<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Dukung ketahanan pangan Arsip - Dot NEWS</title>
	<atom:link href="https://dotnews.co.id/topic/dukung-ketahanan-pangan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://dotnews.co.id/topic/dukung-ketahanan-pangan/</link>
	<description>Informatif. Edukatif. Inspiratif</description>
	<lastBuildDate>Fri, 21 Nov 2025 14:22:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://dotnews.co.id/wp-content/uploads/2025/02/cropped-Picsart_25-02-07_02-33-09-031-32x32.png</url>
	<title>Dukung ketahanan pangan Arsip - Dot NEWS</title>
	<link>https://dotnews.co.id/topic/dukung-ketahanan-pangan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>AFT Hasanuddin Jadi Sorotan di Forum Ekonomi Sirkular, Kelola 8,1 Ton Limbah Jadi Nilai Ekonomi</title>
		<link>https://dotnews.co.id/aft-hasanuddin-jadi-sorotan-di-forum-ekonomi-sirkular-kelola-81-ton-limbah-jadi-nilai-ekonomi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 21 Nov 2025 14:22:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Aviation Fuel Terminal Hasanuddin]]></category>
		<category><![CDATA[Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi]]></category>
		<category><![CDATA[PT Pertamina]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://dotnews.co.id/?p=4865</guid>

					<description><![CDATA[<p>MAKASSAR, 21 November 2025 (Dotnews) — Pertamina Patra...</p>
<p>Artikel <a href="https://dotnews.co.id/aft-hasanuddin-jadi-sorotan-di-forum-ekonomi-sirkular-kelola-81-ton-limbah-jadi-nilai-ekonomi/">AFT Hasanuddin Jadi Sorotan di Forum Ekonomi Sirkular, Kelola 8,1 Ton Limbah Jadi Nilai Ekonomi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://dotnews.co.id">Dot NEWS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>MAKASSAR, 21 November 2025 (Dotnews)</strong></em> — Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Hasanuddin kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong ketahanan pangan dan pembangunan berkelanjutan dengan berpartisipasi pada Sustainable Circular Economy Forum yang diselenggarakan Kementerian PPN/Bappenas, Rabu (19/11) kemarin.</p>
<p>Pada kesempatan ini, AFT Hasanuddin bersama Badan Gizi Nasional (BGN) memamerkan inovasi pemanfaatan limbah organik menjadi pakan alternatif bebek petelur sebagai bagian dari implementasi ekonomi sirkular di tingkat komunitas.</p>
<p>AFT Hasanuddin merupakan penyedia BBMP pertama dan satu-satunya di Indonesia yang bermitra resmi dengan BGN dalam pengelolaan limbah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) guna mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).</p>
<p>Inovasi ini tidak hanya mengurangi volume limbah yang berakhir di TPA, tetapi juga terbukti meningkatkan produktivitas Kelompok Ternak Laleng Kessie binaan Pertamina di Desa Baji Mangngai, Kabupaten Maros. Selain dimanfaatkan sebagai pakan ternak, limbah organik dari dapur SPPG yang tidak dapat dikonsumsi bebek juga diolah untuk budidaya maggot atau larva Black Soldier Fly (BSF), yang merupakan sumber protein ramah lingkungan bagi bebek petelur.</p>
<p>Metode ini dapat meningkatkan pertumbuhan ternak sekaligus menekan biaya pakan secara signifikan.</p>
<p>Melalui booth pameran pada forum tersebut, AFT Hasanuddin menampilkan hasil implementasi Program Agrokompleks Hasanuddin yang memanfaatkan limbah organik dari dapur SPPG dan rumah tangga di Desa Baji Mangngai untuk diolah menjadi pakan bernutrisi tinggi bagi bebek petelur.</p>
<p>Program ini telah menunjukkan hasil yang signifikan, antara lain peningkatan produktivitas ternak, efisiensi biaya pakan hingga 75%, serta pemanfaatan 8,1 ton sampah organik selama periode Juni–Oktober 2025. Implementasi program juga berkontribusi pada penurunan emisi hingga ±0,5 ton CO₂e per tahun.</p>
<p>Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, turut memberikan apresiasi atas inovasi yang dilakukan Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi melalui AFT Hasanuddin.</p>
<p>&#8220;Saya mengucapkan terima kasih kepada Pertamina karena telah mendukung pengembangan kelompok masyarakat binaan, terutama dalam mendukung Program Asta Cita Presiden Prabowo melalui pemanfaatan limbah MBG sebagai pakan alternatif bebek petelur. Program ini tidak hanya meningkatkan pendapatan peternak, tetapi juga menjadi contoh nyata bagaimana limbah dapat kembali menjadi nilai ekonomi,” ujarnya.</p>
<p>Beliau juga menegaskan bahwa inovasi pengelolaan limbah ini memiliki potensi untuk diperluas ke berbagai desa di Sulawesi Selatan sebagai bagian dari upaya pengurangan sampah organik dan penguatan ketahanan pangan daerah.</p>
<p>Selaras dengan pilar Environment dan Social Responsibility dalam program Tanggung Jawab Sosial &amp; Lingkungan (TJSL) Pertamina Patra Niaga, AFT Manager Hasanuddin, Andreas Yanuar Arinawan, menegaskan komitmen perusahaan dalam membangun ekosistem berkelanjutan.</p>
<p>“Program ini kami kembangkan agar masyarakat tidak hanya menerima bantuan, tetapi mampu membangun sistem produksi yang mandiri dan bernilai ekonomi. Pemanfaatan limbah menjadi sumber daya baru telah menunjukkan hasil konkret bagi peternak, kelompok perempuan, maupun lingkungan,” jelasnya.</p>
<p>Direktur Penyediaan dan Penyaluran Wilayah III BGN, Enny Indarti, S.STP., M.Si., menyampaikan bahwa keberhasilan kolaborasi ini memiliki replicability potential dan berpeluang diterapkan di berbagai wilayah lain, terutama daerah dengan potensi peternakan unggas dan produksi limbah organik yang tinggi.</p>
<p>Program kolaboratif ini memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya:<br />
* SDG 2: Tanpa Kelaparan, melalui peningkatan ketersediaan pakan dan produktivitas pangan lokal;<br />
* SDG 5: Kesetaraan Gender, melalui pelibatan aktif kelompok perempuan dalam rantai produksi;<br />
* SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, melalui pemanfaatan limbah menjadi sumber daya bernilai dan pengurangan dampak lingkungan.</p>
<p>Pertamina Patra Niaga akan terus memperkuat upaya inovatif berbasis ekonomi sirkular guna mendorong ketahanan pangan, pemberdayaan masyarakat, dan keberlanjutan lingkungan di berbagai wilayah operasionalnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://dotnews.co.id/aft-hasanuddin-jadi-sorotan-di-forum-ekonomi-sirkular-kelola-81-ton-limbah-jadi-nilai-ekonomi/">AFT Hasanuddin Jadi Sorotan di Forum Ekonomi Sirkular, Kelola 8,1 Ton Limbah Jadi Nilai Ekonomi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://dotnews.co.id">Dot NEWS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pertamina Patra Niaga Dorong Kemandirian Pangan Lewat Program Pekarangan Lestari di Maros</title>
		<link>https://dotnews.co.id/pertamina-patra-niaga-dorong-kemandirian-pangan-lewat-program-pekarangan-lestari-di-maros/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 Oct 2025 06:27:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[PT Pertamina]]></category>
		<category><![CDATA[pt pertamina patra niaga]]></category>
		<category><![CDATA[pt pertamina patra niaga regional sulawesi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://dotnews.co.id/?p=4277</guid>

					<description><![CDATA[<p>MAROS, 10 Oktober 2025 (Dotnews) — PT Pertamina...</p>
<p>Artikel <a href="https://dotnews.co.id/pertamina-patra-niaga-dorong-kemandirian-pangan-lewat-program-pekarangan-lestari-di-maros/">Pertamina Patra Niaga Dorong Kemandirian Pangan Lewat Program Pekarangan Lestari di Maros</a> pertama kali tampil pada <a href="https://dotnews.co.id">Dot NEWS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>MAROS, 10 Oktober 2025 (Dotnews)</strong></em> — PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Hasanuddin kembali menunjukkan komitmennya terhadap pembangunan berkelanjutan dan pemberdayaan masyarakat lokal melalui penyelenggaraan Lomba Pekarangan Pangan Lestari (P2L) di Dusun Pao Pao, Desa Baji Mangngai, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros.</p>
<p>Program ini menjadi bagian dari inisiatif Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan dalam mendukung ketahanan pangan berbasis komunitas. Melalui pemanfaatan pekarangan rumah sebagai sumber pangan sehat, kegiatan ini mendorong masyarakat—khususnya perempuan desa—untuk berinovasi, berkreasi, dan berkolaborasi dalam menciptakan lingkungan yang produktif dan ramah lingkungan.</p>
<p>Sebanyak 28 peserta dari empat kelompok yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani (KWT) Baji Minasa turut ambil bagian dalam lomba ini. Mereka menampilkan berbagai kreativitas, mulai dari desain kebun mini yang inspiratif, olahan pangan lokal, hingga yel-yel kelompok yang mencerminkan semangat gotong royong dan kebersamaan.</p>
<p>AFT Manager Hasanuddin, Andreas Yanuar Arinawan, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata dukungan Pertamina terhadap penguatan ketahanan pangan masyarakat.</p>
<p>“Program ini menjadi wujud kontribusi perusahaan dalam menjawab potensi dan kebutuhan lokal, khususnya di sektor pertanian, pemberdayaan perempuan, dan pelestarian lingkungan. Melalui pendekatan CSR yang berkelanjutan, kami berharap dapat mendorong terciptanya desa yang mandiri dan berdaya,” ujarnya.</p>
<p>Kepala Desa Baji Mangngai, Abdul Latif, S.Sos., turut mengapresiasi sinergi antara Pertamina Patra Niaga dan masyarakat dalam mengoptimalkan lahan pekarangan.</p>
<p>“Kami sangat berterima kasih atas dukungan Pertamina. Kini, pekarangan yang sebelumnya tidak termanfaatkan telah berubah menjadi kebun hijau yang produktif. Ini adalah bukti nyata bahwa kolaborasi dapat membawa dampak positif bagi ketahanan pangan dan kemandirian desa,” ungkapnya.</p>
<p>Dalam lomba tersebut, Kelompok “Baji Minasa 2” berhasil meraih penghargaan Kebun Mini Inspirasi Keluarga berkat desain tanam yang inovatif dan pemanfaatan limbah organik sebagai pupuk alami.</p>
<p>Sementara itu, “Baji Minasa 1” unggul dalam kategori Kreasi Olahan Pangan Lokal, dan “Baji Minasa 3” meraih penghargaan Yel-Yel Terbaik berkat semangat dan kreativitas yang ditampilkan.</p>
<p>Suasana lomba berlangsung meriah dan penuh antusiasme. Dari anak-anak hingga para ibu, semua terlibat aktif dalam kegiatan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mengedukasi. Setiap penghargaan yang diberikan menjadi simbol apresiasi atas kerja keras dan semangat warga dalam menjaga keberlanjutan pangan di lingkungan mereka.</p>
<p>Area Manager Communication, Relations &amp; CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, T. Muhammad Rum, menegaskan bahwa inisiatif ini sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mendukung pencapaian tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya:</p>
<p>• SDG 2 – Tanpa Kelaparan: Mendorong ketersediaan pangan bergizi dari pekarangan rumah.</p>
<p>• SDG 5 – Kesetaraan Gender: Memperkuat peran perempuan dalam pengelolaan pangan keluarga.</p>
<p>• SDG 12 – Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab: Menerapkan praktik ramah lingkungan dan pemanfaatan sumber daya lokal secara berkelanjutan.</p>
<p>“Langkah kecil di pekarangan rumah dapat membawa perubahan besar. Inisiatif ini menjadi bukti bahwa masyarakat desa mampu menjadi pelaku utama dalam mewujudkan ketahanan pangan dan pembangunan berkelanjutan,” tutup T. Muhammad Rum.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://dotnews.co.id/pertamina-patra-niaga-dorong-kemandirian-pangan-lewat-program-pekarangan-lestari-di-maros/">Pertamina Patra Niaga Dorong Kemandirian Pangan Lewat Program Pekarangan Lestari di Maros</a> pertama kali tampil pada <a href="https://dotnews.co.id">Dot NEWS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bertemu Mentan Amran Sulaiman, Munafri Paparkan Program Green House Dukung Ketahanan Pangan</title>
		<link>https://dotnews.co.id/bertemu-mentan-amran-sulaiman-munafri-paparkan-program-green-house-dukung-ketahanan-pangan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Oct 2025 11:26:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Aliyah Mustika Ilham]]></category>
		<category><![CDATA[amran sulaiman]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian Pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[Menteri pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[Munafri Arifuddin]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot Makassar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://dotnews.co.id/?p=4256</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA, 09 Oktober 2025 (Dotnews) &#8211; Wali Kota...</p>
<p>Artikel <a href="https://dotnews.co.id/bertemu-mentan-amran-sulaiman-munafri-paparkan-program-green-house-dukung-ketahanan-pangan/">Bertemu Mentan Amran Sulaiman, Munafri Paparkan Program Green House Dukung Ketahanan Pangan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://dotnews.co.id">Dot NEWS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>JAKARTA, 09 Oktober 2025 (Dotnews)</strong></em> &#8211; Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menargetkan Kota Makassar menjadi salah satu daerah penopang pangan nasional melalui pengembangan urban farming atau pertanian di lahan sempit perkotaan.</p>
<p>Langkah ini diambil sebagai upaya strategis dalam mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan, meskipun Makassar bukan wilayah dengan lahan pertanian luas.</p>
<p>Hal tersebut disampaikan Munafri usai mengikuti Rapat Koordinasi Ketersediaan Pangan Nasional bersama Menteri Pertanian RI, Amran Sulaiman, dan sejumlah kepala daerah di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Kamis (9/10/2025).</p>
<p>Dalam keterangannya, Munafri menegaskan bahwa meski Makassar adalah kota metropolitan dengan lahan pertanian terbatas, namun potensi pengembangan pertanian lahan sempit cukup besar jika didukung teknologi modern.</p>
<p>&#8220;Kami dari Kota Makassar ini tidak punya banyak lahan pertanian. Karena itu, kami menyampaikan kepada Pak Menteri agar Kementerian bisa memberikan dukungan terhadap pengembangan pertanian lahan sempit di perkotaan,&#8221; ujar Munafri di kantor Kementan RI.</p>
<p>Sebagai langkah awal, Pemerintah Kota Makassar mendorong pembangunan minimal tiga green house percontohan di sejumlah titik strategis.</p>
<p>Menurutnya, kehadiran green house tersebut diharapkan dapat menjadi trigger atau pemantik minat masyarakat perkotaan untuk terlibat dalam kegiatan pertanian modern.</p>
<p>&#8220;Di Kota Makassar kami butuh ada percontohan green house, minimal tiga unit, untuk memberikan minat kepada masyarakat kota agar mau melakukan pertanian lahan sempit dengan teknologi yang tepat,&#8221; jelasnya, saat memberikan keterangan kepada media nasional.</p>
<p>Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Appi itu mengungkapkan, bahwa potensi pengembangan pertanian perkotaan di Makassar cukup besar, terutama dengan adanya sekitar 5.000 lorong yang dapat dimanfaatkan sebagai basis kegiatan lorong pangan.</p>
<p>Program ini selaras dengan kebijakan Kementerian Pertanian terkait tanaman pekarangan bergizi, yang akan diadopsi oleh Pemkot Makassar untuk menciptakan lapangan kerja baru sekaligus memperkuat ketahanan pangan lokal.</p>
<p>&#8220;Saya berharap program tanaman pekarangan bergizi dari Kementerian bisa kami adopsi. Selain membuka peluang kerja, ini juga membantu memperkuat ketahanan pangan di tingkat kota,&#8221; harap politisi Golkar itu.</p>
<p>Selain urban farming, mantan Bos PSM itu juga menilai keberadaan lahan persawahan yang tersisa di wilayahnya. Saat ini, sekitar 30 persen lahan sawah di Makassar masih berfungsi sebagai daerah irigasi tadah hujan.</p>
<p>Oleh sebab itu, Appi menuturkan perlu adanya dukungan peralatan dan infrastruktur pertanian dari pemerintah pusat agar lahan tersebut tidak beralih fungsi menjadi kawasan pembangunan.</p>
<p>&#8220;Harapan kami ada bantuan alat pertanian bagi masyarakat, seperti kontraktor atau mesin pengolah lahan, agar lahan pertanian yang tersisa bisa dimaksimalkan dan tidak terkonversi menjadi kawasan pembangunan,&#8221; tutur Appi.</p>
<p>Ia juga menyambut baik respon positif dari Menteri Pertanian yang berkomitmen memberikan dukungan teknis melalui jajaran direktorat jenderal terkait.</p>
<p>Pemkot Makassar, lanjutnya, segera menyiapkan usulan teknis secara lebih rinci untuk disampaikan kepada Kementerian Pertanian.</p>
<p>&#8220;Alhamdulillah, Pak Menteri merespons dengan baik. Dalam waktu dekat, kami akan koordinasi dengan Dirjen yang lebih teknis untuk mematangkan seluruh program yang akan dijalankan, termasuk dukungan anggaran dari Kementan,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Munafri menegaskan bahwa strategi penguatan ketahanan pangan di Kota Makassar akan dijalankan secara terpadu, dengan mengintegrasikan berbagai sektor seperti pengelolaan sampah dan pertanian urban.</p>
<p>Dua menambahakan, sistem ini akan melahirkan siklus ekonomi sirkular di mana hasil pengelolaan sampah organik dapat dimanfaatkan kembali sebagai pupuk untuk urban farming.</p>
<p>&#8220;Kami akan terapkan sistem terintegrasi pengelolaan sampah yang ujung-ujungnya mendukung pertanian lahan sempit seperti urban farming. Komunitas sayur-sayuran, termasuk tomat dan tanaman hortikultura lainnya, akan kami support penuh,&#8221; jelas Munafri.</p>
<p>Dengan pendekatan tersebut, Munafri optimistis Makassar dapat menjadi contoh kota besar yang berhasil memadukan inovasi perkotaan dengan kemandirian pangan, sekaligus menjawab tantangan keterbatasan lahan di tengah pertumbuhan kota.</p>
<p>&#8220;Ini cara kami menjaga ketahanan pangan di tengah kota metropolitan. Makassar bisa menjadi contoh bahwa keterbatasan lahan bukan alasan untuk tidak berdaulat pangan,&#8221; pungkasnya.</p>
<p>Dalam pertemuan ini, hadir mendampingi Wali Kota Munafri, Sekretaris Daerah Kota Makassar, Andi Zulkifly Nanda, Ketua Tim Ahli Pemkot, Andi Hudli Huduri, Kepala Dinas Perikanan dan Pertanian (DP2) Kota Makassar, Aulia Arsyad, Kepala Bapenda, Asminullah.</p>
<p>Sedangkan, Kepala Dinas Perikanan dan Pertanian (DP2) Kota Makassar, Aulia Arsyad, mengatakan bahwa dalam rapat koordinasi bersama Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, pihak Pemkot menyampaikan sejumlah usulan bantuan yang dibutuhkan Pemkot Makassar untuk memperkuat ketahanan pangan masyarakat di wilayah perkotaan.</p>
<p>&#8220;Pak Menteri merespon permintaan kami terkait bantuan Pekarangan Pangan Berkelanjutan (P2L) untuk lorong-lorong, pengembangan green house, serta alat dan mesin pertanian seperti combine harvester, traktor roda dua (TR2), dan traktor roda empat (TR4),&#8221; ujar Aulia.</p>
<p>Menurutnya, langkah ini merupakan bagian dari upaya Pemkot Makassar untuk mengoptimalkan lahan terbatas di perkotaan agar tetap produktif, sejalan dengan program Lorong Wisata dan gerakan Urban Farming yang terus digencarkan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin.</p>
<p>Aulia menambahkan, bantuan yang diusulkan akan difokuskan untuk mendukung masyarakat lorong dan kelompok tani perkotaan agar mampu memproduksi kebutuhan pangan secara mandiri.</p>
<p>&#8220;Kami berharap dukungan dari Kementan ini bisa segera terealisasi, sehingga masyarakat kota bisa merasakan manfaat langsung dari pengembangan pertanian perkotaan yang berkelanjutan,&#8221; tutupnya.</p>
<p>Artikel <a href="https://dotnews.co.id/bertemu-mentan-amran-sulaiman-munafri-paparkan-program-green-house-dukung-ketahanan-pangan/">Bertemu Mentan Amran Sulaiman, Munafri Paparkan Program Green House Dukung Ketahanan Pangan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://dotnews.co.id">Dot NEWS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
