Dotnews.co.id, Makassar — Keterbatasan jarak geografis tak harus membatasi kesempatan mengenal dunia. Sebanyak 120 siswa SMA Barrang Lompo, Makassar, mendapat pengalaman belajar lintas budaya melalui pertemuan langsung dengan 40 mahasiswa internasional dari 14 negara dalam program Unhas International Student Outing (UISO) 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Pulau Barrang Lompo pada 24–25 Oktober 2026 ini menghadirkan suasana belajar berbeda. Para siswa tidak hanya mempraktikkan bahasa Inggris, tetapi juga mengenal tradisi dan latar belakang budaya mahasiswa dari berbagai negara melalui permainan edukatif dan interaksi langsung.
Program yang digagas Direktorat Internasionalisasi dan Kantor Urusan Internasional (DIKUI) Universitas Hasanuddin (Unhas) tersebut menjadi upaya memperluas pengalaman belajar mahasiswa sekaligus membuka ruang pertukaran pengetahuan dengan masyarakat di wilayah kepulauan.
Bagi siswa, kesempatan berkomunikasi langsung dengan mahasiswa internasional memberi pengalaman yang berbeda dari pembelajaran di kelas. Bahasa Inggris digunakan dalam percakapan nyata, sementara perbedaan budaya menjadi bahan untuk saling mengenal dan memahami.
Fikri, siswa kelas XI SMA Barrang Lompo, mengaku gembira bisa bertemu dengan mahasiswa dari berbagai negara. Ia menilai kegiatan tersebut memberinya kesempatan melatih kemampuan bahasa Inggris sekaligus mengenal adat dan tradisi yang sebelumnya belum diketahui.
“Saya senang sekali bisa bertemu langsung dengan kakak-kakak mahasiswa dari berbagai negara dan mendapatkan kesempatan untuk melatih kemampuan berbahasa Inggris,” ujar Fikri.
Ia berharap kegiatan serupa dapat kembali digelar di sekolahnya.
Interaksi tersebut juga menjadi pengalaman bagi mahasiswa internasional untuk melihat lebih dekat kehidupan masyarakat kepulauan. Pertukaran budaya berlangsung dua arah: siswa memperoleh wawasan tentang dunia luar, sedangkan mahasiswa internasional belajar memahami kehidupan sosial dan budaya masyarakat setempat.
Mario Gusmao Branco, mahasiswa asal Timor Leste dari Fakultas Pertanian Unhas, mengaku terkesan dengan antusiasme para siswa dan kesempatan menjalin pertemanan dengan mahasiswa dari negara lain.
Menurutnya, pertemuan lintas budaya memberikan kesempatan untuk mempelajari kebiasaan baru, berbagi pengalaman, dan membangun hubungan personal di luar aktivitas perkuliahan.
Internasionalisasi kampus menyentuh masyarakat
UISO 2026 dirancang bukan sekadar sebagai kegiatan luar kampus, melainkan sebagai ruang membangun komunitas akademik yang terbuka dan inklusif. Saat ini, Unhas memiliki 580 mahasiswa internasional dengan latar belakang negara dan budaya yang beragam.
DIKUI Unhas berharap kegiatan semacam ini dapat berlanjut setiap semester dengan lokasi yang bervariasi. Program tersebut juga diharapkan berkembang menjadi kegiatan yang dapat dirancang dan dijalankan secara mandiri oleh mahasiswa internasional melalui organisasi atau komunitas mereka.
Selain agenda interaksi budaya di sekolah, peserta UISO 2026 mengunjungi Marine Station Unhas di Pulau Barrang Lompo untuk mengenal pendidikan, penelitian, dan konservasi ekosistem laut. Mereka juga menjelajahi lingkungan Pulau Kodingareng Keke, termasuk mengikuti aktivitas snorkeling.
Rangkaian kegiatan ini menghubungkan pembelajaran lintas budaya dengan kepedulian terhadap lingkungan. Program tersebut sekaligus mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya pendidikan berkualitas, pengurangan kesenjangan, pelestarian ekosistem laut, dan kemitraan.
Melalui UISO 2026, Unhas berupaya membawa semangat internasionalisasi lebih dekat dengan masyarakat. Di Pulau Barrang Lompo, pengalaman global itu hadir bukan melalui ruang kuliah atau layar digital, melainkan melalui percakapan, pertemanan, dan kesempatan belajar bersama.






