkan cukup antusias karena mahasiswa akan langsung bersinergi dengan pemerintah kecamatan dan kelurahan,&#8221; tambahnya.</p>
<p>KKN Prestasi menjadi salah satu model pengabdian yang tidak hanya berfokus pada praktik lapangan, tetapi juga mendorong prestasi akademik dan inovasi mahasiswa agar berkontribusi langsung bagi masyarakat.</p>
<p>Sebanyak 141 mahasiswa, yang jumlahnya bisa bertambah menjadi sekitar 150 orang, akan ditempatkan di 15 kecamatan, termasuk wilayah kepulauan. Mereka berasal dari berbagai program studi sesuai kebutuhan program kerja lapangan.</p>
<p>&#8220;KKN ini kurang lebih akan berjalan selama 45 hari. Harapannya ke depan pola kerja sama ini bisa berkelanjutan, setiap semester atau setiap tahun kami siapkan mahasiswa untuk mendukung Kota Makassar,&#8221; tutur Syarifuddin.</p>
<p>Artikel <a href="https://dotnews.co.id/wali-kota-makassar-dorong-aksi-nyata-mahasiswa-unhas-inovasi-sampah-hingga-umkm/">Wali Kota Makassar Dorong Aksi Nyata Mahasiswa Unhas, Inovasi Sampah hingga UMKM</a> pertama kali tampil pada <a href="https://dotnews.co.id">Dot NEWS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pengukuhan Spesialis Mata JEC Orbita Makassar sebagai Guru Besar Universitas Hasanuddin</title>
		<link>https://dotnews.co.id/pengukuhan-spesialis-mata-jec-orbita-makassar-sebagai-guru-besar-universitas-hasanuddin/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 Feb 2025 06:29:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[pengukuhan Guru Besar Spesialis Mata JEC Orbita Makassar]]></category>
		<category><![CDATA[pengukuhan guru besar unhas]]></category>
		<category><![CDATA[Prof. Dr. dr. Habibah S. Muhiddin]]></category>
		<category><![CDATA[Sp.M(K)]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas hasanuddin makassar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://dotnews.co.id/?p=1192</guid>

					<description><![CDATA[<p>MAKASSAR, 18 Februari 2025 (Dotnews) &#8211; Universitas Hasanuddin...</p>
<p>Artikel <a href="https://dotnews.co.id/pengukuhan-spesialis-mata-jec-orbita-makassar-sebagai-guru-besar-universitas-hasanuddin/">Pengukuhan Spesialis Mata JEC Orbita Makassar sebagai Guru Besar Universitas Hasanuddin</a> pertama kali tampil pada <a href="https://dotnews.co.id">Dot NEWS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>MAKASSAR, 18 Februari 2025 (Dotnews) &#8211; Universitas Hasanuddin (Unhas) secara resmi mengukuhkan Prof. Dr. dr. Habibah S. Muhiddin, Sp.M(K) sebagai Guru Besar Fakultas Kedokteran Unhas dalam bidang Vitreoretina. Penghargaan akademik tertinggi ini diberikan atas kontribusinya dalam pengembangan ilmu retina, khususnya dalam upaya pencegahan kebutaan akibat Diabetik Retinopati, yang masih menjadi salah satu tantangan kesehatan di Indonesia.</p>
<p>Pengukuhan berlangsung pada Rapat Paripurna Senat Terbuka Luar Biasa Universitas Hasanuddin dan dipimpin oleh Rektor Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc.</p>
<p>Dalam pidato pengukuhannya yang bertajuk &#8220;Upaya Pencegahan Kebutaan Akibat Diabetik Retinopati dalam Menghadapi Bonus Demografi,” kata Prof Habibah.</p>
<p>Lebih lanjut Prof Habibah menekankan pentingnya upaya preventif dan kolaborasi lintas sektor untuk mencegah kebutaan, khususnya pada generasi usia produktif yang menjadi penentu masa depan bangsa.</p>
<figure id="attachment_1194" aria-describedby="caption-attachment-1194" style="width: 1600px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-1194" src="https://dotnews.co.id/wp-content/uploads/2025/02/WhatsApp-Image-2025-02-18-at-13.14.22_29729bf6.jpg" alt="" width="1600" height="900" srcset="https://dotnews.co.id/wp-content/uploads/2025/02/WhatsApp-Image-2025-02-18-at-13.14.22_29729bf6.jpg 1600w, https://dotnews.co.id/wp-content/uploads/2025/02/WhatsApp-Image-2025-02-18-at-13.14.22_29729bf6-1536x864.jpg 1536w" sizes="(max-width: 1600px) 100vw, 1600px" /><figcaption id="caption-attachment-1194" class="wp-caption-text">Prof. Dr. dr. Habibah S. Muhiddin, Sp.M(K) saat berpidato pengukuhan bertajuk &#8220;Upaya Pencegahan Kebutaan Akibat Diabetik Retinopati dalam Menghadapi Bonus Demografi&#8221;.</figcaption></figure>
<p>Saat ini, Prof Habibah merupakan Direktur Utama PT Orbita Medika Indonesia (RS Mata dan Klinik Utama Mata JEC Orbita @ Makassar), anggota PERDAMI Pusat dan PERDAMI Sulawesi Selatan, serta pengajar sekaligus Ketua Program Studi Ilmu Kesehatan Mata Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin. Pengukuhan ini menambah deretan dokter spesialis mata dari JEC Eye Hospitals and Clinics yang menjadi guru besar di perguruan tinggi terkemuka Indonesia.</p>
<p>Prof Habibah dalam pidato pengukuhannya menyampaikan, bonus demografi yang diprediksi terjadi di Indonesia pada periode 2020–2030 merupakan peluang besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui produktivitas tenaga kerja. Namun, potensi ini dapat terhambat jika kualitas kesehatan tidak terjaga.</p>
<p>&#8220;Lebih-lebih kesehatan mata, mengingat organ ini sangat vital untuk bekerja dan beraktivitas sehari-hari. Indra penglihatan mampu menangkap 80 persen informasi, dengan sisanya melalui indra pendengaran dan perasa. Salah satu ancaman utama pada kesehatan mata adalah tingginya prevalensi Retinopati Diabetik (RD) sebagai komplikasi serius diabetes melitus yang dapat menyebabkan kebutaan pada usia produktif,&#8221; kata dia.</p>
<figure id="attachment_1195" aria-describedby="caption-attachment-1195" style="width: 1600px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-1195" src="https://dotnews.co.id/wp-content/uploads/2025/02/WhatsApp-Image-2025-02-18-at-13.14.29_38cec1f0.jpg" alt="" width="1600" height="900" srcset="https://dotnews.co.id/wp-content/uploads/2025/02/WhatsApp-Image-2025-02-18-at-13.14.29_38cec1f0.jpg 1600w, https://dotnews.co.id/wp-content/uploads/2025/02/WhatsApp-Image-2025-02-18-at-13.14.29_38cec1f0-1536x864.jpg 1536w" sizes="(max-width: 1600px) 100vw, 1600px" /><figcaption id="caption-attachment-1195" class="wp-caption-text">Guru Besar Unhas, Prof. Dr. dr. Habibah S. Muhiddin, Sp.M(K) saat memberikan keterangan ke sejumlah Awak Media.</figcaption></figure>
<p>Data International Diabetes Federation (IDF) 2021, sekitar 10,8 persen penduduk Indonesia mengidap diabetes melitus, dan sekitar 43,1 persen di antaranya berpotensi mengalami Retinopati Diabetik (RD) &#8211; yakni komplikasi serius yang dapat menyebabkan kebutaan bila tidak ditangani dengan tepat.</p>
<p>Retinopati Diabetik (RD) merupakan penyebab kebutaan utama pada pasien berusia 20-64 tahun di seluruh dunia. WHO mencatat RD menyebabkan kebutaan pada 4,8 persen dari 39 juta penderita buta secara global, dengan prevalensi mencapai 34,6 persen.</p>
<p>Sementara di Indonesia, prevalensi penyakit RD mencapai 43,1 persen, termasuk 26,1 persen di dalamnya mengalami RD yang mengancam penglihatan. Di Indonesia, RD menjadi komplikasi diabetes kedua terbanyak setelah nefropati. Mayoritas penderita diabetes tinggal di negara berkembang dengan penghasilan rendah, dan di negara-negara ini &#8211; termasuk Indonesia, penatalaksanaan diabetes dan deteksi dini RD belum sepenuhnya sesuai dengan pedoman yang ada.</p>
<p>Di Sulawesi Selatan sendiri, situasi RD masih perlu menjadi sorotan. Dengan populasi penduduk sekitar 9,4 juta jiwa, prevalensi diabetes melitus-nya mencapai 7,4 persen &#8211; atau berkisar 695.600 penderita. Studi pendukung yang dikumpulkan Juli 2023-Juni 2024 mendapati temuan menarik.</p>
<p>Selama periode tersebut, RS Unhas dan Klinik Utama Mata JEC Orbita @ Makassar telah menjalankan tindakan operasi vitrektomi kepada 271 pasien RD &#8211; dengan 5,53 persen di antaranya berusia kurang dari 30 tahun. Ini memperlihatkan potensi nyata ancaman RD kepada kalangan usia produktif yang sangat berdampak signifikan pada kualitas hidup. Selain risiko kebutaan, RD juga sangat bisa berdampak pada aspek pendidikan hingga pilihan karier penderitanya.</p>
<p>Prof. DR. Dr. Habibah S. Muhiddin, SpM(K), menambahkan tanpa upaya pencegahan dan deteksi dini yang optimal, peningkatan jumlah penderita RD dapat mengurangi daya saing tenaga kerja dan membebani sistem kesehatan nasional.</p>
<p>&#8220;Karenanya, investasi dalam skrining, edukasi, dan pengobatan RD menjadi langkah krusial agar generasi usia kerja tetap sehat dan produktif. Dengan demikian, bonus demografi dapat dimanfaatkan secara maksimal.”</p>
<p>Berlandas analisis situasi dan berpijak pada tujuan agar bonus demografi tidak menjadi kesia-siaan, Prof. DR. Dr. Habibah S. Muhiddin, SpM(K) merumuskan tiga kebutuhan krusial untuk pencegahan kebutaan akibat RD di Indonesia.</p>
<p>Pertama, political will &#8211; dengan menempatkan RD sebagai prioritas indikator kesehatan, layaknya kesehatan ibu dan anak, stroke atau penyakit kardiovaskular lainnya. Kedua, sarana dan prasarana yang memadai &#8211; baik untuk skrining maupun terapi, termasuk laser fotokoagulasi seharusnya tersedia di seluruh kabupaten.</p>
<p>Ketiga, kolaborasi lintas profesi dan sektoral &#8211; dari tenaga kesehatan tingkat primer hingga tersier, antar dokter spesialis penyakit dalam endokrin metabolik dan spesialis mata, serta kerja sama dengan berbagai organisasi (baik pemerintah maupun non-pemerintah, dan nasional maupun internasional).</p>
<p>Sebagai realisasi pencegahan kebutaan akibat RD, sebelumnya Prof Habibah telah menggagas berbagai inisiatif strategis di Sulawesi Selatan. Melalui Departemen Ilmu Kedokteran Mata Unhas dan PERDAMI, Prof Habibah telah bekerja sama dengan Helen Keller International, Lions International, Yayasan Layak, CBM, Foresight Australia, Orbis International, Royal College of Ophthalmology, University of Dundee, Standard Chartered dan berbagai organisasi lain.</p>
<p>Kolaborasi tersebut telah melahirkan berbagai program, seperti pelatihan untuk dokter umum, dokter mata, perawat, optometrist, kader dan guru untuk skrining gangguan penglihatan, termasuk RD.</p>
<p>Mengakhiri pidatonya, Prof Habibah menyampaikan harapannya agar upaya preventif ini dapat terus berkembang dan berdampak. Untuk mengatasi masalah kebutaan dan gangguan penglihatan RD perlu tata laksana dari hulu sampai ke hilir, terutama pada usia produktif agar bonus demografi memberi impak positif bagi Indonesia.</p>
<p>&#8220;Kita semua bertanggung jawab untuk memastikan bahwa generasi mendatang memiliki akses ke layanan kesehatan mata yang berkualitas. Bersama, kita bisa membangun masa depan yang lebih cerah bagi bangsa ini,” tandasnya.</p>
<p>Pengukuhan Prof Habibah menambah jumlah dokter spesialis mata dari jaringan JEC Group yang menjadi delapan guru besar ilmu penyakit mata di berbagai universitas terkemuka Indonesia. Sebelumnya, gelar tersebut juga pernah dikukuhkan oleh Universitas Indonesia kepada (Almarhum) Prof. Dr. Istiantoro Sukardi, SpM(K), Prof. Dr. Tjahjono D. Gondhowiarjo, SpM(K), PhD; Prof. DR. Dr. Widya Artini Wiyogo, Sp.M(K); dan baru-baru ini, Prof. Dr. dr. Yunia Irawati, SpM(K).</p>
<p>Selain itu, Universitas Diponegoro mengukuhkan pula Prof. DR. Dr Winarto, SpM(K), serta Universitas Hasanudin telah memberikan gelar serupa kepada Prof. Dr. Budu, Ph.D., SpM(K),M.Med.Ed dan Prof. Dr. Andi Muhammad Ichsan, Ph.D., SpM(K).</p>
<p>Artikel <a href="https://dotnews.co.id/pengukuhan-spesialis-mata-jec-orbita-makassar-sebagai-guru-besar-universitas-hasanuddin/">Pengukuhan Spesialis Mata JEC Orbita Makassar sebagai Guru Besar Universitas Hasanuddin</a> pertama kali tampil pada <a href="https://dotnews.co.id">Dot NEWS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
