NasionalPemerintahan

Gowa Incar Perputaran Uang dari 17 Ribu Jamaah, Expo UMKM Haji 2026 Hadirkan Opick hingga Manasik Akbar

×

Gowa Incar Perputaran Uang dari 17 Ribu Jamaah, Expo UMKM Haji 2026 Hadirkan Opick hingga Manasik Akbar

Sebarkan artikel ini
Gowa Incar Perputaran Uang dari 17 Ribu Jamaah, Expo UMKM Haji 2026 Hadirkan Opick hingga Manasik Akbar.

Dotnews.co.id, Gowa – Target mendatangkan sekitar 17 ribu jamaah haji dan umrah menjadi peluang bagi Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, untuk menggerakkan ekonomi lokal. Melalui Expo UMKM Haji 2026, pemerintah daerah ingin memastikan ramainya pengunjung tidak hanya memeriahkan acara, tetapi juga membawa dampak nyata bagi pelaku usaha kecil dan menengah.

Digelar selama tiga hari, 16–18 Oktober 2026, di Taman Lapangan Sultan Hasanuddin, expo ini memadukan promosi produk UMKM, kegiatan keagamaan, hiburan, hingga aktivitas kebugaran. Produk kerajinan tangan dan hasil bumi Gowa didorong mengambil tempat agar berpeluang menjangkau pasar yang lebih luas.

Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin, menyatakan pemerintah daerah siap mendukung penuh penyelenggaraan kegiatan berskala nasional tersebut. Menurutnya, semakin banyak agenda besar digelar di Gowa, semakin terbuka pula peluang bagi daerah untuk menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.

“Justru kegiatan-kegiatan seperti inilah yang membuat kami semangat dan tertarik. Semakin banyak event nasional, semakin kuat dan maju Gowa. Kami sangat siap menjadi tuan rumah yang baik,” ujar Darmawangsyah saat menghadiri rapat koordinasi persiapan expo di Aula Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Gowa, Selasa (13/10/2026).

Bukan Sekadar Ramai, UMKM Lokal Harus Kebagian Peluang

Bagi pemerintah daerah, tantangan penyelenggaraan expo bukan hanya mendatangkan pengunjung, melainkan memastikan pelaku usaha lokal ikut menikmati peluang ekonomi yang tercipta.

Darmawangsyah mendorong agar produk unggulan masyarakat, khususnya kerajinan tangan dan hasil bumi Kabupaten Gowa, mendapat ruang untuk dipamerkan dan dipasarkan selama kegiatan berlangsung.

“Kami berharap UMKM masyarakat, khususnya kerajinan tangan dan hasil bumi Kabupaten Gowa, bisa hadir dan mengambil bagian dalam expo ini. Kami ingin kegiatan ini meninggalkan kesan yang baik bagi para pengunjung sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.

Kehadiran ribuan jamaah dan pengunjung diperkirakan berpotensi menggerakkan sejumlah sektor, mulai dari kuliner, perdagangan, transportasi, hingga usaha jasa. Namun, dampak ekonomi tersebut akan sangat ditentukan oleh keterlibatan UMKM, penataan stan, kemudahan pengunjung mengakses produk, dan transaksi yang terjadi selama expo.

Karena itu, keterlibatan pelaku usaha lokal menjadi salah satu kunci agar kegiatan ini tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi membuka kesempatan usaha yang lebih luas bagi masyarakat Gowa.

Target 17 Ribu Jamaah, Ada Manasik Akbar hingga Hiburan

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sulawesi Selatan, H. Ikbal Ismail, menjelaskan bahwa Expo UMKM Haji 2026 merupakan bagian dari upaya pengembangan ekonomi dan UMKM yang berkaitan dengan penyelenggaraan haji dan umrah.

“Dalam struktur Kementerian Haji dan Umrah, terdapat direktorat jenderal yang mengelola pengembangan ekonomi dan UMKM terkait haji dan umrah. Untuk itu, kami mendapatkan tugas melaksanakan Expo UMKM Haji 2026 dan menunjuk Kabupaten Gowa sebagai tuan rumahnya,” ujar Ikbal.

Panitia menargetkan sekitar 17 ribu jamaah haji dan umrah menghadiri kegiatan tersebut. Lapangan Sultan Hasanuddin dipilih karena dinilai memiliki aktivitas pengunjung yang tinggi, terutama pada akhir pekan.

Rangkaian acara dimulai pada Jumat (16/10/2026) malam dengan pembukaan yang dijadwalkan dihadiri Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan. Panitia juga merencanakan pengajian akbar dengan penceramah Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof. Hamdan Juhannis, serta pemberian paket umrah kepada peserta.

Pada Sabtu (17/10/2026), kegiatan dilanjutkan dengan manasik akbar di Masjid Syekh Yusuf. Pengunjung juga dijadwalkan menikmati peragaan busana bernuansa Arab serta hiburan musik dari Opick dan Trio Gambus.

Sementara pada Minggu (18/10/2026), rangkaian expo direncanakan ditutup dengan kegiatan jalan santai. Penyelenggara turut menargetkan partisipasi jamaah dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan.

Pengamanan dan Kebersihan Disiapkan

Untuk mendukung kelancaran acara, Pemkab Gowa menyiapkan koordinasi lintas sektor, termasuk pengamanan oleh Satpol PP bersama Polresta Gowa dan TNI. Dinas Lingkungan Hidup juga akan dilibatkan dalam penanganan kebersihan selama kegiatan.

Darmawangsyah menegaskan, keamanan, kenyamanan, dan kebersihan lokasi harus menjadi perhatian bersama agar jamaah maupun masyarakat dapat mengikuti rangkaian acara dengan baik.

“Ini penting untuk kita kerjakan secara bergotong royong. Kami berharap seluruh pihak berkolaborasi, termasuk dalam pengamanan dan penanganan sampah, sehingga lokasi kegiatan tetap bersih, aman, dan nyaman bagi jamaah maupun masyarakat,” ujarnya.

Pemkab Gowa berharap Expo UMKM Haji 2026 dapat memperkuat daya tarik daerah sebagai tuan rumah agenda berskala nasional. Kegiatan ini juga diharapkan berjalan beriringan dengan agenda ekonomi kreatif lainnya, termasuk kegiatan di kawasan Balla Lompoa.

Pada akhirnya, ukuran keberhasilan expo bukan semata-mata jumlah pengunjung yang hadir. Seberapa besar produk lokal dikenal, berapa banyak transaksi yang tercipta, dan apakah pelaku UMKM memperoleh peluang pasar baru menjadi hal penting untuk memastikan kegiatan tersebut benar-benar memberi nilai tambah bagi ekonomi masyarakat.