Pemerintahan

Wali Kota Munafri Dorong Pengembangan SD Inpres IKIP Usai Sidak Bernuansa Nostalgia

×

Wali Kota Munafri Dorong Pengembangan SD Inpres IKIP Usai Sidak Bernuansa Nostalgia

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, melakukan inspeksi mendadak di UPT SPF SD Inpres Kampus IKIP, Kompleks Perumahan Dosen IKIP Blok G-II, Jalan Raya Pendidikan Makassar, Selasa (18/11/2025).

Sebuah momen sederhana, tetapi sarat makna, pulang, mengenang, dan memastikan rumah pendidikan pertamanya tetap menjadi tempat terbaik bagi generasi berikutnya.

Usai menyambangi Sekolah Dasar tempat ia mengawali perjalanan pendidikannya, UPT SPF SD Inpres Kampus IKIP

Ia kemudian melanjutkan cerita perjalanan pendidikannya ke jenjang berikutnya, SMP Negeri 3 Makassar (1987–1990), SMA Negeri 2 Makassar (1990–1993), hingga meraih gelar sarjana di Universitas Hasanuddin (1993–1999).

Saat menelusuri halaman dan ruang kelas, kenangan masa kecilnya seolah kembali hidup.

“Saya habiskan bermain di sini. Iya dulu ini cuma sekolah, terus di belakang ini lapangan,” tuturnya.

“Ada lapangan bola, lapangan apa. Lalu memang ini kalau tidak salah asetnya punyanya UNM, karena namanya SD Inpres Kampus IKIP,” sambung Appi sambil menunjuk area yang dulu menjadi tempat bermain bersama teman-temannya.

Ketika ditanya soal kebutuhan pengembangan sekolah, Munafri tak menampik masih banyak hal yang perlu diperbaiki.

“Ada yang perlu dikembangkan di sini, Pak? Sebenarnya banyak yang harus dibenahi, tapi kita akan lihat pola kepemilikannya seperti apa,” jelasnya.

Meskipun sekolah tersebut bukan berada di bawah naungan Pemerintah Kota Makassar, Munafri menegaskan bahwa pihaknya tetap akan melakukan koordinasi agar perbaikan fasilitas dapat direalisasikan.

Komitmen ini ia sampaikan sebagai bagian dari upaya memastikan kualitas lingkungan belajar tetap terjaga.

Soal peluang intervensi pemerintah, Munafri melihat potensi besar pada lahan luas di bagian belakang sekolah.

“Apakah pemerintah bisa intervensi? Karena di belakang lahannya masih cukup luas untuk dikembangkan. Banyak sekali bisa dibikin. Bisa dibikin sentra untuk kesenian atau kegiatan lain untuk anak-anak,” ujarnya.

Kunjungan ini bukan hanya menjadi refleksi perjalanan hidup seorang Wali Kota yang kembali ke akar pendidikannya, tetapi juga menegaskan bahwa kepedulian terhadap dunia pendidikan tidak boleh dibatasi oleh status kepemilikan sekolah.

Munafri menegaskan komitmennya untuk mendorong kolaborasi lintas institusi demi memastikan fasilitas pendidikan dapat berkembang dan memberi manfaat bagi generasi penerus Kota Makassar.

Namun begitu, ia juga menuturkan, persoalan banjir yang kerap melanda kawasan tersebut dan butuh perhatian serius.

“Yang paling penting ini naik terus karena banjir. Jadi mungkin perhatian lebih ekstra. Nanti kita akan bicara, saya coba bicara dengan rektor,” tutupnya.