BisnisNasional

Anwar Hafid Bidik Beasiswa hingga Pengembangan 2.000 Desa, MNC University Diajak Berkolaborasi

×

Anwar Hafid Bidik Beasiswa hingga Pengembangan 2.000 Desa, MNC University Diajak Berkolaborasi

Sebarkan artikel ini
Anwar Hafid Bidik Beasiswa hingga Pengembangan 2.000 Desa, MNC University Diajak Berkolaborasi.

Dotnews.co.id, Palu – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menjajaki kerja sama dengan MNC University untuk memperluas akses beasiswa, meningkatkan kesiapan lulusan memasuki dunia kerja, hingga memetakan potensi lebih dari 2.000 desa.

Penjajakan tersebut dibahas dalam audiensi Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid dengan Direktur Direktorat Riset, Inovasi, dan Dampak Sosial MNC University, Humiras Betty M. Sihombing, di Palu, Rabu (14/10/2026). Kolaborasi ini diarahkan untuk mendukung Program Berani Cerdas sekaligus memperkuat hubungan antara pendidikan tinggi dan kebutuhan pembangunan daerah.

Dalam pertemuan itu, MNC University menawarkan peluang kolaborasi di bidang riset, inovasi, dan program berdampak sosial. Salah satu yang dibahas adalah beasiswa Bina Talenta dengan skema pembiayaan 50 persen, 75 persen, hingga 100 persen sesuai ketentuan program.

“Kami sangat ingin terlibat dalam hal-hal yang bisa kami berikan untuk pengembangan potensi daerah,” ujar Humiras Betty.

MNC University juga menawarkan model pendidikan 2+2, yakni dua tahun belajar di kampus dan dua tahun terlibat dalam kegiatan lapangan, industri, serta pengembangan potensi daerah. Model ini diharapkan membuat mahasiswa tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki pengalaman praktis yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

Anwar Hafid: Kuliah Harus Berujung pada Kompetensi dan Pekerjaan

Anwar Hafid menegaskan, perluasan akses pendidikan harus dibarengi dengan peningkatan kualitas lulusan. Menurutnya, pembiayaan kuliah tidak cukup jika mahasiswa tidak memiliki keterampilan yang dibutuhkan setelah menyelesaikan pendidikan.

“Bagaimana kita tidak hanya membiayai mereka untuk kuliah, tetapi setelah selesai kuliah, mereka benar-benar memiliki kemampuan dan bisa bekerja,” kata Anwar.

Pemprov Sulteng juga berencana memprioritaskan pengembangan beasiswa bagi guru dan tenaga kesehatan pada 2027. Rencana tersebut akan dibahas bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), termasuk penentuan calon penerima dan skema pembiayaannya.

Selain peningkatan kompetensi profesi, penguasaan bahasa Inggris dan Mandarin turut menjadi perhatian pemerintah daerah dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang mampu bersaing dan menjawab kebutuhan pembangunan.

Lebih dari 2.000 Desa Jadi Sasaran Pemetaan Potensi

Tak hanya pendidikan, Anwar juga mendorong pemetaan kebutuhan masyarakat di lebih dari 2.000 desa di Sulawesi Tengah. Ia menilai, perencanaan pembangunan harus bertumpu pada kondisi nyata di lapangan, bukan sekadar asumsi.

Karena itu, ia menekankan pentingnya needs assessment atau penilaian kebutuhan masyarakat untuk mengidentifikasi potensi dan persoalan di setiap wilayah. Pemetaan tersebut mencakup sektor pertanian, kelautan, sumber daya alam, hingga pariwisata.

Salah satu potensi yang disoroti adalah pariwisata dan kerajinan tenun sarung Donggala. Potensi tersebut dinilai dapat dikembangkan melalui pendampingan masyarakat, peningkatan kualitas produk, serta promosi yang lebih terarah.

Perguruan tinggi diharapkan berperan dalam proses itu melalui penelitian, pemetaan potensi, hingga pendampingan agar kekayaan lokal dapat berkembang menjadi kegiatan ekonomi produktif yang meningkatkan kesejahteraan warga.

“Sepanjang tidak ada tim ahli yang melakukan needs assessment kepada masyarakat, perencanaan kita berisiko tidak mencapai hasil yang diharapkan,” ujar Anwar.

Kerja Sama Masih dalam Tahap Penjajakan

Meski sejumlah peluang telah dibahas, kerja sama Pemprov Sulteng dan MNC University masih memerlukan pembahasan teknis lebih lanjut. Kedua pihak akan menindaklanjuti penjajakan bersama dinas terkait dan Bappeda.

Pembahasan lanjutan akan mencakup kemungkinan program percontohan, sasaran peserta, skema pembiayaan, serta mekanisme pelaksanaan. Tahapan ini akan menentukan bentuk kolaborasi yang dapat dijalankan sesuai prioritas pembangunan daerah.

Dalam audiensi tersebut, Anwar didampingi Firmanza DP dan Pelaksana Tugas Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Rustam Arifuddin.

Jika terealisasi, kolaborasi ini diharapkan dapat memperluas kesempatan pendidikan, memperkuat kesiapan kerja lulusan, serta mendorong pengembangan potensi desa secara berkelanjutan melalui Program Berani Cerdas.