Dotnews.co.id, Palu – Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes., mengingatkan bahwa bertambahnya usia bukan alasan untuk kehilangan semangat menjalani kehidupan. Para lanjut usia (lansia) tetap perlu aktif bergerak, menjaga kesehatan, mempererat silaturahmi, dan memperkuat keimanan.
Pesan tersebut disampaikan Reny saat menghadiri kegiatan Pesantren Lansia Menuju Husnul Khatimah di Badan Kerja Sama Wanita Islam (BAKESWI) Provinsi Sulawesi Tengah, Jalan Kelinci, Jumat (16/10/2026).
Mengusung tema “Memperkuat Iman, Memperbanyak Amal, Menjemput Akhirat dengan Hati yang Tenang”, kegiatan itu diikuti puluhan peserta dari anggota BAKESWI dan kelompok pengajian.
Reny mengapresiasi kegiatan tersebut karena tidak hanya menjadi ruang untuk memperdalam ilmu agama, tetapi juga mempererat persaudaraan dan menjaga hubungan sosial di kalangan lansia.
“Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini. Silaturahmi seperti ini sangat baik karena kita bisa bersama-sama belajar, memperkuat iman, dan mempersiapkan bekal untuk akhirat. Tidak perlu merasa berat, mari kita jalani dengan hati yang ikhlas dan penuh semangat,” ujarnya.
Lansia Tetap Perlu Bergerak dan Menjaga Kesehatan
Reny menegaskan, masa lanjut usia tetap dapat dijalani secara aktif dan bermakna. Karena itu, para lansia diingatkan agar tidak berkecil hati karena faktor usia maupun merasa kehilangan peran di tengah masyarakat.
Ia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kesehatan fisik dan ketenangan batin. Selain mengikuti kegiatan keagamaan, lansia dianjurkan tetap melakukan aktivitas fisik ringan, seperti senam atau olahraga sesuai kemampuan dan kondisi tubuh.
“Jangan berkecil hati karena usia. Ibu-ibu harus tetap semangat, tetap cantik, dan menjaga kesehatan. Kalau kita tidak melatih tangan dan kaki, lama-kelamaan bisa kaku. Jadi, tetaplah bergerak dan berolahraga sesuai kemampuan,” pesannya.
Menurut Reny, menjaga kebugaran perlu menjadi kebiasaan sehari-hari, bukan hanya dilakukan saat mengikuti kegiatan bersama.
Silaturahmi Bantu Lansia Tetap Bersemangat
Selain aktivitas fisik, Reny menyoroti pentingnya interaksi sosial bagi para lansia. Pengajian, pertemuan kelompok, dan olahraga bersama dapat menjadi sarana untuk berbagi pengalaman, mempererat persaudaraan, serta saling memberikan dukungan.
Kegiatan yang melibatkan interaksi antarpeserta juga membuka ruang bagi lansia untuk tetap terhubung dengan lingkungan sosialnya. Dengan demikian, masa lanjut usia tidak harus dijalani dengan membatasi diri dari kehidupan bermasyarakat.
Pesantren Lansia, kata Reny, diharapkan menjadi wadah untuk memperkuat pemahaman agama sekaligus menumbuhkan semangat menjalani kehidupan dengan lebih tenang dan optimistis.
Ia berharap para peserta terus menjaga kesehatan, memperbanyak amal, serta mempertahankan hubungan baik dengan sesama.
“Yang terpenting, kita harus tetap menjaga diri, menjaga kesehatan, memperbanyak amal, dan terus mendekatkan diri kepada Allah. Semoga kita semua diberikan kesehatan, umur yang berkah, serta kesempatan untuk menjalani kehidupan dengan tenang dan meraih husnul khatimah,” tutupnya.
Melalui kegiatan tersebut, para lansia diharapkan dapat mengisi masa tua dengan kegiatan positif yang memadukan penguatan spiritual, kepedulian terhadap kesehatan, dan kebersamaan dalam kehidupan sosial.





