<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>refleksi satu tahun kepemimpinan munafri-aliyah Arsip - Dot NEWS</title>
	<atom:link href="https://dotnews.co.id/topic/refleksi-satu-tahun-kepemimpinan-munafri-aliyah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://dotnews.co.id/topic/refleksi-satu-tahun-kepemimpinan-munafri-aliyah/</link>
	<description>Informatif. Edukatif. Inspiratif</description>
	<lastBuildDate>Sat, 21 Feb 2026 07:23:49 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://dotnews.co.id/wp-content/uploads/2025/02/cropped-Picsart_25-02-07_02-33-09-031-32x32.png</url>
	<title>refleksi satu tahun kepemimpinan munafri-aliyah Arsip - Dot NEWS</title>
	<link>https://dotnews.co.id/topic/refleksi-satu-tahun-kepemimpinan-munafri-aliyah/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Setahun Munafri Arifuddin–Aliyah Mustika Ilham Pimpin Makassar, Kemiskinan Turun dan IPM Naik</title>
		<link>https://dotnews.co.id/setahun-munafri-arifuddin-aliyah-mustika-ilham-pimpin-makassar-kemiskinan-turun-dan-ipm-naik/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 21 Feb 2026 07:23:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Aliyah Mustika Ilham]]></category>
		<category><![CDATA[Munafri Arifuddin]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot Makassar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://dotnews.co.id/?p=6087</guid>

					<description><![CDATA[<p>MAKASSAR, 21 Februari 2026 (Dotnews) — Tepat setahun...</p>
<p>Artikel <a href="https://dotnews.co.id/setahun-munafri-arifuddin-aliyah-mustika-ilham-pimpin-makassar-kemiskinan-turun-dan-ipm-naik/">Setahun Munafri Arifuddin–Aliyah Mustika Ilham Pimpin Makassar, Kemiskinan Turun dan IPM Naik</a> pertama kali tampil pada <a href="https://dotnews.co.id">Dot NEWS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>MAKASSAR, 21 Februari 2026 (Dotnews)</strong></em> — Tepat setahun sejak dilantik pada 20 Februari 2025, kepemimpinan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin dan Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham mencatat sejumlah perbaikan indikator makro pembangunan.</p>
<p>Data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan tren positif pada sejumlah sektor, mulai dari penurunan angka kemiskinan, peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), hingga turunnya tingkat pengangguran sepanjang 2025.</p>
<p>BPS mencatat tingkat kemiskinan di Makassar turun dari 4,97 persen pada 2024 menjadi 4,43 persen pada 2025. IPM meningkat dari 85,23 menjadi 85,66. Sementara angka harapan hidup naik dari 75,33 tahun menjadi 75,60 tahun.</p>
<p>Di sektor ketenagakerjaan, tingkat pengangguran menurun tipis dari 9,71 persen pada 2024 menjadi 9,60 persen pada 2025. Pengeluaran riil per kapita juga meningkat dari Rp18,38 juta menjadi Rp18,87 juta, yang mencerminkan membaiknya daya beli masyarakat.</p>
<p>Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Makassar, Muhammad Roem, menilai capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh elemen kota, bukan semata kerja kepala daerah.</p>
<p>“Capaian ini adalah hasil sinergi Pemerintah Kota, dukungan DPRD, dunia usaha, akademisi, dan partisipasi masyarakat. Pembangunan bukan kerja satu dua orang, tetapi kerja bersama,” ujarnya, Sabtu (21/2/2026).</p>
<p>Menurut Roem, dalam setahun terakhir pemerintah kota mendorong pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada percepatan, tetapi juga pemerataan. Pembenahan infrastruktur dilakukan untuk memperkuat konektivitas dan akses layanan dasar, termasuk hingga kawasan lorong dan wilayah pinggiran.</p>
<p>Di sektor pendidikan, pemerintah memperkuat sarana dan prasarana sekolah serta menghadirkan program afirmasi bagi keluarga kurang mampu. Sementara di sektor ekonomi, kebijakan pro-UMKM dan penguatan perdagangan serta jasa disebut membuka ruang produktivitas baru.</p>
<p>Roem menegaskan, arah pembangunan Makassar ke depan tetap bertumpu pada prinsip inklusif dan berkelanjutan.</p>
<p>“Satu tahun ini adalah fondasi. Perjalanan masih panjang, tetapi arah kita sudah jelas: Makassar yang unggul, inklusif, aman, dan berkelanjutan,” katanya.</p>
<p>Ia juga memastikan peran Diskominfo dalam menjaga transparansi pembangunan melalui penyampaian informasi yang terbuka dan akuntabel kepada publik.</p>
<p>“Setiap capaian dan kebijakan harus diketahui, dirasakan, dan diawasi bersama,” tegasnya.</p>
<p>Secara keseluruhan, data BPS menunjukkan pembangunan Makassar dalam setahun terakhir tidak hanya bergerak pada aspek fisik, tetapi juga memperlihatkan perbaikan pada indikator kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat.</p>
<p>Artikel <a href="https://dotnews.co.id/setahun-munafri-arifuddin-aliyah-mustika-ilham-pimpin-makassar-kemiskinan-turun-dan-ipm-naik/">Setahun Munafri Arifuddin–Aliyah Mustika Ilham Pimpin Makassar, Kemiskinan Turun dan IPM Naik</a> pertama kali tampil pada <a href="https://dotnews.co.id">Dot NEWS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Akademisi Universitas Hasanuddin: Setahun Munafri–Aliyah, Makassar Maju Secara Angka, Tapi Tantangan Sosial Masih Nyata</title>
		<link>https://dotnews.co.id/akademisi-universitas-hasanuddin-setahun-munafri-aliyah-makassar-maju-secara-angka-tapi-tantangan-sosial-masih-nyata/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Feb 2026 11:47:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[akademisi unhas]]></category>
		<category><![CDATA[Aliyah Mustika Ilham]]></category>
		<category><![CDATA[Munafri Arifuddin]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot Makassar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://dotnews.co.id/?p=6078</guid>

					<description><![CDATA[<p>MAKASSAR, 20 Februari 2026 (Dotnews) — Satu tahun...</p>
<p>Artikel <a href="https://dotnews.co.id/akademisi-universitas-hasanuddin-setahun-munafri-aliyah-makassar-maju-secara-angka-tapi-tantangan-sosial-masih-nyata/">Akademisi Universitas Hasanuddin: Setahun Munafri–Aliyah, Makassar Maju Secara Angka, Tapi Tantangan Sosial Masih Nyata</a> pertama kali tampil pada <a href="https://dotnews.co.id">Dot NEWS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>MAKASSAR, 20 Februari 2026 (Dotnews)</strong> </em>— Satu tahun kepemimpinan Munafri Arifuddin dan Aliyah Mustika Ilham di Makassar menunjukkan capaian positif secara statistik. Pertumbuhan ekonomi berada di atas 5 persen, tingkat pengangguran menurun, dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tercatat lebih tinggi dari rata-rata nasional.</p>
<p>Namun, capaian tersebut dinilai belum sepenuhnya menggambarkan realitas sosial kota. Akademisi Sosiologi Universitas Hasanuddin, Dr. Sawedi Muhammad S.Sos, M.Sc, menegaskan bahwa kota tidak bisa dipahami semata melalui indikator makro dan angka-angka pembangunan.</p>
<p>“Kota bukan sekadar statistik. Makassar adalah ruang hidup, tempat interaksi, emosi, dan aspirasi masyarakat saling bertemu. Karena itu, refleksi satu tahun kepemimpinan ini harus dilihat secara menyeluruh, tidak hanya dari sisi ekonomi,” ujar Sawedi saat memaparkan perspektif sosiologis di Lapangan Karebosi, Jumat (20/2/2026).</p>
<p>Menurutnya, indikator seperti pertumbuhan ekonomi, pengangguran, dan IPM memang penting, tetapi belum cukup untuk membaca kompleksitas dinamika sosial di lapangan. Ada persoalan pemerataan pembangunan, kualitas ruang publik, hingga tantangan generasi muda yang perlu mendapat perhatian serius.</p>
<p>Sawedi mengakui bahwa capaian ekonomi Makassar dalam setahun terakhir menunjukkan tren positif. Tingkat pengangguran menurun dan IPM mencapai 85,66 persen, termasuk salah satu yang tertinggi di Indonesia.</p>
<p>Meski demikian, ia mengingatkan pentingnya memperhatikan indikator pemerataan, seperti rasio gini, yang mencerminkan distribusi kesejahteraan masyarakat. Ia menyoroti masih adanya kawasan permukiman kumuh di wilayah utara Makassar, termasuk Kecamatan Tallo, yang menjadi indikator ketimpangan pembangunan perkotaan.</p>
<p>“Kota adalah arena kontestasi berbagai kepentingan dan akses sumber daya. Angka-angka kemajuan bisa menjadi prestasi, tetapi juga peringatan agar pembangunan tetap inklusif,” katanya.</p>
<p>Ia juga menyoroti tantangan generasi muda yang dinilai rentan terlibat dalam konflik sosial dan kekerasan. Data aparat kepolisian menunjukkan masih tingginya kasus kriminalitas yang melibatkan kelompok usia muda, sehingga diperlukan pendekatan sosial yang lebih sistematis.</p>
<p>Sawedi menekankan pentingnya mendorong pembangunan kota yang unggul dan inklusif, yakni memastikan tidak ada kelompok masyarakat yang tertinggal dalam proses pembangunan. Ia menilai pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen perlu diimbangi dengan penguatan sektor informal yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat perkotaan.</p>
<p>Selain itu, ia menggarisbawahi pergeseran paradigma tata kelola dari model government yang hierarkis menuju governance yang kolaboratif. Pemerintah, menurutnya, perlu membuka ruang dialog publik dalam setiap kebijakan strategis.</p>
<p>Ia mencontohkan pembangunan trotoar ramah pejalan kaki yang dilakukan Pemerintah Kota Makassar sebagai langkah positif karena melibatkan aspirasi masyarakat dan berorientasi pada kualitas ruang publik.</p>
<p>Namun, ia juga memberikan sejumlah catatan penting bagi pemerintah kota, mulai dari perlunya riset perilaku generasi muda untuk mencegah konflik sosial, pengurangan kemacetan secara sistematis, hingga penguatan program penanganan banjir yang lebih konkret.</p>
<p>“Pertumbuhan ekonomi dan inovasi digital adalah modal penting. Tetapi yang lebih penting adalah memastikan Makassar berkembang sebagai kota yang unggul, inklusif, dan berkelanjutan bagi seluruh warganya,” ujar Sawedi.</p>
<p>Refleksi satu tahun kepemimpinan Munafri–Aliyah, kata dia, menjadi momentum penting untuk memastikan bahwa transformasi Makassar tidak hanya tercermin dalam angka, tetapi juga dirasakan secara nyata dalam kualitas hidup masy</p>
<p>Artikel <a href="https://dotnews.co.id/akademisi-universitas-hasanuddin-setahun-munafri-aliyah-makassar-maju-secara-angka-tapi-tantangan-sosial-masih-nyata/">Akademisi Universitas Hasanuddin: Setahun Munafri–Aliyah, Makassar Maju Secara Angka, Tapi Tantangan Sosial Masih Nyata</a> pertama kali tampil pada <a href="https://dotnews.co.id">Dot NEWS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
