Pemerintahan

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin Paparkan Visi Kota Inklusif dan Kolaboratif di Podcast DetikSore

×

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin Paparkan Visi Kota Inklusif dan Kolaboratif di Podcast DetikSore

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menjadi narasumber dalam program Podcast DetikSore (live streaming) yang digelar oleh Detik.com nasional, Kamis (6/11/2025) di Jakarta.

Perayaan tahun ini mengusung tema “Merajut Harmoni dan Membangun Kebersamaan”. Menurut Munafri, tema tersebut mencerminkan semangat persatuan pasca kontestasi politik, sekaligus menjadi simbol bahwa seluruh elemen masyarakat kini bersatu untuk membangun kota.

“Filosofinya adalah bahwa kami lahir dari proses pemilihan langsung dengan beberapa kandidat. Ini ulang tahun pertama setelah kami terpilih. Jadi, pesan kami jelas, kampanye sudah selesai, pemilihan sudah selesai, sekarang saatnya bersatu,” jelasnya.

Dia menegaskan, tidak boleh lagi bicara siapa tim siapa. Kalau tidak bersatu, kota ini milik bersama. Ia ingin semua pihak ikut berkontribusi.

“Dari pihak yang dulu berseberangan pun, kalau punya ide bagus untuk kota ini, ayo datang, kita diskusikan. Masa kontestasi sudah lewat, sekarang waktunya bersama-sama membangun Makassar,” tegasnya.

Dalam perayaan HUT ke-418 Makassar nanti, Pemkot akan melibatkan masyarakat seluas-luasnya melalui kegiatan” 100% Makassar”, di mana seluruh pengisi acara merupakan warga Makassar dari berbagai usia dan latar belakang.

Pemerintah kota bertindak hanya sebagai panitia. Karena pihaknya ingin perayaan ini benar-benar menjadi milik warga. Bahkan, semua SKPD juga berkontribusi.

Dimana Dinas Kesehatan menggelar pemeriksaan gratis dan mencetak rekor MURI untuk pemasangan gigi palsu, ada program bedah rumah, beasiswa, hingga kegiatan sosial lainnya sebagai kado ulang tahun untuk warga Makassar.

Ia menegaskan bahwa bentuk dukungan pemerintah tidak selalu berupa bantuan tunai, tetapi diwujudkan melalui program yang berdampak langsung.

Karena kemampuan fiskal terbatas, bantuan tidak selalu berupa uang tunai. Tapi Pemerintah hadir lewat program dan kegiatan nyata yang manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat.

Selain itu, Pemkot juga mengajak dunia usaha untuk berkolaborasi dalam perayaan ini.

“Kami juga mengajak perusahaan-perusahaan di Makassar untuk ikut berpartisipasi. Sudah lama mereka beroperasi di kota ini,” ungkapnya.