<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>urban farming Arsip - Dot NEWS</title>
	<atom:link href="https://dotnews.co.id/topic/urban-farming/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://dotnews.co.id/topic/urban-farming/</link>
	<description>Informatif. Edukatif. Inspiratif</description>
	<lastBuildDate>Mon, 03 Nov 2025 06:13:55 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://dotnews.co.id/wp-content/uploads/2025/02/cropped-Picsart_25-02-07_02-33-09-031-32x32.png</url>
	<title>urban farming Arsip - Dot NEWS</title>
	<link>https://dotnews.co.id/topic/urban-farming/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Dari Sampah Jadi Pangan, Urban Farming Jadi Ekonomi Rumah Tangga Hijau di Makassar</title>
		<link>https://dotnews.co.id/dari-sampah-jadi-pangan-urban-farming-jadi-ekonomi-rumah-tangga-hijau-di-makassar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 03 Nov 2025 06:13:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Aliyah Mustika Ilham]]></category>
		<category><![CDATA[Munafri Arifuddin]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot Makassar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://dotnews.co.id/?p=4605</guid>

					<description><![CDATA[<p>MAKASSAR, 03 November 2025 (Dotnews) — Pemerintah Kota...</p>
<p>Artikel <a href="https://dotnews.co.id/dari-sampah-jadi-pangan-urban-farming-jadi-ekonomi-rumah-tangga-hijau-di-makassar/">Dari Sampah Jadi Pangan, Urban Farming Jadi Ekonomi Rumah Tangga Hijau di Makassar</a> pertama kali tampil pada <a href="https://dotnews.co.id">Dot NEWS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>MAKASSAR, 03 November 2025 (Dotnews)</strong> </em>— Pemerintah Kota Makassar terus mendorong lahirnya inovasi berbasis lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.</p>
<p>Salah satunya melalui program Urban Farming, yang kini menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan pangan perkotaan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi warga.</p>
<p>Program unggulan Pemkot, kini dilakukan oleh Dinas Pertanian dan Perikanan (DP2) Kota Makassar, dengan konsep pemanfaatan lahan sempit menjadi ruang produktif.</p>
<p>Dimana, menyatukan pengelolaan sampah organik, pertanian, dan perikanan dalam satu ekosistem terpadu.</p>
<p>Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan ketahanan pangan perkotaan melalui program urban farming atau pertanian lahan sempit.</p>
<p>&#8220;Saya ingin menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pertanian dan Perikanan atas program unggulan ini,&#8221; hal itu disampaikan Munafri saat membuka kegiatan Urban Farming yang digelar oleh Dinas Pertanian dan Perikanan (DP2) Kota Makassar di Anjungan Pantai Losari, Senin (3/11/2025).</p>
<p>Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Ketua TP PKK Kota Makassar Hj. Melinda Aksa, Kepala DP2 Makassar, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, tim ahli Pemkot, serta para Camat dan Lurah.</p>
<p>Appi menuturkan, sebagai kota besar, Makassar tidak memiliki lahan pertanian luas untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat. Namun, berbagai solusi menopang pangan terus dilakukan.</p>
<p>&#8220;Karena itu, kita harus bisa memaksimalkan potensi yang ada melalui pertanian lahan sempit,&#8221; ujar Munafri.</p>
<p>Artikel <a href="https://dotnews.co.id/dari-sampah-jadi-pangan-urban-farming-jadi-ekonomi-rumah-tangga-hijau-di-makassar/">Dari Sampah Jadi Pangan, Urban Farming Jadi Ekonomi Rumah Tangga Hijau di Makassar</a> pertama kali tampil pada <a href="https://dotnews.co.id">Dot NEWS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dari Green House hingga Bioflok, Ini Fasilitas Lengkap Grand House Urban Farming Makassar</title>
		<link>https://dotnews.co.id/dari-green-house-hingga-bioflok-ini-fasilitas-lengkap-grand-house-urban-farming-makassar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 Oct 2025 12:48:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Aliyah Mustika Ilham]]></category>
		<category><![CDATA[Munafri Arifuddin]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot Makassar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://dotnews.co.id/?p=4445</guid>

					<description><![CDATA[<p>MAKASSAR, 22 Oktober 2025 (Dotnews) &#8211; Pemerintah Kota...</p>
<p>Artikel <a href="https://dotnews.co.id/dari-green-house-hingga-bioflok-ini-fasilitas-lengkap-grand-house-urban-farming-makassar/">Dari Green House hingga Bioflok, Ini Fasilitas Lengkap Grand House Urban Farming Makassar</a> pertama kali tampil pada <a href="https://dotnews.co.id">Dot NEWS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>MAKASSAR, 22 Oktober 2025 (Dotnews)</strong></em> &#8211; Pemerintah Kota Makassar terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong kemandirian pangan dan ekonomi kerakyatan melalui pengembangan program Urban Farming.</p>
<p>Upaya itu kembali dipertegas dalam Rapat Koordinasi Urban Farming yang digelar di Kantor Balai Kota Makassar, Rabu (22/10/2025). Rapat ini dipimpin langsung oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin.</p>
<p>Program ini diinisiasi oleh Dinas Perikanan dan Pertanian (DP2) Kota Makassar dengan menghadirkan konsep kawasan terpadu yang inovatif melalui pembangunan dua lokasi percontohan Grand House Urban Farming.</p>
<p>Dua kawasan tersebut berada di Kelurahan Barombong, Kecamatan Tamalate dan Kelurahan Sudiang, Kecamatan Biringkanaya. Keduanya dirancang sebagai pusat edukasi, produksi, dan pengembangan pertanian perkotaan berbasis teknologi modern.</p>
<p>Desain kawasan Grand House Urban Farming ini sangat komprehensif, dilengkapi berbagai fasilitas pendukung untuk mendukung aktivitas pertanian, peternakan, hingga perikanan secara terpadu.</p>
<p>Di dalamnya terdapat showroom Urban Farm, kantor pengelola, rumah dinas, laboratorium pertanian, ruang pembibitan, gudang penyimpanan, serta fasilitas pengemasan hasil tanaman (packing house).</p>
<p>Selain itu, area ini juga dilengkapi dengan unit Market Farm sebagai pusat pemasaran hasil pertanian, toilet umum, gazebo dan kolom retensi, serta sarana edukasi terbuka. Pada sektor peternakan, disiapkan kandang ayam, kandang sapi, kandang kambing, kandang baterai unggas, dan kandang katsari.</p>
<p>Di bidang perikanan, tersedia kolam bioflok, kolam aquaponik, serta kolam pembesaran ikan. Fasilitas lain yang tak kalah penting adalah cold storage, ruang peralatan, unit fertigasi berbasis digital, area sawah mini, hingga unit komposter sebagai pusat pengelolaan limbah organik ramah lingkungan.</p>
<p>Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa Urban Farming yang dikembangkan pemerintah bukan sekadar aktivitas bercocok tanam di perkotaan, melainkan gerakan pembangunan sumber daya pangan modern yang terintegrasi.</p>
<p>Lanjut dia, urban Farming bukan sekadar aktivitas pertanian kota, tetapi sebuah gerakan strategis untuk menciptakan ekosistem pangan modern, produktif, dan berkelanjutan di tengah laju urbanisasi.</p>
<p>&#8220;Program ini harus memberikan manfaat ekonomi, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Munafri menekankan bahwa pengembangan kawasan percontohan Urban Farming harus matang dari segi konsep, konstruksi, hingga estetika tata ruang.</p>
<p>&#8220;Kalau bisa jalan di kawasan ini menggunakan beton berpori karena wilayah ini membutuhkan serapan air yang baik. Kita tidak boleh mengabaikan aspek lingkungan,&#8221; imbuh Appi.</p>
<p>Selain itu, mantan bos PSM itu meminta agar desain bangunan kandang hewan dan fasilitas pendukung lainnya tidak dibangun dengan material besi sepenuhnya.</p>
<p>&#8220;Kalau bisa material kandangnya lebih banyak menggunakan kayu. Supaya ada kesan natural, tapi tetap kokoh dan aman. Jadi suasananya tetap alami, nyaman dipandang,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Wali Kota juga menegaskan bahwa kawasan Grand House Urban Farming harus mencerminkan konsep energi mandiri dan ramah lingkungan. Karena itu, ia meminta seluruh fasilitas pendukung listrik menggunakan energi surya.</p>
<p>&#8220;Saya minta listriknya pakai solar panel. Pastikan semua fasilitas di kawasan ini memakai energi terbarukan. Ini bukan hanya tempat produksi, tapi juga tempat edukasi,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Dia juga menegaskan bahwa kawasan ini harus dirancang sebagai area edukasi visual bagi pengunjung.</p>
<p>&#8220;Ini display Urban Farming. Orang datang melihat, belajar, dan terinspirasi, bukan tempat bermain-main hewan,&#8221; tegas Munafri.</p>
<p>Untuk desain tata ruang, Wali Kota ingin pengunjung memperoleh pengalaman edukasinya secara sistematis.</p>
<p>Ia juga ingin orang masuk ke kawasan ini seperti masuk museum edukasi pertanian. Mereka jalan memutar, melihat semua proses urban farming dari hulu ke hilir, baru keluar dengan membawa produk atau oleh-oleh dari Market Farm.</p>
<p>&#8220;Di ujung harus ada pusat produk agar pengunjung belanja,&#8221; jelas orang nomor satu kota Makassar.</p>
<p>Dalam arahannya, Munafri juga meminta agar kawasan dilengkapi area hijau produktif seperti kebun tanaman pangan lokal, termasuk pohon pisang yang menurutnya dapat memberi kesan hidup dan dekat dengan keseharian masyarakat.</p>
<p>&#8220;Saya mau tetap ada pohon-pohon di sekitar area, misalnya pohon pisang. Supaya ada suasana alami, dekat dengan masyarakat. Bahkan bisa saja orang jual pisang goreng di situ, jadi hidup suasananya,&#8221; katanya.</p>
<p>Dengan konsep yang detail dan terarah tersebut, Pemerintah Kota Makassar menargetkan kawasan Grand House Urban Farming menjadi ikon edukasi pertanian modern di Sulawesi Selatan dan pusat pemberdayaan ekonomi kerakyatan berbasis pangan masa depan.</p>
<p>Politisi Golkar itu juga menegaskan bahwa kawasan Urban Farming harus inklusif dan ramah bagi semua lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.</p>
<p>&#8220;Akses fasilitas untuk difabel harus ada. Ini wajib. Saya ingin kawasan ini inklusif dan bisa dikunjungi siapa saja. Jangan tertutup,&#8221; saran Appi.</p>
<p>Munafri berharap pembangunan kawasan percontohan ini tidak hanya menghadirkan fasilitas fisik, tetapi juga melahirkan ide-ide baru yang memberi nilai manfaat berkelanjutan.</p>
<p>&#8220;Saya ingin orang yang datang ke sini pulang dengan inspirasi. Mereka melihat, belajar, lalu bisa mempraktikkan di rumah atau di wilayah masing-masing. Itu tujuan sebenarnya dari Urban Farming,&#8221; pungkasnya.</p>
<p>Sedangkan, Kepala Dinas Perikanan dan Pertanian (DP2) Kota Makassar, Aulia Arsyad, menjelaskan bahwa pembangunan kawasan Urban Farming ini dirancang secara terpadu lintas sektor dan melibatkan beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sesuai fungsi masing-masing.</p>
<p>Dua lokasi yang ditetapkan sebagai percontohan berada di Sudiang, Kecamatan Biringkanaya dan Barombong, Kecamatan Tamalate, yang akan dikembangkan sebagai pusat kolaborasi pertanian modern di Makassar.</p>
<p>&#8220;Lokasi Urban Farming ini ada dua, di Sudiang dan Barombong. Di dua lokasi itu nanti akan terintegrasi seluruh sektor, pertanian, peternakan, perikanan, hingga pengelolaan sampah,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Aulia menyebutkan bahwa sedikitnya lima OPD dilibatkan dalam pembangunan kawasan Urban Farming ini. Setiap OPD memiliki peran strategis sesuai kebutuhan kawasan.</p>
<p>Untuk leading sektor Dinas Lingkungan Hidup akan menangani pengelolaan sampah. Dinas Ketahanan Pangan akan membangun cold storage sebagai tempat penyimpanan hasil panen.</p>
<p>Sedangkan, Dinas Pekerjaan Umum menangani infrastruktur seperti jalan, drainase, dan penerapan instruksi Pak Wali terkait penggunaan beton berpori agar air hujan dapat terserap.</p>
<p>&#8220;Kemudian Dinas Perhubungan akan mengatur instalasi listrik, termasuk penggunaan solar panel, sesuai arahan Pak Wali,&#8221; terangnya.</p>
<p>Ia juga menyampaikan bahwa untuk memperkuat tata kelola lintas sektor ini, pemerintah akan menetapkan Surat Keputusan (SK) Wali Kota tentang keterlibatan OPD dalam pengembangan Urban Farming.</p>
<p>Lebih lanjut, Aulia mengatakan bahwa proyek ini tidak hanya fokus pada produksi pangan, tetapi juga diarahkan menjadi pusat edukasi dan wisata inovasi pertanian.</p>
<p>Harapannya, lokasi Urban Farming ini menjadi sarana edukasi dan wisata pertanian.</p>
<p>&#8220;Pengunjung bisa belajar budidaya modern, termasuk teknik bercocok tanam di green house. Jadi selain produktif, juga edukatif,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Meski luas lahan tidak terlalu besar, keduanya merupakan aset resmi milik Pemerintah Kota Makassar.</p>
<p>Itu sudah cukup representatif sebagai pilot project. Di sana fasilitasnya juga lengkap, ada rumah jamur dan rumah maggot. Terkait waktu pelaksanaan, Aulia memastikan program ini mulai dikerjakan tahun depan.</p>
<p>&#8220;Pelaksanaannya dimulai tahun 2026. Saat ini kami masih melakukan pembahasan untuk persiapan anggaran pokok 2026 agar semua tertata dengan baik,&#8221; katanya.</p>
<p>Untuk kebutuhan anggaran, satu lokasi diperkirakan membutuhkan pembiayaan sekitar Rp4 miliar, termasuk fasilitas penelitian dan dukungan teknologi.</p>
<p>Meski menjadi fasilitas pemerintah, pengelolaan kawasan Urban Farming ini tidak diberikan ke masyarakat umum. Nanti yang mengelola adalah tenaga profesional, lulusan pertanian, peternakan, dan perikanan.</p>
<p>&#8220;Fokusnya ada pada riset dan pengembangan benih, bukan komersialisasi. Mereka akan dibantu petugas dan tenaga operasional untuk perawatan area,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Aulia menegaskan bahwa kawasan Urban Farming tidak ditujukan untuk mencari keuntungan komersial, namun lebih kepada penguatan ketahanan pangan dan dukungan ekonomi kerakyatan.</p>
<p>Hasil panen dari Urban Farming akan disalurkan ke SPPG. Selain itu, cold storage yang dibangun juga bisa digunakan Kelompok Wanita Tani (KWT) di sekitar lokasi.</p>
<p>&#8220;Ini juga sebagai tempat penyimpanan sementara sebelum diserap oleh Dinas Ketahanan Pangan untuk kebutuhan,&#8221; terangnya.</p>
<p>Ke depan, pemasaran produk hortikultura dari KWT akan terhubung dengan pasar daerah melalui kolaborasi antar-SKPD.</p>
<p>Targetnya, produk KWT bisa masuk ke jaringan Mal Pelayanan Publik Digital (MPPD). Jadi kami tinggal menyinkronkan komoditas yang dibutuhkan pasar dan apa yang ditanam KWT.</p>
<p>&#8220;Contohnya, kalau di Biringkanaya menanam wortel, tinggal disesuaikan ke SPPD mana yang membutuhkan,&#8221; tutup Aulia.</p>
<p>Artikel <a href="https://dotnews.co.id/dari-green-house-hingga-bioflok-ini-fasilitas-lengkap-grand-house-urban-farming-makassar/">Dari Green House hingga Bioflok, Ini Fasilitas Lengkap Grand House Urban Farming Makassar</a> pertama kali tampil pada <a href="https://dotnews.co.id">Dot NEWS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Melinda Aksa Paparkan Peran TP PKK Makassar dalam Pengelolaan Sampah dan Lingkungan</title>
		<link>https://dotnews.co.id/melinda-aksa-paparkan-peran-tp-pkk-makassar-dalam-pengelolaan-sampah-dan-lingkungan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Sep 2025 17:00:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Aliyah Mustika Ilham]]></category>
		<category><![CDATA[melinda aksa]]></category>
		<category><![CDATA[Munafri Arifuddin]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot Makassar]]></category>
		<category><![CDATA[tp pkk kota makassar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://dotnews.co.id/?p=3967</guid>

					<description><![CDATA[<p>MAKASSAR, 19 September 2025 (Dotnews) – Ketua TP...</p>
<p>Artikel <a href="https://dotnews.co.id/melinda-aksa-paparkan-peran-tp-pkk-makassar-dalam-pengelolaan-sampah-dan-lingkungan/">Melinda Aksa Paparkan Peran TP PKK Makassar dalam Pengelolaan Sampah dan Lingkungan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://dotnews.co.id">Dot NEWS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MAKASSAR, 19 September 2025 (Dotnews)</strong> – Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, menerima kunjungan tim penilai Supervisi, Monitoring, Evaluasi, dan Pelaporan (SMEP) dari TP PKK Provinsi Sulawesi Selatan di Gedung PKK Makassar, Jumat (19/8/2025).</p>
<p>Kegiatan ini menjadi ajang penguatan sinergi sekaligus evaluasi terhadap pelaksanaan program TP PKK Makassar.</p>
<p>Dalam sambutannya, Melinda Aksa menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas kehadiran tim penilai.</p>
<p>“Atas nama TP PKK Kota Makassar, kami menyampaikan selamat datang dan terima kasih kepada seluruh Tim Penilai SMEP Provinsi Sulawesi Selatan. Kehadiran ibu-ibu semua di Kota Makassar adalah kebahagiaan dan kehormatan bagi kami,” ucapnya.</p>
<p>Melinda mengatakan momentum ini sangat penting karena menjadi ruang berbagi pengalaman, berdiskusi, serta mendapatkan arahan dan motivasi untuk meningkatkan kinerja TP PKK Kota Makassar.</p>
<p>&#8220;Supervisi dan evaluasi merupakan bagian dari upaya memperkuat gerakan PKK agar lebih terukur dan tepat sasaran,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Melinda menjelaskan PKK memiliki 10 Program Pokok yang menyasar langsung kebutuhan masyarakat, terutama keluarga sebagai unit terkecil dalam kehidupan sosial.</p>
<p>“Program-program inilah yang menjadi dasar gerakan kami di lapangan, mulai dari pembinaan keluarga, kesehatan, pendidikan, hingga lingkungan,” tambahnya.</p>
<p>Sebagai mitra strategis Pemerintah Kota Makassar serta mendukung 10 Program Pokok, Melinda menegaskan TP PKK Makassar berkomitmen mewujudkan keluarga yang berdaya, sejahtera, dan mandiri melalui berbagai program unggulan.</p>
<p>&#8220;Salah satunya program Aku HATINYA PKK berbasis urban farming, yang mendorong pemanfaatan lahan pekarangan untuk menanam sayuran, rempah, dan TOGA. Masyarakat juga diberi pelatihan pertanian kota, pembuatan pupuk organik, hingga pengolahan hasil panen agar bernilai ekonomi,&#8221; ujaenya.</p>
<p>Selain itu, lanjutnya, TP PKK Makassar mengembangkan program TPS3R bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup. &#8220;Program ini mengedukasi warga melakukan pemilahan sampah, mendorong daur ulang, sekaligus mengembangkan bank sampah sebagai peluang usaha kreatif,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Melinda menambahkan, program Jumat Bersih rutin juga digelar untuk menumbuhkan kembali semangat gotong royong masyarakat. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana edukasi pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan.</p>
<p>“Melalui program-program ini, TP PKK Makassar berkomitmen menjadi penggerak perubahan dari tingkat keluarga. Keberhasilan PKK tentu bergantung pada sinergi pemerintah, masyarakat, dan kader di semua tingkatan,” jelasnya.</p>
<p>Sementara itu, Ketua Tim Penilai SMEP TP PKK Sulsel, Prof. Sri Astuti Thamrin, menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaan bisa hadir di Makassar. Ia merasa pertemuan ini menjadi momentum memperkuat komitmen peran PKK.</p>
<p>&#8220;Pertama-tama, izinkan saya menyampaikan rasa bangga dan bahagia. Gedung ini suasananya nyaman, penuh inspirasi, dan bisa menjadi tempat untuk berdiskusi, mencari ide, bahkan melepas penat. Tempat seperti ini tentu sangat bermanfaat bagi kita semua,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Lebih jauh, Prof. Sri mengapresiasi keaktifan TP PKK Kota Makassar yang menunjukkan perhatian besar terhadap isu persampahan dan lingkungan.</p>
<p>&#8220;Konsistensi dalam mengelola masalah lingkungan menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata PKK dalam mendukung pembangunan berkelanjutan,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Selain itu, Prof. Sri menekankan pentingnya memperkuat peran Dasa Wisma sebagai ujung tombak PKK di tingkat keluarga. “Melalui kelompok kecil inilah kita bisa lebih dekat dengan masyarakat dan lebih cepat memberi solusi,” tegasnya.</p>
<p>Ia pun mengajak seluruh kader PKK untuk menjaga semangat kebersamaan sekaligus memanfaatkan teknologi digital dalam setiap program.</p>
<p>Menurutnya, PKK tidak hanya mendukung program pemerintah, tetapi juga dituntut mengelola administrasi secara tertib.</p>
<p>&#8220;Dengan sinergi dan komitmen, ditambah pemanfaatan teknologi, Prof. Sri optimistis PKK akan terus memberi kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Tim Penilai SMEP kemudian melanjutkan kunjungan penilaian ke Rumah Gizi Panampu, Posyandu Era Baru Asoka 4 Kelurahan Kaluku Bodoa, serta TPS3R Karebosi.</p>
<p>Artikel <a href="https://dotnews.co.id/melinda-aksa-paparkan-peran-tp-pkk-makassar-dalam-pengelolaan-sampah-dan-lingkungan/">Melinda Aksa Paparkan Peran TP PKK Makassar dalam Pengelolaan Sampah dan Lingkungan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://dotnews.co.id">Dot NEWS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Wali Kota dan Ketua TP PKK Makassar Tinjau Urban Farming-Bank Sampah Program CSR Pertamina di Kecamatan Ujung Tanah</title>
		<link>https://dotnews.co.id/wali-kota-dan-ketua-tp-pkk-makassar-tinjau-urban-farming-bank-sampah-program-csr-pertamina-di-kecamatan-ujung-tanah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 07 Sep 2025 15:28:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Aliyah Mustika Ilham]]></category>
		<category><![CDATA[Munafri Arifuddin]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot Makassar]]></category>
		<category><![CDATA[Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi]]></category>
		<category><![CDATA[PT Pertamina]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://dotnews.co.id/?p=3767</guid>

					<description><![CDATA[<p>MAKASSAR, 07 September 2025 (Dotnews) – Wali Kota...</p>
<p>Artikel <a href="https://dotnews.co.id/wali-kota-dan-ketua-tp-pkk-makassar-tinjau-urban-farming-bank-sampah-program-csr-pertamina-di-kecamatan-ujung-tanah/">Wali Kota dan Ketua TP PKK Makassar Tinjau Urban Farming-Bank Sampah Program CSR Pertamina di Kecamatan Ujung Tanah</a> pertama kali tampil pada <a href="https://dotnews.co.id">Dot NEWS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MAKASSAR, 07 September 2025 (Dotnews)</strong> – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, didampingi oleh Ketua TP PKK Kota Makassar, Meylinda Aksa, meninjau lokasi program Corporate Social Responsibility (CSR) Pertamina Integrated Terminal Makassar di Kecamatan Ujung Tanah, Minggu (7/9/2025).</p>
<p>Program ini berfokus pada pengembangan urban farming sekaligus pengelolaan sampah yang dikelola masyarakat di kompleks TNI Angkatan Laut melalui kelompok Biourban.</p>
<p>Masyarakat mulai dari pemuda hingga kelompok wanita tani di kawasan tersebut diberdayakan melalui berbagai kegiatan produktif.</p>
<p>Di antaranya budidaya maggot untuk biokonversi sampah organik, bank sampah yang telah mencakup ratusan rumah tangga kompleks, serta inovasi pengolahan sampah plastik dan popok sekali pakai menjadi paving block.</p>
<p>Selain itu, warga juga mengembangkan urban farming berupa sayuran, budidaya lele, dan telah menyiapkan kandang ayam sebagai bagian dari program ketahanan pangan.</p>
<p>Dalam peninjauannya, Munafri dan Melinda melihat langsun proses budidaya manggot, urban farming dan mesin dan produk paving block dari sampah plastik pampers. Kesempatan itu juga digunakannya untuk berdiskusi langsung kepada masyarakat yang terlibat dalam pengelolaan.</p>
<p>Ia menilai kompleks ini telah berkembang menjadi percontohan bagaimana masyarakat, perusahaan, dan pemerintah dapat berkolaborasi dalam menciptakan ekosistem baru untuk pengelolaan lingkungan dan peningkatan kesejahteraan warga.</p>
<p>“Ini bentuk kolaborasi yang kita harapkan. Bagaimana masyarakat bersama dengan perusahaan sekitar mampu melakukan pemberdayaan, yang ujungnya bermanfaat untuk warga di wilayah itu sendiri,&#8221; kata Munafri.</p>
<p>Menurutnya, kepedulian perusahaan seperti Pertamina menunjukkan bentuk nyata dari tanggung jawab sosial yang langsung dirasakan masyarakat sekitar. Lanjut, Munafria menekankan pentingnya membangun kesadaran masyarakat terkait pengelolaan sampah.</p>
<p>Program ini dinilai menjadi bukti bahwa sampah bukan hanya sekadar masalah, tetapi bisa menjadi sumber ekonomi baru apabila dikelola dengan baik. Melalui bank sampah, budidaya maggot, urban farming, hingga ternak ikan dan ayam, kawasan ini telah menciptakan siklus ekonomi baru yang dapat meningkatkan daya beli masyarakat.</p>
<p>“Kesadaran masyarakat harus terus ditumbuhkan bahwa sampah bukan hanya masalah, tetapi juga peluang. Dari sampah bisa lahir produk, bisa lahir pangan, bahkan bisa meningkatkan pendapatan rumah tangga,” ucapnya.</p>
<p>Lebih jauh, Munafri berharap konsep kompleks mandiri di lokasi ini bisa direplikasi di wilayah lain hingga mencakup rumah tangga di Kota Makassar mampu mengembangkan pola pengelolaan lingkungan sekaligus memperkuat ketahanan pangan.</p>
<p>“Kalau di sini bisa berjalan dengan baik, Insya Allah bisa direplikasi di tempat lain. Kita ingin agar rumah tangga di Makassar bisa mandiri dalam mengelola sampah sekaligus memperkuat ketahanan pangan,” tambahnya.</p>
<p>Ia pun mendorong kawasan Ujung Tanah menjadi identitas baru sebagai lokasi percontohan kompleks perumahan mandiri yang menarik perhatian berbagai pihak untuk datang belajar.</p>
<p>Artikel <a href="https://dotnews.co.id/wali-kota-dan-ketua-tp-pkk-makassar-tinjau-urban-farming-bank-sampah-program-csr-pertamina-di-kecamatan-ujung-tanah/">Wali Kota dan Ketua TP PKK Makassar Tinjau Urban Farming-Bank Sampah Program CSR Pertamina di Kecamatan Ujung Tanah</a> pertama kali tampil pada <a href="https://dotnews.co.id">Dot NEWS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Munafri Dorong Kampung Zero Waste, RT/RW Wajib Punya Urban Farming dan Bank Sampah</title>
		<link>https://dotnews.co.id/munafri-dorong-kampung-zero-waste-rt-rw-wajib-punya-urban-farming-dan-bank-sampah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 Aug 2025 07:43:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Aliyah Mustika Ilham]]></category>
		<category><![CDATA[Munafri Arifuddin]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot Makassar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://dotnews.co.id/?p=3226</guid>

					<description><![CDATA[<p>MAKASSAR, 08 Agustus 2025 (Dotnews) – Wali Kota...</p>
<p>Artikel <a href="https://dotnews.co.id/munafri-dorong-kampung-zero-waste-rt-rw-wajib-punya-urban-farming-dan-bank-sampah/">Munafri Dorong Kampung Zero Waste, RT/RW Wajib Punya Urban Farming dan Bank Sampah</a> pertama kali tampil pada <a href="https://dotnews.co.id">Dot NEWS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MAKASSAR, 08 Agustus 2025 (Dotnews)</strong> – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, kembali menegaskan pentingnya peran RT/RW dalam menciptakan lingkungan kota yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.</p>
<p>Penegasan ini disampaikan saat menghadiri kegiatan Launching Gerakan 1 Kelurahan: 1 Urban Farming, 1 Maggot, dan 1 Bank Sampah di Jl. Batua Raya, Kecamatan Panakkukang, Jumat (8/8/2025).</p>
<p>Dalam sambutannya, Munafri mengapresiasi inisiatif pihak Kecamatan Panakkukang bersama jajaran atas langkah progresif yang dinilai akan membawa dampak besar bagi pengelolaan sampah dan ketahanan pangan skala rumah tangga di Kota Makassar.</p>
<p>&#8220;Urban farming, maggot dan bank sampah, ini bukan berdiri sendiri. Ini adalah output dari sistem pengelolaan sampah yang sudah kita dorong atasi persoalan sampah di kota ini,&#8221; ujar Munafri.</p>
<p>Ia menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari sistem siklus pengelolaan sampah terpadu yang melibatkan pemilahan, pengolahan, hingga pemanfaatan hasil akhir sampah.</p>
<p>&#8220;Khususnya sampah organik untuk kegiatan produktif seperti pertanian pekarangan dan budidaya maggot,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Munafri menegaskan bahwa seluruh RT di Makassar wajib memiliki urban farming, biopori, komposter, eco-enzyme, serta pengolahan maggot sebagai bentuk konkret pengelolaan sampah skala mikro.</p>
<p>&#8220;Kita ingin agar sampah tidak lagi menjadi musuh, tapi bisa menjadi sumber penghasilan. Rumah tangga harus kita dorong menuju zero waste,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Artikel <a href="https://dotnews.co.id/munafri-dorong-kampung-zero-waste-rt-rw-wajib-punya-urban-farming-dan-bank-sampah/">Munafri Dorong Kampung Zero Waste, RT/RW Wajib Punya Urban Farming dan Bank Sampah</a> pertama kali tampil pada <a href="https://dotnews.co.id">Dot NEWS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pemkot Makassar Dorong RT/RW Sukseskan Program Urban Farming</title>
		<link>https://dotnews.co.id/pemkot-makassar-dorong-rt-rw-sukseskan-program-urban-farming/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 03 Aug 2025 09:13:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Aliyah Mustika Ilham]]></category>
		<category><![CDATA[Munafri Arifuddin]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot Makassar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://dotnews.co.id/?p=3132</guid>

					<description><![CDATA[<p>MAKASSAR, 03 Agustus 2025 (Dotnews) &#8211; Pemerintah Kota...</p>
<p>Artikel <a href="https://dotnews.co.id/pemkot-makassar-dorong-rt-rw-sukseskan-program-urban-farming/">Pemkot Makassar Dorong RT/RW Sukseskan Program Urban Farming</a> pertama kali tampil pada <a href="https://dotnews.co.id">Dot NEWS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MAKASSAR, 03 Agustus 2025 (Dotnews)</strong> &#8211; Pemerintah Kota Makassar resmi meluncurkan program Urban Farming, dalam upaya mendorong kemandirian pangan dan pelestarian lingkungan di tengah padatnya wilayah perkotaan, Pemerintah Kota Makassar resmi meluncurkan program Urban Farming.</p>
<p>Program ini bukan sekadar inisiatif penghijauan, melainkan gerakan kolektif berbasis masyarakat yang menargetkan partisipasi aktif dari seluruh Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW), merupakan bagian dari Lembaga Kemasyarakatan yang bertugas untuk membantu pemerintah, di kota Makassar.</p>
<p>Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa lebih dari 6.000 RT akan menjadi ujung tombak pelaksanaan urban farming, sebagai bentuk adaptasi cerdas terhadap keterbatasan lahan dan tantangan perkotaan.</p>
<p>&#8220;Kota Makassar adalah kota dengan lahan pertanian yang sangat terbatas. Maka hadirnya program Urban Farming, diintegrasikan dengan sistem pengelolaan sampah berbasis rumah tangga, menjadikannya salah satu inovasi perkotaan,&#8221; jelas Munafri.</p>
<p>Dimana, Pemerintah Kota Makassar secara resmi meluncurkan program Urban Farming atau pertanian perkotaan sebagai solusi inovatif untuk mewujudkan lingkungan hijau dan mandiri pangan di tengah keterbatasan lahan kota.</p>
<p>Dintarnaya, urban farming, magot dan eco-enzyme dan telur ayam. Kegiatan ini dicanangkan langsung oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin dan Wakil Aliyah Mustika Ilham, dalam acara yang digelar di Kelompok Wanita Tani (KWT) Talas, Jalan Sunu, kompleks Unhas, Minggu pagi (3/8/2025).</p>
<p>Turut hadir dalam peluncuran ini, Ketua TP PKK Kota Makassar Melinda Aksa Mahmud, Sekretaris Daerah Andi Zulkifly Nanda, jajaran SKPD Pemkot Makassar, para tim ahli pemerintah kota seperti Hudli Huduri, Dara Nasution, dan Fadly Arifuddin Mattotorang alias Fadly Padi, serta sejumlah akademisi dari Universitas Hasanuddin.</p>
<p>Artikel <a href="https://dotnews.co.id/pemkot-makassar-dorong-rt-rw-sukseskan-program-urban-farming/">Pemkot Makassar Dorong RT/RW Sukseskan Program Urban Farming</a> pertama kali tampil pada <a href="https://dotnews.co.id">Dot NEWS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Melinda Aksa Tinjau TPS3R Kelurahan Untia, Dorong Sinergi Atasi Sampah dan Dukung Urban Farming</title>
		<link>https://dotnews.co.id/melinda-aksa-tinjau-tps3r-kelurahan-untia-dorong-sinergi-atasi-sampah-dan-dukung-urban-farming/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Jun 2025 05:31:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Aliyah Mustika Ilham]]></category>
		<category><![CDATA[melinda aksa]]></category>
		<category><![CDATA[Munafri Arifuddin]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot Makassar]]></category>
		<category><![CDATA[tp pkk kota makassar]]></category>
		<category><![CDATA[Wakil Wali Kota Makassar]]></category>
		<category><![CDATA[wali kota makassar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://dotnews.co.id/?p=2506</guid>

					<description><![CDATA[<p>MAKASSAR, 28 Juni 2025 (Dotnews) – Ketua TP...</p>
<p>Artikel <a href="https://dotnews.co.id/melinda-aksa-tinjau-tps3r-kelurahan-untia-dorong-sinergi-atasi-sampah-dan-dukung-urban-farming/">Melinda Aksa Tinjau TPS3R Kelurahan Untia, Dorong Sinergi Atasi Sampah dan Dukung Urban Farming</a> pertama kali tampil pada <a href="https://dotnews.co.id">Dot NEWS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>MAKASSAR, 28 Juni 2025 (Dotnews) – Ketua TP PKK Kota Makassar, Ny. Melinda Aksa, melakukan kunjungan lapangan ke Tempat Pengolahan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS3R) di Kelurahan Untia, Kecamatan Biringkanaya, Jumat (27/6/25).</p>
<p>Kunjungan ini merupakan bagian dari komitmen TP PKK Kota Makassar untuk mendukung upaya pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang ramah lingkungan, sekaligus mendorong penguatan program urban farming dan ketahanan pangan di wilayah pesisir kota.</p>
<p>Dalam tinjauannya, Melinda didampingi oleh Camat Biringkanaya, Juliaman, Lurah Untia, Mulyadi Setiawan, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup, serta para PJS RT/RW. Mereka menyusuri berbagai titik pengelolaan sampah seperti bank sampah unit, TPS3R, hingga area pengolahan maggot dan lahan pertanian warga.</p>
<p>Melinda mengapresiasi sistem pengelolaan sampah yang sudah mulai berjalan, terutama pemilahan sampah dari rumah tangga, sistem penjemputan sampah organik oleh satgas kelurahan, serta proses distribusi ke bank sampah hingga TPS3R.</p>
<p>&#8220;Saya melihat Untia punya potensi besar menjadi wilayah percontohan pengelolaan sampah berbasis komunitas. Sistemnya sudah mulai terbentuk, tinggal kita perkuat dan sinergikan dengan semua stakeholder,&#8221; ujar Melinda.</p>
<p>Ia menyoroti bahwa sampah dapur organik sebenarnya memiliki peluang tinggi untuk dimanfaatkan menjadi kompos dan pakan maggot. Dari hasil pengamatan, diketahui bahwa 40-50 kg sampah dapur per hari sudah berhasil dikelola menjadi pupuk kandang dan pakan budidaya maggot.</p>
<p>&#8220;Kalau ini dilakukan rutin dan konsisten, Untia bisa mendekati zero waste. Tapi ini butuh dukungan semua pihak masyarakat, kelurahan, kecamatan, dan dinas. Kita harus duduk bersama menyusun strategi,” tegasnya.</p>
<p>Artikel <a href="https://dotnews.co.id/melinda-aksa-tinjau-tps3r-kelurahan-untia-dorong-sinergi-atasi-sampah-dan-dukung-urban-farming/">Melinda Aksa Tinjau TPS3R Kelurahan Untia, Dorong Sinergi Atasi Sampah dan Dukung Urban Farming</a> pertama kali tampil pada <a href="https://dotnews.co.id">Dot NEWS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
