<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>MCH Arsip - Dot NEWS</title>
	<atom:link href="https://dotnews.co.id/topic/mch/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://dotnews.co.id/topic/mch/</link>
	<description>Informatif. Edukatif. Inspiratif</description>
	<lastBuildDate>Wed, 05 Nov 2025 04:42:01 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://dotnews.co.id/wp-content/uploads/2025/02/cropped-Picsart_25-02-07_02-33-09-031-32x32.png</url>
	<title>MCH Arsip - Dot NEWS</title>
	<link>https://dotnews.co.id/topic/mch/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Perluas Dampak Ekonomi Kreatif, Makassar Creative Hub Hadir di Jalan Nusantara</title>
		<link>https://dotnews.co.id/perluas-dampak-ekonomi-kreatif-makassar-creative-hub-hadir-di-jalan-nusantara/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 05 Nov 2025 04:42:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Aliyah Mustika Ilham]]></category>
		<category><![CDATA[Munafri Arifuddin]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot Makassar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://dotnews.co.id/?p=4635</guid>

					<description><![CDATA[<p>MAKASSAR, 05 November 2025 (Dotnews) — Eksistensi Makassar...</p>
<p>Artikel <a href="https://dotnews.co.id/perluas-dampak-ekonomi-kreatif-makassar-creative-hub-hadir-di-jalan-nusantara/">Perluas Dampak Ekonomi Kreatif, Makassar Creative Hub Hadir di Jalan Nusantara</a> pertama kali tampil pada <a href="https://dotnews.co.id">Dot NEWS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>MAKASSAR, 05 November 2025 (Dotnews)</strong></em> — Eksistensi Makassar Creative Hub (MCH) yang digagas Pemerintah Kota Makassar, terus menunjukkan perkembangan signifikan.</p>
<p>Sebagai wadah pengembangan minat dan bakat anak muda, MCH kini melebarkan sayapnya, untuk hadir kantor baru, yang berlokasi di Jalan Nusantara, Kecamatan Wajo, tepat di area sebelum pintu gerbang Pelabuhan Makassar.</p>
<p>Gedung baru ini, hadir melalui kerja sama strategis dengan Kementerian Keuangan Republik Indonesia, yakni Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN).</p>
<p>Langkah tersebut akan ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Pemkot Makassar dan LMAN pada 7 November 2025, bertepatan dengan momentum perayaan Hari Ulang Tahun ke-418 Kota Makassar, tahun 2025.</p>
<p>MoU rencana akan dihadiri Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (Ditjen KN atau DJKN), salah satu unit eselon satu di Kementerian Keuangan Republik Indonesia.</p>
<p>Direktur Makassar Creative Hub, Muhammad Sabiq, mengungkapkan bahwa MoU tersebut menjadi tonggak penting dalam mewujudkan Makassar Creative Hub dikenal luas.</p>
<p>&#8220;Kami sedang melakukan pemetaan area untuk pelaksanaan MoU karena ini berkaitan langsung dengan keberlangsungan MCH Nusantara,&#8221; ujarnya, Rabu (5/11/2025).</p>
<p>Dengan hadirnya Makassar Creative Hub Nusantara, Pemerintah Kota Makassar menegaskan komitmennya dalam memperluas akses dan peluang bagi generasi muda kreatif, sekaligus memperkuat posisi Makassar sebagai kota kolaboratif dan pusat ekonomi kreatif di Indonesia Timur.</p>
<p>&#8220;ini aset milik Kementerian Keuangan melalui LMAN yang akan kita manfaatkan dalam bentuk bangunan. Saat ini sudah ada bangunannya dan tengah dilakukan pemetaan untuk persiapan 2026,&#8221; tambah Sabiq.</p>
<p>Menurutnya, acara penandatanganan MoU akan digelar secara sederhana namun bermakna, sejalan dengan arahan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, agar perayaan HUT Kota dilakukan secara efisien dan berorientasi pada hasil (output oriented).</p>
<p>&#8220;Acaranya sederhana saja — sambutan, penandatanganan MoU, tukar cinderamata, dan foto bersama. Tapi maknanya besar, karena kerja sama ini akan memperluas dampak ekonomi kreatif di Makassar,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Kegiatan ini juga akan melibatkan berbagai unsur Pentahelix, mulai dari pemerintah, komunitas, swasta, akademisi, hingga media, sebagai bentuk kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat ekosistem kreatif kota.</p>
<p>Lebih lanjut, Sabiq menjelaskan bahwa Makassar Creative Hub Nusantara akan memiliki konsep berbeda dibanding MCH di kawasan Losari.</p>
<p>Jika MCH Losari lebih berfokus pada ruang pelatihan dan edukasi, maka MCH Nusantara dirancang sebagai kompleks kreatif (creative compound) dengan ruang pertunjukan dan fasilitas publik yang lebih luas.</p>
<p>&#8220;Di MCH Nusantara nanti ada amfiteater untuk pertunjukan seni, konser kecil, atau kegiatan komunitas. Jadi, selain pelatihan dan seminar, masyarakat juga bisa menikmati aktivitas kreatif secara langsung,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Pihaknya menargetkan, setelah MoU ditandatangani pada 2025, aktivasi penuh MCH Nusantara akan dimulai pada awal 2026, seiring proses penganggaran dan penyediaan fasilitas oleh Dinas Pariwisata Kota Makassar.</p>
<p>Harapannya, fasilitas yang tersedia di MCH Nusantara akan lebih lengkap dari yang ada di Losari.</p>
<p>&#8220;Kami ingin area ini menjadi ruang kreatif baru bagi anak muda, khususnya di kawasan Wajo, Ujung Tanah, dan Tallo,&#8221; harap Sabiq.</p>
<p>Artikel <a href="https://dotnews.co.id/perluas-dampak-ekonomi-kreatif-makassar-creative-hub-hadir-di-jalan-nusantara/">Perluas Dampak Ekonomi Kreatif, Makassar Creative Hub Hadir di Jalan Nusantara</a> pertama kali tampil pada <a href="https://dotnews.co.id">Dot NEWS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tinjau Makassar Creative Hub, Wamenpar RI Apresiasi Kreativitas Anak Muda Kota Daeng</title>
		<link>https://dotnews.co.id/tinjau-makassar-creative-hub-wamenpar-ri-apresiasi-kreativitas-anak-muda-kota-daeng/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Sep 2025 15:58:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Aliyah Mustika Ilham]]></category>
		<category><![CDATA[Munafri Arifuddin]]></category>
		<category><![CDATA[ni luh]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot Makassar]]></category>
		<category><![CDATA[wamenpar ri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://dotnews.co.id/?p=4026</guid>

					<description><![CDATA[<p>MAKASSAR, 24 September 2025 (Dotnews) – Wali Kota...</p>
<p>Artikel <a href="https://dotnews.co.id/tinjau-makassar-creative-hub-wamenpar-ri-apresiasi-kreativitas-anak-muda-kota-daeng/">Tinjau Makassar Creative Hub, Wamenpar RI Apresiasi Kreativitas Anak Muda Kota Daeng</a> pertama kali tampil pada <a href="https://dotnews.co.id">Dot NEWS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MAKASSAR, 24 September 2025 (Dotnews)</strong> – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mendampingi Wakil Menteri Pariwisata RI, Ni Luh Puspa, meninjau Makassar Creative Hub (MCH) di kawasan Pantai Losari, Rabu (24/9/2025).</p>
<p>Gedung yang dirancang sebagai ruang kolaborasi dan pusat kreativitas anak muda Makassar itu mendapat perhatian besar dari Wamenpar. Ni Luh secara langsung menyaksikan beragam aktivitas yang berlangsung di dalamnya.</p>
<p>Sejak tiba, Ni Luh disambut Munafri di depan gedung MCH. Keduanya kemudian meninjau area display produk yang menampilkan hasil karya berbagai workshop.</p>
<p>Mulai dari gelang, gantungan kunci, produk rajut, hingga racikan herbal seperti teh dan sabun alami dipamerkan bersama wooden kit serta aneka kerajinan tangan lainnya.</p>
<p>Ni Luh bahkan tak segan memuji karya-karya Dekranasda Kota Makassar yang menampilkan desain busana, kaos, hingga kemeja lokal bercita rasa modern.</p>
<p>Dari ruang pameran, rombongan bergerak menuju studio kreatif. Di sini, Ni Luh berinteraksi dengan sejumlah anak muda yang tengah mengembangkan ide-ide kreatif.</p>
<p>Ia mengaku kagum dengan atmosfer studio yang memperlihatkan semangat kolaborasi dan kreativitas.</p>
<p>&#8220;Tempat ini benar-benar kreatif. Semua ruangnya hidup dan penuh aktivitas,&#8221; ujar Ni Luh sambil mengamati lukisan-lukisan unik yang menghiasi dinding lorong menuju studio.</p>
<p>Wamenpar juga meninjau ruang kelas tempat sekelompok pemuda sedang menggelar rapat pemilihan duta pariwisata.</p>
<p>Keberadaan ruang belajar aktif ini, kata dia, menunjukkan MCH bukan sekadar tempat pamer karya, tetapi juga wadah pembentukan kapasitas sumber daya manusia di bidang pariwisata.</p>
<p>Di lantai dua, Munafri mengajak Ni Luh melihat amfiteater yang kerap digunakan untuk workshop dan pelatihan, termasuk kegiatan berskala nasional seperti Apple Developer Academy yang pernah dihadiri lebih dari 1.100 peserta.</p>
<p>Kunjungan berlanjut ke cafe disabilitas, salah satu sudut unik MCH yang memberi ruang pemberdayaan bagi kelompok difabel.</p>
<p>Konsep ini, menurut Munafri, menjadi langkah inklusif yang menunjukkan keseriusan Makassar membuka akses kreativitas untuk semua kalangan.</p>
<p>&#8220;Tempat ini bisa menjadi hub yang melahirkan ide-ide pariwisata out of the box. Saya senang karena anak-anak muda di sini punya kesempatan untuk berkreasi tanpa batas,&#8221; jelasnya.</p>
<p>&#8220;Dari tempat seperti inilah lahir gagasan baru yang bisa mengubah wajah pariwisata Makassar,&#8221; tambah Ni Luh.</p>
<p>Ia menyampaikan harapan agar Makassar dapat berkembang menjadi Kota Gastronomi Indonesia Timur, mengingat kekayaan kuliner yang sudah dikenal luas. Ia juga menilai Makassar berpotensi menjadi Pusat Hub Indonesia Timur.</p>
<p>&#8220;Makassar punya segalanya—budaya, laut, kuliner, hingga anak muda kreatif. Tinggal bagaimana kita kemas agar lebih bernilai. Saya yakin MCH bisa jadi motor penggerak pariwisata berbasis kreativitas,&#8221; terangnya.</p>
<p>Ni Luh menilai MCH menjadi wadah penting bagi generasi muda untuk mengasah talenta dan melahirkan inisiatif baru di sektor pariwisata.</p>
<p>&#8220;Melihat Makassar Creative Hub yang ada di Pantai Losari, saya senang sekali. Tempat ini bisa menjadi ruang kreativitas anak-anak muda Makassar untuk menggali terus talenta mereka, termasuk di sektor pariwisata,&#8221; ujarnya, mengulang.</p>
<p>Menurutnya, anak muda memiliki ide yang lebih segar dan kreatif dalam mengembangkan paket wisata maupun menciptakan daya tarik wisata baru.</p>
<p>&#8220;Biasanya anak muda lebih kepikiran bikin paket wisata atau menciptakan daya tarik wisata yang out of the box. Saya sangat berharap tempat ini melahirkan pemikiran dan kreativitas yang out of the box untuk pariwisata,&#8221; tambah Ni Luh.</p>
<p>Wamenpar juga menegaskan bahwa Makassar memiliki potensi lengkap untuk menjadi Kota Gastronomi Indonesia Timur, sejalan dengan program prioritas Kementerian Pariwisata yang mendorong tumbuhnya industri gastronomi.</p>
<p>&#8220;Makassar punya semuanya, apa yang tidak ada di Makassar? Kuliner sudah terkenal, tinggal dikembangkan agar menjadi pengalaman gastronomi yang bernilai bagi wisatawan,&#8221; katanya.</p>
<p>&#8220;Kita perlu duduk bersama dengan Pemkot Makassar untuk menentukan pengembangan gastronomi ini, mulai dari promosi, pendampingan, hingga menciptakan travel pattern atau pola perjalanan wisatawan,&#8221; lanjutnya.</p>
<p>Sementara itu, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menyambut baik masukan Wakil Menteri Pariwisata, ia menegaskan komitmen pemerintah kota untuk bersinergi dengan program Kemenparekraf.</p>
<p>&#8220;Kunjungan Ibu Wakil Menteri ini, kami mendapat arahan yang lebih baik dalam pengembangan pariwisata Kota Makassar. Makassar sudah punya embrionya, tinggal dikembangkan,&#8221; kata Munafri.</p>
<p>&#8220;Kami berharap program pemerintah kota bisa sinergi dengan apa yang diinginkan Kementerian Pariwisata. Mudah-mudahan setelah ini kolaborasi yang lebih nyata bisa terbangun,&#8221; tambah Appi.</p>
<p>Makassar Creative Hub sendiri dirancang sebagai pusat kolaborasi dan inovasi yang menampung berbagai aktivitas kreatif, mulai dari kerajinan, seni, kuliner, hingga pelatihan digital. Kehadiran MCH diharapkan menjadi motor penggerak pariwisata dan ekonomi kreatif di Kota Makassar.</p>
<p>Dikatakan, kehadiran MCH merupakan strategi Pemkot Makassar dalam menyiapkan ruang bagi anak muda untuk berkembang, baik di bidang seni, kerajinan, maupun pelatihan digital seperti coding, programming, hingga wirausaha.</p>
<p>&#8220;Kami ingin anak-anak Makassar tidak hanya jadi pekerja, tapi juga pengusaha. Di sini mereka bisa belajar, berlatih, dan naik kelas,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Munafri menambahkan, Pemkot Makassar telah menyiapkan anggaran Rp5 miliar per bulan pada tahun depan untuk mendukung kegiatan kreatif dan event pariwisata.</p>
<p>&#8220;Makassar sudah punya embrio pariwisata, tinggal dikembangkan. Kami siap berkolaborasi agar pariwisata ini betul-betul menjadi penopang ekonomi kota,&#8221; tutupnya.</p>
<p>Artikel <a href="https://dotnews.co.id/tinjau-makassar-creative-hub-wamenpar-ri-apresiasi-kreativitas-anak-muda-kota-daeng/">Tinjau Makassar Creative Hub, Wamenpar RI Apresiasi Kreativitas Anak Muda Kota Daeng</a> pertama kali tampil pada <a href="https://dotnews.co.id">Dot NEWS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Makassar Creative Hub, Jadi Magnet Delegasi Australia untuk Bertukar Ide Inovasi</title>
		<link>https://dotnews.co.id/makassar-creative-hub-jadi-magnet-delegasi-australia-untuk-bertukar-ide-inovasi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Sep 2025 15:12:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Aliyah Mustika Ilham]]></category>
		<category><![CDATA[Munafri Arifuddin]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot Makassar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://dotnews.co.id/?p=4010</guid>

					<description><![CDATA[<p>MAKASSAR, 23 September 2025 (Dotnews) – Konsulat Jenderal...</p>
<p>Artikel <a href="https://dotnews.co.id/makassar-creative-hub-jadi-magnet-delegasi-australia-untuk-bertukar-ide-inovasi/">Makassar Creative Hub, Jadi Magnet Delegasi Australia untuk Bertukar Ide Inovasi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://dotnews.co.id">Dot NEWS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MAKASSAR, 23 September 2025 (Dotnews)</strong> – Konsulat Jenderal Australia di Makassar, Todd Dias, bersama tim perwakilan dari berbagai kota di Negeri &#8220;Kanguru&#8221; melakukan kunjungan ke Makassar Creative Hub (MCH), salah satu program unggulan Pemerintah Kota Makassar.</p>
<p>Rombongan yang dijuluki berasal dari &#8220;Negeri Bawah&#8221; atau Land Down Under ini ingin mempelajari inovasi dan pengembangan ekosistem kreatif yang dijalankan MCH.</p>
<p>Kunjungan berlangsung di Gedung MCH, Anjungan Pantai Losari, Selasa (23/9/2025). Delegasi Australia yang hadir terdiri atas Alaa Karrar (Melbourne), Anjum Kasmani (Sydney), Iman Balla (Melbourne), Juliana Jamaluddin (Sydney), Luke Gibson (Perth), Qudratullah Wahidi (Melbourne), dan Ridvan Kilic (Melbourne).</p>
<p>Selama berada di MCH, rombongan mendapat penjelasan menyeluruh terkait berbagai fasilitas dan program kreatif, mulai dari Classroom/Amphitheater, Studio Konten, hingga ruang podcast.</p>
<p>Agenda kunjungan mencakup tur keliling MCH, diskusi bersama para intern MCH, serta pengambilan video singkat di area podcast sebagai dokumentasi.</p>
<p>Kunjungan ini menjadi ajang pertukaran pengalaman dan ide antara perwakilan Australia dan pengelola MCH, sekaligus memperkuat kerja sama di bidang industri kreatif dan pengembangan talenta muda antara Makassar dan Australia.</p>
<p>Konsulat Jenderal Australia di Makassar, Todd Dias, mengatakan, rombongan yang seluruhnya berjumlah tujuh Muslim Australia ini datang untuk mengenal lebih dekat ekosistem industri kreatif yang menjadi salah satu program unggulan Pemerintah Kota Makassar.</p>
<p>&#8220;Tahun ini kami datangkan tujuh orang Muslim Australia untuk mengunjungi Jakarta dan Makassar. Sebagai Konsulat, saya sangat bangga bisa berada di Makassar dan berkesempatan berkeliling, termasuk kunjungan ke Al Markaz,&#8221; kata Todd Dias.</p>
<p>Menurut Todd, kunjungan khusus ke MCH menjadi pengalaman baru sekaligus membuka peluang hubungan kreatif antara Makassar dan Australia.</p>
<p>Khusus kunjungan ke MCH, ini tempat yang baru di Makassar dan akan menjalin hubungan yang kreatif.</p>
<p>Rombongan Australia yang datang kali ini memang memiliki ketertarikan besar pada dunia kreatif.</p>
<p>&#8220;Seperti podcast dan berbagai aktivitas yang menjadi fokus MCH. Kami ingin belajar tentang apa itu MCH, apa tujuannya, dan bagaimana program ini berjalan,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Setelah berdiskusi langsung dengan manajemen MCH, Todd menyampaikan apresiasi tinggi atas beragam program yang dijalankan.</p>
<p>Ia menilai MCH memiliki komitmen kuat dalam melibatkan masyarakat, termasuk para seniman muda.</p>
<p>&#8220;Kami sangat terkesan dengan betapa banyak program yang dijalankan MCH dan bagaimana mereka berkomitmen melibatkan masyarakat, termasuk seniman muda, dalam kegiatan di sini. Itu sangat luar biasa,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Todd juga mengungkapkan banyak peluang kerja sama antara Indonesia dan Australia, khususnya di sektor kreatif.</p>
<p>Salah satu anggota rombongan, Iman Balla, diketahui merupakan dewan pengurus Museum Islam Australia yang berlokasi di Melbourne.</p>
<p>Hal ini membuka kesempatan kolaborasi lintas negara, mulai dari pameran seni hingga festival budaya.</p>
<p>&#8220;Ada banyak sekali potensi untuk kolaborasi. Iman sendiri merupakan dewan pengurus Museum Islam Australia, jadi ada potensi kerja sama di sana,&#8221; jelasnya.</p>
<p>&#8220;Selain itu, ada berbagai festival fashion dan festival penulis di Australia yang bisa melibatkan lebih banyak partisipan dari Indonesia,&#8221; tambah Todd.</p>
<p>Rencana kerja sama kreatif antara Makassar Creative Hub (MCH) dan delegasi kreatif Muslim Australia kian terbuka lebar setelah pertemuan dan diskusi yang berlangsung di Gedung MCH, Anjungan Pantai Losari.</p>
<p>Perwakilan MCH, Rahmat Mustamin, mengungkapkan banyak peluang kolaborasi yang akan dijalankan pasca kunjungan Konsulat Jenderal Australia Todd Dias bersama tujuh delegasi Muslim Australia.</p>
<p>&#8220;Banyak sekali potensi kolaborasi yang akan dikerjakan bersama MCH. Selain kunjungan seniman Muslim Australia ke Makassar, terbuka pula peluang untuk mendistribusikan pengetahuan tentang seni dan kebudayaan,&#8221; jelas Rahmat.</p>
<p>Rahmat memaparkan rencana kegiatan yang akan digarap bersama, di antaranya kelas hybrid yang melibatkan museum seni dan seniman Muslim Australia.</p>
<p>Lanjut dia, kolaborasi ini diharapkan menjadi jembatan pertukaran pengetahuan dan kreativitas lintas negara.</p>
<p>&#8220;Rangkaian kegiatan yang akan kita kerjakan adalah kelas yang sifatnya hybrid dengan museum seni dan seniman Muslim yang ada di Australia,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Selain itu, potensi lain yang tengah dibahas adalah kolaborasi fashion Muslim, termasuk kegiatan peragaan dan pengembangan desain yang akan dilaksanakan bersama MCH. Agenda ini direncanakan berlangsung pada Februari dan Maret tahun depan.</p>
<p>Dalam kesempatan kunjungan, pihak MCH juga memaparkan berbagai program unggulannya, mulai dari kelas inkubasi penulisan, konten kreatif, hingga kelas lintas disiplin yang selama ini menjadi ciri khas MCH.</p>
<p>Program-program tersebut telah menjalin kerja sama tingkat nasional dan internasional. Dimana, yang diperkenalkan adalah program-program kelas yang sifatnya inkubasi penulisan, konten kreatif, juga kelas lintas disiplin dan lintas latar belakang.</p>
<p>&#8220;Kami juga memperkenalkan bagaimana kolaborasi nasional dan internasional yang selama ini dikerjakan MCH bisa dihubungkan dengan teman-teman Muslim Australia,&#8221; tutup Rahmat.</p>
<p>Artikel <a href="https://dotnews.co.id/makassar-creative-hub-jadi-magnet-delegasi-australia-untuk-bertukar-ide-inovasi/">Makassar Creative Hub, Jadi Magnet Delegasi Australia untuk Bertukar Ide Inovasi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://dotnews.co.id">Dot NEWS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
