<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>cegah stunting Arsip - Dot NEWS</title>
	<atom:link href="https://dotnews.co.id/topic/cegah-stunting/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://dotnews.co.id/topic/cegah-stunting/</link>
	<description>Informatif. Edukatif. Inspiratif</description>
	<lastBuildDate>Wed, 17 Dec 2025 12:23:40 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://dotnews.co.id/wp-content/uploads/2025/02/cropped-Picsart_25-02-07_02-33-09-031-32x32.png</url>
	<title>cegah stunting Arsip - Dot NEWS</title>
	<link>https://dotnews.co.id/topic/cegah-stunting/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Dari Puskesmas hingga Petani, Wagub Sulsel Dorong Enrekang Bebas Stunting</title>
		<link>https://dotnews.co.id/dari-puskesmas-hingga-petani-wagub-sulsel-dorong-enrekang-bebas-stunting/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Dec 2025 12:23:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[andi sudirman sulaiman]]></category>
		<category><![CDATA[fatmawati rusdi]]></category>
		<category><![CDATA[pemkab enrekang]]></category>
		<category><![CDATA[pemprov sulsel]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://dotnews.co.id/?p=5266</guid>

					<description><![CDATA[<p>ENREKANG, 17 Desember 2025 (Dotnews) — Wakil Gubernur...</p>
<p>Artikel <a href="https://dotnews.co.id/dari-puskesmas-hingga-petani-wagub-sulsel-dorong-enrekang-bebas-stunting/">Dari Puskesmas hingga Petani, Wagub Sulsel Dorong Enrekang Bebas Stunting</a> pertama kali tampil pada <a href="https://dotnews.co.id">Dot NEWS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>ENREKANG, 17 Desember 2025 (Dotnews)</strong> </em>— Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Enrekang, Rabu, 17 Desember 2025, dengan agenda utama peluncuran Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) dan Gerakan Makan Telur sebagai bagian dari penguatan intervensi terpadu penurunan stunting di daerah tersebut.</p>
<p>Kunjungan diawali dengan penanaman bibit bawang bersama petani dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Enrekang di Kelurahan Lakawan, Kecamatan Anggeraja. Kegiatan ini menjadi simbol dukungan pemerintah terhadap ketahanan pangan dan penguatan ekonomi sektor pertanian.</p>
<p>Pada kesempatan yang sama, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menyerahkan bantuan pertanian berupa 150 bibit alpukat dan 150 bibit durian kepada Kelompok Tani Ruppape Desa Tuntung, Kecamatan Maiwa, serta Kelompok Tani Paraja, sebagai upaya mendorong produktivitas pertanian berkelanjutan.</p>
<p>Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan Wakil Gubernur Sulsel ke UPT Puskesmas Anggeraja di Jalan Atalanta, Kabupaten Enrekang. Kehadiran Wagub disambut hangat para orang tua balita yang masuk dalam zona stunting. Dalam suasana penuh empati, Fatmawati Rusdi menyapa anak-anak satu per satu dan memberi semangat kepada para orang tua.</p>
<p>Agenda utama kunjungan ditandai dengan peluncuran Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) dan Gerakan Makan Telur di Puskesmas Anggeraja, Kecamatan Anggeraja, yang turut dihadiri Bupati Enrekang Muh. Yusuf Ritangnga.</p>
<p>Pada kesempatan tersebut, Wakil Gubernur Sulsel menyerahkan sejumlah bantuan, antara lain vitamin Taburia bagi 200 anak stunting dari Pemerintah Kabupaten Enrekang, paket stunting bagi 200 anak stunting dari Ibu Wakil Gubernur Sulsel yang terdiri atas susu, telur, vitamin, dan biskuit, serta bantuan Optimalisasi Pemanfaatan Lahan Pekarangan (OPLP) kepada dua kelompok penerima.</p>
<p>Dalam sambutannya, Fatmawati Rusdi menegaskan bahwa stunting merupakan persoalan serius yang membutuhkan penanganan kolaboratif dan berkelanjutan.</p>
<p>“Penanganan stunting tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Ini membutuhkan keterlibatan semua pihak, mulai dari pemerintah provinsi, kabupaten, kecamatan, desa, hingga masyarakat,” ujar Fatmawati.</p>
<p>Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting di Kabupaten Enrekang mencapai 34,3 persen dan menempati peringkat kedua tertinggi di Sulawesi Selatan.</p>
<p>Ia mendorong pemanfaatan optimal bantuan intervensi stunting lebih dari Rp1 miliar, serta penguatan edukasi kepada masyarakat terkait penyebab stunting, termasuk penggunaan gawai pada anak usia di bawah dua tahun dan praktik pernikahan dini.</p>
<p>Selain itu, Wagub juga meminta agar gerakan menjaga kebersihan lingkungan, termasuk program Jumat Bersih, terus digalakkan di seluruh kecamatan sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting berbasis lingkungan.</p>
<p>“Hari ini kita launching Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting. Saya mengajak seluruh ASN untuk berpartisipasi, satu ASN mengasuh satu anak stunting. Kita berharap, setelah kunjungan ini, angka stunting di Enrekang dapat terus menurun,” tegasnya.</p>
<p>Peluncuran GENTING dan Gerakan Makan Telur untuk Generasi Sehat dan Sejahtera ditandai dengan pembagian telur kepada 200 balita stunting dari 16 desa di Kabupaten Enrekang.</p>
<p>Dalam sambutannya, Bupati Enrekang Muh Yusuf Ritangnga menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wakil Gubernur Sulsel dan dukungan nyata Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Ia menyebutkan bantuan keuangan sebesar Rp15 miliar yang diterima pada akhir tahun sebelumnya telah dimanfaatkan pada sektor-sektor strategis dan prioritas. Selain itu, bantuan Rp500 juta untuk pelatihan UMKM juga telah direalisasikan.</p>
<p>Terkait stunting, Bupati Enrekang mengakui daerahnya masih berada pada peringkat kedua tertinggi di Sulawesi Selatan dan berharap melalui kolaborasi lintas sektor, angka stunting tersebut dapat ditekan secara signifikan.</p>
<p>Usai kegiatan tersebut, Wakil Gubernur Sulsel meninjau pelatihan Deppa Te’tekan di Gedung Serbaguna Sipakario, Desa Mampu, Kecamatan Anggeraja. Pada kesempatan itu, Fatmawati Rusdi menyerahkan bantuan peralatan kewirausahaan secara simbolis kepada peserta pelatihan.</p>
<p>Ia mendorong Deppa Te’tekan dikembangkan menjadi salah satu ikon kuliner khas Enrekang, serta mengapresiasi peran ibu-ibu dan dukungan pemerintah daerah dalam menyediakan wadah pelatihan dan memperluas akses pemasaran produk lokal agar berdaya saing.</p>
<p>Artikel <a href="https://dotnews.co.id/dari-puskesmas-hingga-petani-wagub-sulsel-dorong-enrekang-bebas-stunting/">Dari Puskesmas hingga Petani, Wagub Sulsel Dorong Enrekang Bebas Stunting</a> pertama kali tampil pada <a href="https://dotnews.co.id">Dot NEWS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Buka Pelatihan Gizi Anak di Makassar, Melinda Aksa Ajak Orang Tua Jadi Teladan Pola Hidup Sehat bagi Anak</title>
		<link>https://dotnews.co.id/buka-pelatihan-gizi-anak-di-makassar-melinda-aksa-ajak-orang-tua-jadi-teladan-pola-hidup-sehat-bagi-anak/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 Oct 2025 15:51:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Aliyah Mustika Ilham]]></category>
		<category><![CDATA[bunda paud kota makassar]]></category>
		<category><![CDATA[melinda aksa]]></category>
		<category><![CDATA[Munafri Arifuddin]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot Makassar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://dotnews.co.id/?p=4274</guid>

					<description><![CDATA[<p>MAKASSAR, 10 Oktober 2025 (Dotnews) — Bunda PAUD...</p>
<p>Artikel <a href="https://dotnews.co.id/buka-pelatihan-gizi-anak-di-makassar-melinda-aksa-ajak-orang-tua-jadi-teladan-pola-hidup-sehat-bagi-anak/">Buka Pelatihan Gizi Anak di Makassar, Melinda Aksa Ajak Orang Tua Jadi Teladan Pola Hidup Sehat bagi Anak</a> pertama kali tampil pada <a href="https://dotnews.co.id">Dot NEWS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>MAKASSAR, 10 Oktober 2025 (Dotnews)</strong></em> — Bunda PAUD Kota Makassar, Melinda Aksa, menekankan pentingnya pemenuhan gizi seimbang bagi anak usia dini sebagai langkah nyata dalam mencegah stunting dan membentuk generasi yang sehat, cerdas, serta berdaya saing.</p>
<p>Hal itu disampaikannya saat membuka kegiatan Pelatihan Pemenuhan Gizi Anak yang diselenggarakan oleh Pokja Bunda PAUD Kota Makassar di Ruang Sipakatau, Balai Kota Makassar, Jumat (10/10/2025).</p>
<p>Dengan mengusung tema “Gizi Seimbang, Anak Sehat dan Cerdas Menuju Makassar Emas”, kegiatan ini dihadiri oleh para Bunda PAUD kecamatan, kepala sekolah PAUD negeri, guru PAUD, organisasi wanita, serta para orang tua siswa.</p>
<p>Dalam sambutannya, Melinda Aksa menuturkan bahwa usia dini merupakan masa emas pertumbuhan anak, di mana seluruh potensi fisik, kognitif, dan emosional berkembang pesat. “Usia 0–5 tahun adalah masa emas yang tidak boleh terlewatkan dalam menanamkan kebiasaan makan bergizi dan pola hidup sehat,” ujarnya.</p>
<p>Ia mengungkapkan, berdasarkan data di Kota Makassar, masih terdapat sekitar 3,2 persen anak yang tergolong stunting. &#8220;Karena itu, menurutnya, isu stunting masih menjadi perhatian serius yang harus diselesaikan bersama oleh seluruh elemen masyarakat,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Menurutnya, tantangan terbesar saat ini adalah kemudahan akses terhadap makanan olahan cepat saji atau ultra-processed food yang semakin banyak dijual dengan harga terjangkau.</p>
<p>“Anak-anak kita bahkan sudah bisa memesan sendiri lewat aplikasi. Karena itu, jangan makan makanan cepat saji di depan anak, karena mereka akan meniru,” pesannya.</p>
<p>Lebih lanjut, Melinda menekankan pola konsumsi keluarga berperan besar terhadap pembentukan kebiasaan makan anak. Ia mencontohkan kebiasaannya di rumah yang menghindari makanan instan.</p>
<p>“Di rumah saya hampir tidak pernah ada makanan ringan atau instan karena orang tua harus menjadi teladan. Jadilah pendidik yang juga menanamkan pola hidup sehat dan pemahaman tentang pentingnya gizi seimbang,” tuturnya.</p>
<p>Melinda juga menyoroti bahaya konsumsi gula berlebih pada anak. Ia menyebut banyak kasus diabetes menyerang usia muda akibat pola makan yang tidak sehat. “Sekarang banyak anak usia dini yang sudah terkena diabetes. Bahkan ada yang di usia 15 tahun sudah harus suntik insulin,” ungkapnya.</p>
<p>Untuk itu, Ia menegaskan komitmennya untuk terus mendorong sinergi antara lembaga PAUD, Dinas Kesehatan, dan masyarakat agar setiap anak Makassar memperoleh haknya atas gizi yang layak dan pendidikan berkualitas.</p>
<p>Ia berharap para peserta pelatihan tidak hanya mendengar, tetapi juga menerapkan ilmu yang diperoleh di rumah.</p>
<p>“Ibu-ibu, kepala sekolah, guru, dan orang tua mari praktikkan apa yang disampaikan para ahli hari ini. Jadilah contoh nyata bagi anak-anak kita,” ujarnya.</p>
<p>Sebagai bentuk dukungan nyata, Melinda Aksa juga menyerahkan secara simbolis paket alat makan dan kebersihan untuk anak dan Taman Kanak-Kanak di tiap kecamatan Kota Makassar.</p>
<p>Dalam kegiatan tersebut, turut hadir dua narasumber yakni Astati Made Amin, Wakil Ketua DPD Persagi Sulsel yang membawakan materi Kebutuhan Gizi Anak untuk 1.000 Hari Pertama Kehidupan.</p>
<p>“Memberikan gizi optimal sejak 1.000 hari pertama kehidupan sangat menentukan pertumbuhan otak dan tubuh anak, sehingga pola makan dan ASI eksklusif harus menjadi prioritas,” ujar Astati.</p>
<p>Sementara dr. Lingga Pradipta menyampaikan materi Membangun Generasi Sehat, Pencegahan Stunting Sejak Dini Menuju Indonesia Emas. “Pencegahan stunting dimulai dari pendidikan gizi di rumah dan sekolah. Kolaborasi antara orang tua, guru, dan tenaga kesehatan sangat krusial,&#8221; tekannya.</p>
<p>Artikel <a href="https://dotnews.co.id/buka-pelatihan-gizi-anak-di-makassar-melinda-aksa-ajak-orang-tua-jadi-teladan-pola-hidup-sehat-bagi-anak/">Buka Pelatihan Gizi Anak di Makassar, Melinda Aksa Ajak Orang Tua Jadi Teladan Pola Hidup Sehat bagi Anak</a> pertama kali tampil pada <a href="https://dotnews.co.id">Dot NEWS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cegah Stunting, Pertamina Patra Niaga Sulawesi Pastikan Ketersediaan Makanan Bergizi Bagi Balita di Kendari</title>
		<link>https://dotnews.co.id/cegah-stunting-pertamina-patra-niaga-sulawesi-pastikan-ketersediaan-makanan-bergizi-bagi-balita-di-kendari/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Sep 2025 08:55:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi]]></category>
		<category><![CDATA[PT Pertamina]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://dotnews.co.id/?p=3800</guid>

					<description><![CDATA[<p>KENDARI, 09 September 2025 (Dotnews) — Pertamina Patra...</p>
<p>Artikel <a href="https://dotnews.co.id/cegah-stunting-pertamina-patra-niaga-sulawesi-pastikan-ketersediaan-makanan-bergizi-bagi-balita-di-kendari/">Cegah Stunting, Pertamina Patra Niaga Sulawesi Pastikan Ketersediaan Makanan Bergizi Bagi Balita di Kendari</a> pertama kali tampil pada <a href="https://dotnews.co.id">Dot NEWS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KENDARI, 09 September 2025 (Dotnews)</strong> — Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi melalui Integrated Terminal (IT) Kendari mendukung pelaksanaan Lomba Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bertema “Gizi Mata Seimbang” yang diselenggarakan di Kantor Kelurahan Mata, Kota Kendari.</p>
<p>Dukungan ini merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL/CSR) perusahaan dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.</p>
<p>Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah kelurahan, kader Posyandu, dan Puskesmas Mata, yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi seimbang sejak dini, khususnya dalam upaya pencegahan stunting pada balita.</p>
<p>Pertamina Patra Niaga IT Kendari berkontribusi melalui penyediaan bahan makanan bergizi, peralatan memasak, bingkisan peserta, serta edukasi gizi yang disampaikan oleh tenaga ahli.</p>
<p>Lurah Mata, Ansyar Aziz, menyampaikan apresiasinya atas dukungan Pertamina.</p>
<p>“Kami sangat berterima kasih atas kontribusi nyata Pertamina dalam kegiatan ini. Lomba ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga sarana edukasi bagi masyarakat agar lebih peduli terhadap pola makan sehat, terutama bagi anak-anak,” ujarnya.</p>
<p>Lomba PMT ini diikuti oleh kader dan anggota Posyandu di Kelurahan Mata. Setiap tim menyajikan menu berbahan lokal yang dinilai berdasarkan aspek gizi, kreativitas, kebersihan, cita rasa, dan daya tarik bagi anak-anak.</p>
<p>Integrated Terminal Manager Kendari, Supriyono Agung Nugroho, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen sosial perusahaan.</p>
<p>“Kami percaya bahwa anak-anak yang sehat adalah fondasi bagi masyarakat yang kuat. Melalui kegiatan ini, kami ingin mendukung para ibu dalam menyediakan makanan sehat dan bergizi bagi anak-anak mereka,” tuturnya.</p>
<p>Pertamina Patra Niaga Sulawesi berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya asupan gizi seimbang, sekaligus menekan angka stunting di wilayah Kelurahan Mata. Lebih dari itu, sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha diharapkan menjadi contoh kolaborasi positif dalam membangun ketahanan kesehatan masyarakat.</p>
<p>Area Manager Communication, Relations &amp; CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Tengku Muhammad Rum, menyampaikan bahwa inisiatif ini sejalan dengan komitmen Pertamina dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya:</p>
<p>• SDG 2: Zero Hunger, melalui upaya peningkatan gizi anak dan pemanfaatan pangan lokal.</p>
<p>• SDG 3: Good Health and Well-being, dengan fokus pada pencegahan stunting dan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.</p>
<p>• SDG 17: Partnerships for the Goals, lewat kolaborasi aktif antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha dalam membangun ketahanan gizi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://dotnews.co.id/cegah-stunting-pertamina-patra-niaga-sulawesi-pastikan-ketersediaan-makanan-bergizi-bagi-balita-di-kendari/">Cegah Stunting, Pertamina Patra Niaga Sulawesi Pastikan Ketersediaan Makanan Bergizi Bagi Balita di Kendari</a> pertama kali tampil pada <a href="https://dotnews.co.id">Dot NEWS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Munafri Arifuddin Dorong Aksi Nyata Cegah Kekerasan Domestik dan Stunting</title>
		<link>https://dotnews.co.id/munafri-arifuddin-dorong-aksi-nyata-cegah-kekerasan-domestik-dan-stunting/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Jul 2025 04:26:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Aliyah Mustika Ilham]]></category>
		<category><![CDATA[Munafri Arifuddin]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot Makassar]]></category>
		<category><![CDATA[Wakil Wali Kota Makassar]]></category>
		<category><![CDATA[wali kota makassar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://dotnews.co.id/?p=2648</guid>

					<description><![CDATA[<p>MAKASSAR, 8 Juli 2025 (Dotnews) &#8211; Wali Kota...</p>
<p>Artikel <a href="https://dotnews.co.id/munafri-arifuddin-dorong-aksi-nyata-cegah-kekerasan-domestik-dan-stunting/">Munafri Arifuddin Dorong Aksi Nyata Cegah Kekerasan Domestik dan Stunting</a> pertama kali tampil pada <a href="https://dotnews.co.id">Dot NEWS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>MAKASSAR, 8 Juli 2025 (Dotnews) &#8211; Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menangani persoalan sosial yang kerap menimpa perempuan dan anak, mulai dari kekerasan dalam rumah tangga hingga stunting.</p>
<p>Hal ini disampaikan Munafri saat menerima audiensi pimpinan cabang Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kota Makassar di Balai Kota, Selasa (8/7/2025).</p>
<p>Menurut Munafri, akar persoalan kekerasan dan pengabaian anak pada dasarnya bermuara pada rendahnya kualitas pendidikan keluarga.</p>
<p>&#8220;Intinya ini adalah pendidikan dan edukasi keluarga. Kalau pendidikannya bagus, pola pikirnya akan berbeda, tidak mudah melakukan tindak kekerasan. Inilah yang akan kami lakukan kedepan,&#8221; ujar Munafri, saat menerima pengurus Fatayat NU.</p>
<p>Ia menjelaskan, upaya edukasi perlu dilakukan secara menyeluruh, termasuk pendampingan informal kepada pasangan suami istri, terutama yang baru memasuki jenjang pernikahan maupun masa pasca-persalinan.</p>
<p>&#8220;Baby blues, kekerasan, atau (pengabaian anak) itu sering muncul karena minimnya pengetahuan bagaimana menjadi pasangan suami istri, bagaimana mengasuh anak. Ini masalah kita bersama. Pemerintah tidak akan mampu jika bekerja sendiri,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Untuk itu, Pemkot Makassar lewat sejumlah Dinas terkait seperti DP3A (Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak), Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, serta menggandeng kader PKK dan tokoh masyarakat hingga ke level RT/RW.</p>
<p>Munafri juga menekankan bahwa penanganan stunting harus dilakukan secara serius, berbasis data yang valid.</p>
<p>&#8220;Kalau penanganan stunting, saya minta benar-benar dilakukan dengan data by name by address supaya bisa kelihatan progresnya. Seminar tidak boleh hanya menjadi tempat berkumpul, harus ada tindak lanjut konkret,&#8221; tegas Appi.</p>
<p>Artikel <a href="https://dotnews.co.id/munafri-arifuddin-dorong-aksi-nyata-cegah-kekerasan-domestik-dan-stunting/">Munafri Arifuddin Dorong Aksi Nyata Cegah Kekerasan Domestik dan Stunting</a> pertama kali tampil pada <a href="https://dotnews.co.id">Dot NEWS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
